Skip to main content

Perbedaan Kristen Pentakosta dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)

Perbedaan Kristen Pentakosta dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).Banyak orang Kristen mungkin tidak memahami perbedaan Pentakosta dan HKBP. Begitu sering orang Kristen berpikir bahwa semua gereja sama seperti mereka. Selain itu, Gereja adalah tubuh Kristus, sehingga satu gereja dengan yang lain seharusnya tidak memiliki perbedaan mendasar. 

Namun, jika dipelajari secara lebih terperinci, ada beberapa perbedaan antara dua jenis sifat Gereja Anglikan. Oleh karena itu, jika Anda penasaran atau ingin tahu lebih banyak, berikut adalah beberapa perbedaan dalam Pentakosta dan HKBP yang layak untuk dikenal sebagai informasi penting.


1. Tata cara ibadah

Hal pertama yang cukup mendasar adalah tata cara pemeliharaan gereja Pentakosta dengan gereja HKBP. Umumnya gereja Pantekosta memiliki sistem penyembahan yang dimulai dengan pujian dan penyembahan dan kemudian khotbah dan berkah ibadah. Sementara Ordo memuja HKBP, ibadah dilaksanakan berdasarkan liturgi yang telah disusun dalam bentuk buletin. Oleh karena itu, penyembahan gereja Pantekosta cenderung lebih tak terbatas sesuai dengan arahan dari Roh Kudus dan pemimpin pujian.

2. Ibadah

Dalam gereja Pantekosta ada pujian yang tepat dan ibadah sesuai dengan Alkitab kepada Allah. Gereja HKBP umumnya hanya pada pujian. Tidak ada yang salah di antara keduanya, hanya penafsiran tata cara alkitabiah yang membuat keduanya memiliki prinsip sendiri dalam liturgi atau penyembahan.

3. Khotbah

Perbedaan antara Pentakosta dan HKBP berikutnya adalah pada khotbah yang diucapkan dan disampaikan oleh imam. Secara umum, cara penyampaian HKBP dapat menggunakan bahasa daerah Batak. Pentakosta adalah kelompok multi-etnis yang menggunakan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, mayoritas HKBP adalah Jemaat dari Gereja etnis Batak.

4. Pujian

Selain itu, perbedaan juga terletak pada jenis perbedaan pujian dan penyembahan liturgis yang dinyanyikan kepada Tuhan. Dalam Jemaat Pentakosta, pujian dibangkitkan sebagai nyanyian rohani yang patut dan berbicara bahasa Indonesia. Sementara gereja HKBP sedikit dipengaruhi oleh budaya budaya Batak, pujian juga dinyanyikan dalam bahasa etnis. Meskipun dalam perkembangannya, ada gereja HKBP yang menggunakan bahasa Indonesia untuk memfasilitasi generasi sekarang mengikuti jalannya ibadah.

5. Gereja

Kemudian dalam hal Jemaat dan cara berpakaian juga sedikit berbeda. Umumnya di gereja Pantekosta multi-etnis, Jemaat beragam dan memakai pakaian bervariasi. HKBP adalah gereja suku Batak. Sehingga tidak mengherankan jika didominasi oleh suku termasuk beberapa jemaah selama ibadah dengan menggunakan pakaian tradisional suku Batak.

Ini adalah beberapa perbedaan yang paling mendasar antara Pentakosta dan HKBP. Tentunya dengan mengetahui perbedaannya bukan untuk membuat perseteruan dan menyalahkan antara aliran gereja dengan satu sama lain. Ingatlah bahwa dalam kepemimpinan karunia Roh Kudus maka semua gereja adalah satu dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Oleh karena itu penyembahan di mana pun itu tetap sesuai dengan Firman Tuhan. Perbedaannya hanya soal penghiburan dalam melaksanakan tata krama dan tradisi saja. Jadi yang terbaik adalah memilih salah satu yang paling sesuai dengan hasrat, hati dan pikiran kita dengan terlebih dahulu melakukan cara berdoa yang benar kepada Allah.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar