Skip to main content

Tata Cara dan Urutan Ibadah Gereja Pentakosta

Seiring berjalannya waktu, denominasi Gereja semakin bertambah. Di Indonesia kita berkenalan dengan berbagai denominasi Gereja, di antaranya gereja Pantekosta dan karismatik. Perbedaan antara gereja karismatik dan Pantekosta tidak terlalu terlihat, bahkan sebenarnya ada banyak kesamaan di antara mereka. Salah satu kemiripan Nya adalah dalam tata cara ibadahnya.

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang tata cara pemeliharaan Jemaat Pentakosta.

  • 1. doa pembuka


Ibadah dimulai dengan doa pembuka oleh pemimpin pujian. Doa pembuka ditujukan untuk mempersiapkan hati dan berfokus untuk memasuki hadirat Tuhan. Sebelum kebaktian dimulai, seringkali pikiran gereja masih terganggu atau terganggu oleh berbagai hal. Oleh karena itu, dalam doa pembuka ini pemimpin pujian biasanya akan mengundang jemaat untuk menunda beban masalah, menyerahkannya kepada Tuhan agar lebih siap dan terfokus sebelum memulai ibadah.


  • 2. penyembahan/pujian


Doa pembuka diikuti dengan ibadah atau pujian. Nyanyian yang dinyanyikan dalam penyembahan gereja Pantekosta lebih kontemporer atau modern dan disertai ungkapan dalam penyembahan dan pujian seperti mengangkat tangan, tepuk tangannya. Dalam kebaktian kepada remaja juga dapat disertai dengan melompat sebagai ungkapan sukacita atau kemenangan yang telah Allah berikan.

  • 3. kesaksian (jika ada)


Kesaksian dapat disampaikan oleh salah satu gereja yang ingin berbagi kebaikan Allah dalam hidupnya. Oleh karena itu, meskipun dilakukan dengan tujuan memuliakan Tuhan, kesaksian juga bisa mempengaruhi pemberian pengharapan atau pertumbuhan iman bagi jemaat lain yang mendengarkannya.

  • 4. Doa sebelum pemberitaan/penyampaian kata


Setelah ibadah, Jemaat akan kembali diundang dalam doa untuk bersyukur atas kebaikan Allah sebelum penyerahan kata dimulai. Selain itu, Gereja juga dapat diundang untuk memiliki Tuhan membuka hatinya dan memberikan kebijaksanaan sehingga Firman Allah disampaikan dapat tertanam sehingga kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hamba Allah yang akan menyampaikan Firman itu juga berdoa memohon kepada Tuhan untuk memimpin agar apa yang akan disampaikan sesuai dengan kehendak Allah. Doa ini dapat dipimpin oleh seorang pemimpin ibadah atau oleh hamba Allah yang akan menyampaikan Firman.

  • 5. penyampaian firman Tuhan


Para hamba Tuhan yang telah dipercaya untuk menyampaikan Firman itu kemudian menyampaikan khotbah dengan tema yang dipersiapkan. Hamba Tuhan atau pengkhotbah ini dapat menjadi salah seorang gembala dari gereja yang prihatin atau pengkhotbah tamu. Firman Tuhan yang disampaikan dapat mencakup kutipan ayat yang berhubungan dengan tema, penjelasannya, kesaksian dari pengkhotbah itu sendiri, atau sesekali disertai dengan penyembahan.

  • 6. doa setelah Firman Allah


Setelah penyerahan Firman Tuhan, Jemaat kembali diundang untuk bersatu dalam doa. Doa ini dapat berisi ucapan syukur untuk kata yang telah disampaikan dan bahwa kata yang telah diterima dapat menjadi pedoman dalam kehidupan gereja.

  • 7. persembahan


Jemaat diberi peluang untuk memberikan persembahan kepada perkembangan Jemaat Tuhan. Persembahan ini adalah sukarela dan bukan pemaksaan. Meskipun demikian, salah satu janji Tuhan kepada orang percaya adalah bahwa kepada orang yang memberi Tuhan gereja pertumbuhan, terutama persembahan persepuluhan akan dibuka jendela langit dan dari sana mendapat menuangkan berkat (Baca juga: makna persepuluhan).

  • 8. doa pada persembahan


Setelah persembahan dikumpulkan, jari-jarinya kembali diundang untuk berdoa, kali ini untuk berdoa bagi persembahan yang baru saja dikumpulkan agar bermanfaat bagi pertumbuhan Gereja Tuhan. Pertumbuhan Gereja Tuhan yang didoakan di dalamnya disertakan untuk menyebarkan firman Allah ke area lain dan juga untuk menjadi berkat bagi orang lain. Jangan lupa gereja yang telah memberikan persembahan berdoa dengan iman bahwa Tuhan akan membalas dan memberkati kehidupan gereja.

  • 9. Pengumuman


Sebelum menutup ibadah dengan doa, salah satu pendeta Tuhan yang melayani di gereja akan menyampaikan pengumuman di sekitar Gereja seperti kegiatan yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Misalnya, informasi pembaptisan, retret, dsb. Pengumuman juga dapat disertai dengan pemutaran rekaman video peristiwa yang telah terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

  • 10. doa syafaat


Doa syafaat biasanya disiapkan pertama dan diulang setiap minggu. Isi doa ini biasanya berdoa untuk situasi global, seperti pemerintah, perdamaian, dll. Selain itu, doa syafaat juga bisa menjadi doa Bapa kita.

  • 11. doa berkat/penutup


Ibadah ditutup dengan doa berkat bagi Jemaat dalam kehidupan sehari-hari, terutama selama minggu depan, sebelum kembali dalam ibadah umum lagi. Dalam doa, ada hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari kita, seperti Kesehatan, kerja (Bisnis, sekolah), Keluarga, dll. Hal ini penting untuk dilakukan sebagai suatu ketetapan atau kekuatan dari jemaat yang secara tidak langsung menjadi kekuatan iman dalam dirinya sendiri untuk melewati hari libur untuk satu minggu atau untuk 6 hari sampai hari ibadah pada hari Minggu.

  • 12. ibadah selesai-menyapa gereja dengan petugas


Ketika ibadah biasanya beberapa Majelis atau imam sudah berdiri ketika jemaat akan keluar dari gereja dan tidak melupakan gembala atau staf gembala yang berpartisipasi dalam berkat dapat memberikan berkah seperti  "Tuhan memberkati ". Salah satu tujuan dari hal ini adalah dalam upaya untuk gembala atau staf untuk dapat berinteraksi lebih dekat dengan Jemaat.

Itulah urutan pemeliharaan Pantekosta. Ada perbedaan dalam tata cara ibadah dari satu gereja ke yang lain tidak berarti bahwa satu gereja adalah lebih baik daripada yang lain atau sebaliknya. Dengan demikian, tidak boleh ada perpecahan di antara orang Kristen karena perbedaan dalam tata cara ibadat, tetapi orang Kristen harus menghormati dan bersatu dalam Kristus sebagai kepala jemaat yang merupakan anggota dari satu tubuh. Tuhan Yesus memberkati.


Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar