Skip to main content

8 Sifat Nabi Musa Dalam Ayat Alkitab Sesuai Nilai Kristiani

Kisah tentang Musa dan cara hidupnya dapat ditemukan terutama dalam kitab Keluaran. Salah satu figur alkitabiah yang digunakan Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Melalui Musa, Allah menyatakan kebesaran-nya di Mesir. Untuk melakukan perbuatan ajaib, bahwa ia hanya dapat dilakukan oleh dia yang adalah Allah di dalam semua Allah.

Kisah hidup Musa terbagi menjadi tiga bagian, 40 tahun di Mesir, dalam ajaran Mesir dan perawatan ibunya; 40 tahun menjadi orang asing di Midian dan memakan ternak di padang belantara; 40 tahun memimpin bangsa Israel di padang gurun, memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir ke tanah yang dijanjikan Allah Tritunggal bagi bangsa Israel.

Berikut ini kita akan menampilkan beberapa butir dari karakter Musa dalam Alkitab, yang dapat kita Tiru.


1. percaya kepada Tuhan

Dalam Keluaran 3:10-14, ketika Allah mengutus Musa ke hadapan Firaun dan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, Musa penuh dengan tanggapannya dengan keraguan tentang pengampunanNya. Dalam Keluaran 4:1-17 juga diceritakan bagaimana Musa tidak percaya diri, merasa tidak mampu melaksanakan tugas yang diberikan Tuhan. Meskipun dimulai dengan proses tawar-menawar dengan Allah, pada akhirnya Musa terus melaksanakan tugasnya, karena keyakinannya terhadap Allah, atas janji Allah kepada orang percaya.

2. setialah

Meskipun penuh dengan keraguan tentang dia, Musa terus melakukan perintah Allah yang diberikan kepadanya untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir ke tanah perjanjian. Orang yang sulit dan ingin sering memiliki hak untuk menempatkan Musa dalam keadaan darurat, karena bangsa Israel selalu mepertanyakan hadirat Allah ketika mengalami kesusahan yang sekecil apapun. Tetapi Musa tetap setia, dia selalu kembali kepada Allah dan meminta pertolongan, Musa tidak melarikan diri dari tanggung jawabnya dan sepenuhnya percaya pada janji Allah.

3. bersandar pada Tuhan

Memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir adalah tugas yang telah Allah berikan kepada Musa, bukan ambisi pribadi Musa. Dalam kepemimpinannya Musa selalu bersandar pada Allah dalam setiap langkah yang dia ambil. Sebab Musa sendiri pada dasarnya tidak percaya diri, tetapi ia percaya kepada Allah. Musa menjadi alat bagi Allah untuk memimpin dan melestarikan orang Israel, Musa menjadi penghubung antara Allah dan Israel, mengajarkan hukum yang berada di kelima-nya dari Allah.

4. karismatik

Musa memiliki kharisma yang berasal dari Allah, yang membuatnya dilihat sebagai pemimpin oleh bangsa Israel (baca: karakter Kristus). Dalam Keluaran 11:3 juga dikatakan bahwa Musa adalah orang yang sangat dihormati di tanah Mesir. Hal ini menegaskan karisma yang dimiliki Musa, bukan hanya bagi bangsa Israel, tetapi juga bagi bangsa lain.

5. rendah hati

Musa adalah orang yang kerendahan hati, terutama di hadapan Allah. Musa mendengarkan dan mematuhi kehendak Allah. Musa selalu bertanya kepada Allah sebelum melakukan sesuatu, dan ia melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.

Dalam Keluaran 19 diceritakan, bahwa Musa berulang kali turun dari dan ke Gunung Sinai, untuk bertemu dengan Allah dan untuk menyampaikan apa yang diperintahkan Allah kepada bangsa Israel. Musa tidak tinggi hatinya karena ia adalah utusan Allah, ia tidak bermegah dan tetap menjadikan Allah sebagai yang utama. Untuk memuliakan Allah adalah tujuan dari kehidupan Kristen.

6. Pembagian administratif

Dalam Keluaran 18 diceritakan bahwa Yitro, imam di Midian, dalam hukum Musa datang untuk mengunjungi Musa. Pada waktu itu, Yitro melihat bahwa Musa sendiri sedang mengadili di antara orang Israel yang Agung. Yitro kemudian menasihati Musa untuk mengajarkan ketetapan Allah kepada bangsa Israel (baca: Bagaimana berdoa dengan benar).

Kemudian memilih dan mengangkat di antara bangsa Israel para pemimpin seribu, seratus orang, 50, dan sepuluh orang. Justru, semua perkara kecil boleh dipecahkan dapat dihakimi dari diri mereka sendiri, dan hanya perkara besar yang ada dalam Musa Adili. Justru itu, Musa dan bangsa Israel tidak menjadi terlalu lelah. Musa juga dapat berfokus pada tugas yang lebih penting lainnya.

7. lembut hati

Dalam Bilangan 12:3 Allah sendiri mengatakan bahwa Musa adalah hati yang lembut. Sikap Musa yang lemah lembut adalah orang yang mampu memimpin orang Israel yang kaku dan berkepala gerutu. Dia berhasil menjadi perantara antara Tuhan Triune dan Israel.

Dia menghadapi orang Israel yang menggerutu dan bercanda dengan dia dengan sabar, dan kemudian meminta penyelesaian masalah yang dia hadapi kepada Allah. Seperti dalam Keluaran 17, orang Israel menggerutu tentang minum. Musa akan mendengarkan, kemudian berseru kepada Tuhan, dan kemudian Tuhan menyediakan air dari batu karang yang dipukul oleh tongkat Musa. Dalam Keluaran 32:11-14 hal ini juga diberitahu bahwa Musa membela dan berusaha untuk melunakkan hati Allah, ketika Tuhan merasa marah dan akan menghancurkan Israel.

8. pengasuhan anak

Musa memiliki jiwa ayah, yang membuatnya bersedia untuk mengayuh orang di bawahnya. Dia akan mendengarkan keheningan orang Israel, mengadili perselisihan di antara mereka, mengajar dan memimpin bangsa Israel.

Dengan demikian artikel ini adalah tentang karakter Musa dalam Alkitab ini. Beberapa karakter Musa yang seharusnya menjadi teladan sebagai karakter Kristen sejati, antara lain, keyakinan penuh akan Allah, kesetiaannya, selalu bersandar kepada Allah, memiliki karisma, memiliki kerendahan hati, administrasi, dan memiliki hati yang lembut. Semoga bermanfaat!
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar