Skip to main content

10 Ayat Alkitab Tentang Mengendalikan Kemarahan Menurut Ajaran Kristen

Ayat Alkitab Tentang Mengendalikan Amarah Menurut Ajarannya. Kemarahan adalah salah satu emosi yang biasa muncul pada manusia. Kemarahan tidak selalu negatif, karena terkadang ada alasan bagus di baliknya. Bahkan Tuhan Yesus pernah marah, ketika Bait Suci digunakan sebagai tempat untuk berjualan oleh para pedagang yang hanya bermaksud mencari keuntungan. Namun, kemarahan yang berlebihan juga tidak baik. Dapat menimbulkan efek negatif yang bisa melukai perasaan orang lain, yang menjadi target kemarahan kita. Selain itu, itu juga akan memperburuk citra diri kita di mata orang lain, terutama mereka yang menerima kemarahan.

Karena alasan ini, ketika kita marah kita harus berpegang teguh pada Firman Tuhan, sehingga kemarahan kita tidak bodoh dan berakhir secara negatif. Allah Tritunggal akan membantu kita menaklukkan emosi yang berpotensi menyebabkan dosa ini, dan bahkan memungkinkan kita untuk mengatasi kemarahan yang belum terselesaikan dalam hidup kita.

Kemarahan muncul sebagai akibat dari konflik di hati kita. Kemarahan dapat memiliki dampak positif baik, jika ditempatkan di tempat, cara, target, dan waktu yang tepat. Untuk itu kita harus bisa menguasai emosi, sehingga kita bisa menjadi panutan bagi orang lain, dan memuliakan nama Tuhan dengan tindakan kita. Di sini kita akan menulis sejumlah ayat Alkitab tentang kemarahan, sebagai panduan kita untuk bertindak ketika dipenuhi dengan kemarahan. Agar kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.


1. Jangan lekas marah

Dalam Yakobus 1: 19-20 dituliskan agar kita cepat mendengar, namun lambat berkata-kata dan lambat untuk marah. Sebab dihadapan Allah, amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran. Kita umat kristen harusnya bijak dalam berkata-kata, berpikir sebelum mengucapkan sesuatu (baca: ciri orang bijak menurut Alkitab). Apaligi ketika dilanda amarah, jangan sampai engucapkan kata-kata yang akan menyakiti sesama dan menimbulkan pertengkaran.

2. Marahlah dengan tepat

Amarah yang timbul karena Allah, bukan karena nafsu duniawi atau keinginan daging kita semata adalah baik. Alkitab mencatat beberapa kemarahan yang tepat, yang mencerminkan karakter Kristus didalamnya; misalnya dalam:

Keluaran 11:8, dalam ayat ini Musa marah kepada Firaun, karena Firaun tidak mengijinkan umat Israel keluar dari Mesir untuk menyembah Allah.
Keluaran 32:19, dalam ayat ini diceritakan bahwa Musa marah karena melihat umat Israel menyembah berhala. Saat itu ia telah menuliskan 10 perintah Allah pada loh batu, dan karna marahnya, ia melemparkan kedua loh tersebut dikaki gunung Sinai, tempat ia menerima taurat Allah untuk disampaikan kepada bangsa Israel.

3. Sabar menghadapi amarah

Dalam Pengkhotbah 10: 4 dinasehatkan agar ketika kita ditimpa amarah penguasa sekalipun, tetaplah sabar dan jangan kabur menghindar. Sebab kesabaran akan mencegah kita melakukan kesalahan besar. Anda dapat membaca lebih banyak mengenai kesabaran pada artikel ayat Alkitab tentang kesabaran.

4. Redakan amarah

Mazmur 37:8, 9 mengatakan jangalah kita marah. Tinggalkan panas hari dan hentikan amarah dalam diri, sebab amarah hanya membawa pada kejahatan. Dan orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan Allah. Lebih baik sibukkan diri menantikan Tuhan, sebab orang seperti itu yang akan mewarisi negeri. Dalam Yakobus 1:20 juga ditegaskan, bahwa amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran dihadapan Allah. Oleh sebab itu sebagai pengikut Kristus yang memiliki karakter Kristen sejati, sudah sepantasnya kita menghindari kemarahan akibat keinginan daging.

5. Sifat pemarah hanya menimbulkan pertengkaran

Dalam Amsal 29:22 dikatakan bahwa, seorang pemarah akan menimbulkan pertengkaran. Serta seseorang yang cepat gusar akan menyebabkan dirinya melakukan banyak pelanggaran. Oleh sebab itu sebaiknya kita harus senantiasa panjang sabar, tidak lekas marah ataupun gusar. Dengan demikian menghindarkan kita dari prilaku yang akan membuat kita menyesali diri.

6. Orang bijak meredakan amarah

Dalam Amsal 29:11 dikatakan bahwa hanya orang bebal lah yang melampiaskan seluruh amarahnya. Sebaliknya orang bijak akan meredakan amarahnya. Dapat berlaku bijak merupakan salah satu tujuan hidup orang Kristen, kita dapat melakukannya dengan berusaha menahan diri dan meredakan amarah yang muncul dalam diri.

7. Sikap lembut meredakan amarah

Dalam Amsal Amsal 15:1 dikatakan bahwa jawaban yang lemah lembut akan meredakan kegeraman yang timbul dalam hati seseorang. Namun jika membalas dengan perkataan pedas, hanya akan membangkitkan amarah. Oleh sebab itu, jika seseorang datang kepada kita dengan amarah dalam hatinya, responlah dengan sikap yang lemah lembut.

8. Jangan memendam amarah

Dalam Amsal Amsal 30:33 diumpamakan, jika susu ditekan maka akan menghasilkan mentega, lalu jika hidung yang ditekan, maka akan mengeluarkan darah. Sedangkan jika kemarahan ditekan, maka akan menimbulkan pertengkaran. Hal tersebut sejalan dengan hukum tabur tuai. Oleh sebab itu, jangan memendam amarah, kuasai amarah tersebut dan lepaskan dengan tepat.

9. Lekas selesaikan amarah

Dalam Efesus 4:26-27, diajarkan kepada kita agar jangan menyimpan amarah hingga matahari terbenam, dan memberi kesempatan kepada iblis. Secepatnya selesaikan, padamkan amarah tersebut, sehingga kita terhindar dari berbuat dosa (baca: arti bersyukur dalam Alkitab).

10. Lekas marah adalah tindakan orang bodoh

Dalam Pengkhotbah 7:9, dinasehatkan agar kita jangan lekas marah, sebab amarah menetap dalam dada orang bodoh. Dalam Amsal 14: 29 juga dikatakan bahwa orang yang sabar, memiliki pengertian yang besar. Sebaliknya, lekas marah hanya membesarkan kebodohan. Sebab akal budi yang ada dalam diri seseorang, akan membuat orang tersebut panjang sabar sehingga mampu memaafkan pelanggaran (Amsal 19:11).

Itulah beberapa ulasan ayat-ayat Alkitab yang bisa Anda ketahui tentang kemarahan. Semoga dengan ini Anda bisa mengetahui ajaran Kristen sepenuhnya.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar