Skip to main content

4 Ayat Alkitab Injil Tentang Tentang Larangan Poligami

Tuhan memberikan kuasa kepada Yesus Kristus berkaitan dengan menetapkan satu standar kasih hukum dalam Alkitab dalam mempunyai seorang isteri, yakni monogami. Keberadaan Tuhan yang sejati telah mengijinkan seseorang untuk memiliki lebih dari satu isteri tetapi sebenarnya poligami bukan dari Tuhan, tetapi malah memberikan satu isteri kepada Adam. Kita tidak bisa menghakimi orang berdosa atau tidak apa yang dilakukannya, harus memahami pengertian dosa menurut Alkitab

Dalam sejarah Kekristenan dan dalam Alkitab mengatakan, Yesus Kristus memiliki wewenang untuk menegakkan pemahaman monogami (Yohanes 8; 28) Yesus Kristus menjawab pertanyaan tentang perkawinan itu,  "dia yang menciptakan mereka dari awal membuat mereka pria dan wanita dan berkata, " untuk perkara ini akan seorang pria meninggalkan ayahnya dan ibunya, dan akan berpegang teguh pada istrinya, dan keduanya akan menjadi satu daging.  "-Matius 19:4

Larangan poligami diatur dalam Injil yang menyatakan bahwa mampu menerima tanggung jawab khusus dalam jemaat Kristen, seorang pria yang sudah menikah harus  "suami dari satu istri "


Memahami larangan poligami

Allah tidak melarang poligami, tetapi ada diketahui bahwa Allah tidak menganjurkan atau menginstruksikan untuk melakukan poligami. Perintah Allah dalam mengatur perilaku umatNya diberikan wewenang kepada Musa. Sebelum Taurat poligami telah terjadi maka Taurat hadir untuk memberikan persyaratan dan aturan tertentu untuk mengaturnya. Tapi tetap Taurat tidak pernah memberikan perintah atau saran untuk melakukannya. Bahkan, aturan Injil menjelaskan bahwa semua orang harus memiliki moral yang baik dan tinggi. Dilihat dari sisi manusia, poligami adalah hal yang sulit karena diperlukan untuk bersikap adil kepada lebih dari satu istri yang merupakan kebutuhan material, welas asih dan mengatur kebutuhan biologis.

Masalah poligami

Dalam Alkitab menjelaskan ada banyak masalah tentang kehidupan poligami, masalah yang timbul dari beberapa nabi sendiri, terutama di masyarakat biasa. Bermula dengan cerita Lamech yang keras, Abraham-Hagar menyebabkan pertikaian, Yakul-Rahel/Lea yang iri hati dalam perhubungan keluarga mereka, dan masalah poligami lain yang menyebabkan terjadinya kembali Perhubungan dalam keluarga. Memang, tidak ada yang mengatur larangan poligami, tetapi dampak poligami menyajikan banyak masalah. Ini memberikan pencerahan dan dapat ditarik dari tinjauan larangan poligami dalam Injil, bahwa itu bukan standar moral yang ideal, bukan hal yang baik untuk dilakukan dan harus dihindari karena poligami dilakukan oleh para nabi mengalami banyak masalah dengan poligami, jadi itu baik dan sangat disarankan untuk tidak melakukan untuk menciptakan sebuah keluarga yang damai dan makmur.

Poligami dalam Injil

Pada dasarnya tidak ada larangan pada poligami Kristen, melihat kasus poligami tersebar di media membuat doktrin sendiri untuk beberapa orang dan mereka yang tidak suka bahkan membenci poligami. Tetapi pada kenyataannya populasi perempuan lebih dari laki-laki, ketika ingin ditinjau kembali daripada melakukan perselingkuhan dan perzinahan yang akan menambah dosa dan tidak bertanggung jawab atas poligami yang lebih baik. Menurut apa yang dikatakan Alkitab tentang Poigami adalah

Ulangan 21 : 15-16
“apabila seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaku baginya, baik isteri yag dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai,” 

“maka pada waktu ia membagi warisan harta kepunyaanya kepada anak-anaknya itu, tidaklah boleh ia memberikan bagian anak sulung kepada anak dari isteri yang dicintai merugikan anak dari isteri yang tidak dicintai, yang ada anak sulung.”

Keluaran 21:10
“Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaian dan persetubuhan dengan dia.”

Ini adalah bukti konkret bahwa Alkitab tidak melarang poligami. Ketika Alkitab mengatakan kemudian poligami tidak akan menjadi ayat yang memberikan panduan dalam poligami seperti yang telah diberikan dalam ayat yang disebutkan di atas. Tujuan kehidupan Kristen harus sesuai dengan nilai yang tercantum dalam Alkitab untuk menyesuaikan diri dengan ajaran Allah.

Kidung Agung 6 : 8-9
“Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya.”

“Teteapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya anak ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya; puteri-puteri melihatnya dan menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir memujinya.”

Bila dilihat dari bilangan, tidak ada penjelasan atau arah tentang keberadaan poligami, jika akan ada ayat yang menyatakan larangan lebih dari satu istri. Faktanya adalah tidak ada ayat tunggal yang mengatakan Alkitab melarang poligami. Manfaat berdoa untuk orang Kristen adalah semua akan diluncurkan apa pilihan.

Diperbolehkan bahwa poligami diperkuat oleh kenyataan bahwa Injil mengatakan bahwa nabi Yakub adalah poligami. Nabi Yakub mempunyai empat isteri: Lea, Rahel, Bilba dan Zilpa. Oleh karena itu, setelah beberapa penjelasan ada dapat disimpulkan tidak ada larangan poligami dalam Injil dan hukum untuk melakukan. Keberadaan poligami harus diketahui dampak yang terjadi dan harus hidup sesuai dengan doktrin, kita semua harus melihat dan merenungkan dengan pikiran dan hati yang jernih. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar