Skip to main content

Persamaan dan Contoh Peran Gereja Sebagai Institusi Sosial Dalam Injil

Persamaan dan Contoh Peran Gereja Sebagai Institusi Sosial Dalam Injil. Sebuah lembaga sosial adalah masyarakat atau organisasi sosial yang terkait dengan masyarakat dan dilembagakan berdasarkan hukum atau adat istiadat. Dilihat dari definisi lembaga sosial, Gereja juga dapat dimasukkan dalam konsep lembaga sosial atau lembaga. 

Gereja ini dibangun dan dibentuk berdasarkan visi dan misi yang jelas dan terarah, berdasarkan hukum cinta dalam Alkitab, memiliki aturan dan sejarah yang mendasari arah dan langkah gereja. Jadi kali ini kita akan membahas peranan gereja sebagai lembaga sosial yang bergerak dan hidup di tengah masyarakat.

Gereja dan institusi sosial

Kesamaan gereja dan lembaga sosial yang dapat dilihat secara langsung adalah:

  1. Gereja dan lembaga sosial keduanya memiliki keanggotaan atau organisasi biasa yang berjalan sesuai dengan aturan dan doktrin yang telah dipatuhi oleh para anggotanya.
  2. Ada manajer yang memiliki kewajiban mereka sendiri dan otoritas dalam pekerjaan keanggotaan yang telah diatur sesuai dengan aturan.
  3. Bukalah masyarakat untuk memberikan bantuan dan pendekatan keluarga untuk mencapai kesejahteraan yang adil.
  4. Ini memiliki anggaran yang digunakan untuk kegiatan operasional dalam keanggotaan dan kegiatan yang dilakukan di asosiasi yang ada.
  5. Memiliki visi dan misi sebagai landasan untuk melaksanakan kegiatan yang giat dan sesuai dengan tujuan pendirian, serta memiliki program dan pertemuan yang terdampak sehingga kegiatan dilaksanakan dan masih sesuai dengan tujuan yang dibentuk.

Gereja dibagi menjadi dua gereja terlihat dan gereja tidak terlihat. Pada dasarnya, sejarah Kekristenan yang ada adalah milik yang sama dan hanya berbeda dalam bentuk fisik saja. Gereja yang terlihat adalah manifestasi konkret dan identitas sejati ada kehadiran sehingga memiliki dimensi dari gereja yang terlihat. Padahal ketika gereja tidak terlihat lebih pada persekutuan iman hidup dari sekelompok orang yang percaya kepada Yesus Kristus di berbagai tempat dan waktu sesuai dengan hari.


Peran Gereja di institusi sosial

Gereja memiliki perannya sebagai tujuan didirikan dan berjalan sesuai dengan visi misi yang ditentukan yang disalurkan melalui ajaran Kristen, yaitu:

  1. Berada di tengah dunia persekutuan yang menghubungkan Kristus dengan dunia, ini tidak dapat dipisahkan dari hadirat-Nya untuk tujuan kehidupan orang Kristen.
  2. Memberitakan Injil atau Kabar baik, hal ini ditafsirkan sebagai tanda bahwa gereja juga dibentuk untuk memperhatikan masalah sehari-hari yang dialami oleh semua orang pada umumnya.
  3. Memberikan sebuah pernyataan tentang tanda Kerajaan Allah yang dilakukan oleh orang Kristen yang menceritakan tentang tanda Kerajaan Allah adalah keuntungan berdoa bagi orang Kristen.

Menurut John Stott Gereja adalah sebuah komunitas yang dimiliki oleh Allah. Yesus Kristus mati tidak hanya untuk membebaskan manusia dari segala dosa dan kejahatan, tetapi untuk menguduskan dirinya. Gereja harus menjadi Gereja yang hidup, untuk menjadi Gereja yang hidup ada empat hal yang harus dilakukan oleh gereja, yaitu:

  1. Menjadi Gereja yang belajar
  2. Menjadi Gereja yang penuh kasih/melayani
  3. Menjadi gereja dalam tubuh
  4. Jadilah gereja yang memberitakan Injil/bersaksi

Dalam persekutuan itu harus hidup untuk memperhatikan satu sama lain, memperkuat, mendorong, menasihati, menerima dan memberi dan menceritakan tentang pemahaman dosa sesuai dengan Alkitab. Dalam aliansi harus ada anggota yang berasal dari berbagai kelompok etnis dan kelompok tetapi harus menjadi catatan bahwa tujuan persekutuan adalah untuk menjadi alat dan rekan kerja Allah.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar