Skip to main content

Bisakah Orang Katolik ke Gereja Kristen? Dan Apa Hukumnya

Kita menyadari bahwa sejarah Kekristenan memecah Kekristenan menjadi dua orang Kristen yang besar, Protestan dan Katolik. Keduanya dibagi karena ada perbedaan tertentu. Namun, kami yakin dan percaya bahwa baik Protestan atau Katolik Kristen baik dalam cinta dan perlindungan Kristus Yesus. Dia menyembah dan memuji Yesus di dalam gereja.

Kita tahu juga bahwa Katolik memiliki gereja mereka sendiri, serta Kristen Protestan. Namun, terkadang kita menghadapi kondisi kesulitan kita untuk datang ke setiap gereja. Sebagai contoh, Katolik untuk gereja Kristen karena transportasi terbatas dan jarak jauh. Atau ada alasan lain. Kita sering bertanya-tanya apakah itu diperbolehkan? Berikut adalah beberapa penjelasan tentang orang Katolik untuk gereja Kristen.

  • Allah tidak hanya dalam sebuah bangunan gereja.


Kita harus merenungkan kembali apa sebenarnya tujuan kita datang ke gereja? Sebagai Protestan dan Katolik Kristen, kita harus datang ke gereja untuk bersekutu bersama-sama dengan orang lain, merasakan kehadiran Allah dengan menyembah Dia dan mendengarkan firman-Nya. Jahweh kita adalah Jahweh yang paling hadir. Hal ini hadir di mana saja di sekitar kita. Dia tidak bisa membatasi kita di daerah apalagi hanya bangunan seperti Gereja. Gereja kecil, Allah hadir di sana terutama jika umat gereja benar-benar menyembah Yesus.

Kalau kita sungguh percaya bahwa Jahweh kita adalah Jahweh yang paling hadir, maka kita tidak akan memfokuskan pada Gereja apa yang akan kita lakukan. Hal yang paling penting adalah Apakah gereja sebenarnya memberitakan Firman Tuhan atau tidak. Jika tidak, maka jemaat adalah bidaah dan kita pastinya tidak boleh memasukinya untuk ibadat. Namun, jika gereja adalah gereja sebagai tubuh Kristus, kita mungkin hadir di sana, termasuk Katolik ke gereja Kristen. Kita juga perlu mengingat bahwa gereja bukan tentang bangunan, tetapi tentang orang itu. Kita masing-masing adalah Jemaat Allah.

  • Ada sebuah pengajaran dan pemahaman yang berbeda antara Kristen Protestan dan Katolik.


Umat Katolik untuk gereja Kristen sering dianggap asing karena memang ada perbedaan antara orang Kristen. Misalnya, dalam kasus Ekaristi dan Komuni. Selain itu, ada juga perbedaan pemahaman tentang kepentingan Paus. Ada juga perbedaan alkitabiah Katolik dan Protestan. Katolik didasarkan pada doktrin mereka dengan 12 buku Deuteronika, sementara Kristen Protestan tidak. Perbedaan ini kemudian membuat beberapa umat Katolik melarang orang datang ke gereja Kristen.

Katolik ini takut orang lain akan goyah Iman dan berpindah ke Kekristenan Protestan. Namun, hal ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan kebijakan masing-masing orang percaya. Jika orang dapat selektif dalam menerima kata dan cara beribadah, Katolik tidak akan mengguncang iman mereka hanya karena mereka datang dan menyembah di gereja Kristen Protestan. Bukankah akan lebih baik bagi kita untuk menerima doktrin Firman Allah daripada tidak sama sekali? Setelah semua, Protestan dan Katolik adalah perbedaan yang dibuat oleh manusia dan bukan oleh Allah saja melalui Alkitab.

  • Dasar ajaran Kristen Protestan dan Katolik tetap Alkitab.


Kita tidak dapat menghindari perbedaan antara Kekristenan dan Katolik. Namun, kami yakin dan percaya satu hal yang pasti, bahwa dasar ajaran Kristen Protestan dan Katolik tetap Alkitab. Namun, kita tidak bisa terlalu terfokus pada perbedaan yang dibuat oleh manusia. Kasih dan keselamatan yang diberikan Yesus telah bersatu kita melalui kebenaran yang disampaikan melalui Alkitab.

Lalu, mengapa kita, orang yang tidak memiliki apa-apa, bukan membagi diri kita sendiri? Kita mungkin bisa terpisah, tetapi kita tidak fobia satu sama lain. Katolik untuk gereja Kristen harus diperbolehkan, begitu pula sebaliknya.

  • Kita tidak boleh menjadi batu sandungan bagi orang lain.


Meskipun dibolehkan, kita harus mewawaskan diri agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Jika orang di sekitar kita tidak suka Katolik ke gereja Kristen, adalah baik untuk berhati-hati terhadap diri kita sendiri untuk menghindarinya jika mungkin. Tentu kita tidak akan mengalami masalah jika kita tidak ke gereja Kristen. Kita perlu menjadi orang yang menerapkan hukum kasih dalam Alkitab dengan memperhatikan pendapat orang lain. Dengan cara itu, kita tidak akan menjadi batu sandungan dan bahkan berkat bagi orang lain. Kita harus lebih berhati-hati jika orang lain merasa iman mereka goyah hanya karena kita memaksa diri kita untuk datang ke gereja Kristen. Sebaiknya, tindakan kita tidak menjauhkan orang lain dari Tuhan, tetapi justru mendekatkan mereka.

Itulah beberapa penjelasan umat Katolik kepada Jemaat Kristian. Dari penjelasan ini, kita boleh menyimpulkan bahawa umat Katolik boleh datang dan menyembah kepada Jemaat Kristian. Namun, umat Katolik perlu untuk membangun hati dan iman mereka dalam satu ajaran, yang merupakan ajaran Katolik dan bagaimana untuk menyembah Katolik. Artinya, umat Katolik sendiri perlu selektif dalam menerima kebenaran Firman Tuhan dan cara beribadah.

Selain itu, Katolik tidak hanya perlu berhati-hati dengan iman mereka sendiri. Katolik juga harus berhati-hati dengan iman orang di sekelilingnya. Jangan sampai pada tindakan kita dengan sembarangan, kita malah menjaga iman orang lain. Bagi umat Kristen Protestan di gereja, kita tidak perlu berada di hadapan umat Katolik di dalam Gereja Kristen. Kita hanya perlu menyapa mereka dengan baik dan tidak memaksakan cara orang Kristen menyembah mereka. Semua kemuliaan bagi nama Allah. Tuhan memberkati.

Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar