Skip to main content

Perbedaan Antara Pendeta dan Uskup Gereja

Perbedaan Uskup dan Pendeta Dalam Pelayanannya di Gereja Anda mungkin cukup akrab dengan istilah pastur, uskup, Kardinal, atau Paus. Empat istilah yang disebutkan adalah terasebut sebutan bagi para pemimpin agama Katolik. Anda juga harus akrab dengan istilah pendeta, yang merupakan sebutan bagi para pemimpin agama Kristen. Para Uskup dan pendeta sama-sama menyebutkan tentang pemimpin agama, tetapi tentu saja memiliki perbedaan baik dalam arti dan tugasnya. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan perbedaan antara para Uskup dan imam.Perbedaan Uskup dan Pendeta Dalam Pelayanannya di Gereja

1. Pendeta
Pendeta berasal dari bahasa Sanskerta ' Pandita ' yang berarti Brahmin atau guru agama. Di Indonesia, Pastor adalah sebutan bagi para pemimpin agama Kristen. Seorang pastor memiliki kedudukan yang sama dengan jabatan pendeta untuk Katolik, yang merupakan gembala Jemaat (Baca juga: perbedaan dalam kekristenan dan Katolik). Imam dalam Kekristianan adalah satu kedudukan. Setelah menyelesaikan tugasnya, seorang pendeta bisa pensiun (Emeritus).

Terdapat 7 elemen fungsi Pendeta, berkenaan Trinitas Allah; Yaitu:

  • Pendeta adalah sebuah pemanggilan; Pendeta perjanjian iman dalam janji Allah,
  • Pendeta adalah komitmen terhadap niat Allah.
  • Pendeta adalah perintah yang diberikan oleh Roh Kudus dan ditegaskan oleh gereja
  • Pendeta satu konsekrasi
  • Pendeta adalah sebuah tantangan.
  • Karena adalah tugas terbesar yang pernah diberikan kepada manusia;
  • Pendeta adalah kelanjutan dari Kementerian Tuhan Yesus, melalui pesan Firman Tuhan.


Untuk menjadi seorang pendeta, seseorang harus melalui pendidikan khusus di sekolah teologi imam (baca: Sejarah Alkitab Indonesia). Baik pria maupun wanita bisa menjadi pendeta. Seorang pendeta juga diijinkan untuk tinggal bersama keluarga seperti seseorang pada umumnya. Sehingga hidupnya tidak diabadikan untuk Jemaat, tetapi juga untuk mendukung keluarganya. Seorang pendeta menetap di sebuah pemimpin gereja tertentu dan memiliki hak penuh untuk gereja. Seorang pendeta dapat mendirikan gerejaNya sendiri dan memimpin dirinya sendiri. Suksesi pemimpin di sebuah gereja biasanya turun-temurun.

2. Uskup
Uskup adalah kata Adjektiva untuk bahasa Arab: ' Uskuf '. Uskup adalah kantor pemimpin Gereja Katolik, yang memimpin keuskupan. Keuskupan adalah Gereja Katolik partisipatif di sebuah provinsi negara gerejawi. Uskup dipilih dan diangkat oleh Paus di Vatikan, Roma. Biskop adalah sebahagian daripada hierarki Jemaat Roman Katolik. Posisinya di bawah paus dan kardinal. Karena kedudukan ini, uskup juga disebut sebagai pengganti bagi para rasul Kristus. Kedudukan biskop dalam Jemaat Katolik adalah seumur hidup. Seseorang akan diberi gelar Monsignor oleh gereja setelah ia secara hukum dianggap sebagai Uskup.

Seperti para pemimpin keagamaan lainnya, Uskup juga memiliki tugas tertentu. Tugas utama Uskup adalah:

  • Menyebarkan Injil, menggembalakan umat Allah, dan misi Klerus.
  • Misi Kleserus berarti bahwa Uskup menanggung tiga
  • Tugas Kristus, sebagai nabi yang mengajar umat; Imam yang mengedidir Misa; Dan raja yang memimpin rakyat.


Untungnya bisa menjadi Uskup, pendeta Katolik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: untuk memiliki kehidupan spiritual yang mendalam dan nama yang baik dalam masyarakat; Setidaknya 35 tahun; Telah ditahbiskan sebagai imam selama sekurang-kurangnya 5 tahun; memiliki gelar doktor atau Master Kitab Suci, teologi, dan hukum kanonik.

3. Perbedaan
Dari penjelasan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan tentang perbedaan para Uskup dan imam, yaitu:

  • Uskup adalah pemimpin Keuskupan Katolik (sebuah provinsi gerejawi di sebuah negara), sementara imam adalah pemimpin sebuah gereja. Dalam hal ini, kedudukan Uskup lebih tinggi daripada imam 
  • Hanya orang yang bisa menjadi seorang uskup, adalah menjadi pendeta baik pria maupun wanita diperbolehkan
  • Uskup hidup selibat, sementara pendeta diperbolehkan untuk memiliki keluarga.


Untuk menjadi Uskup seseorang harus ditahbiskan menjadi imam setidaknya selama 5 tahun dan memiliki gelar doktor atau Master Kitab Suci, teologi, dan hukum kanonik. Adapun menjadi seorang pendeta, seseorang perlu menjalani pendidikan khusus di sekolah teologi imam.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar