Skip to main content

6 Ayat Alkitab Tentang Berpikir Positif dan Menyingkirkan Pikiran Negatif

Ayat Alkitab Tentang Berpikir Positif dan Menyingkirkan Pikiran Negatif. Ada tiga makhluk hidup yang diciptakan Tuhan untuk memenuhi bumi yaitu binatang, tumbuhan, dan manusia. Namun, dari ketiganya, hanya manusia yang dipikirkan. Pikiran menjadi hadiah bagi manusia yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Selain pikiran, Tuhan juga memberi manusia kehendak bebas. Tuhan tidak menciptakan manusia sebagai robot yang kaku. Manusia memiliki pilihan untuk melakukan berbagai keinginan, termasuk berpikir.

Ada dua jenis pikiran: pikiran positif dan pikiran negatif. Pikiran positif tentu memiliki pengaruh yang baik terhadap kehidupan manusia. Pikiran positif memberikan antusiasme dan optimisme untuk hidup. Sebaliknya, pikiran negatif memiliki pengaruh buruk. Pikiran negatif hanya memberikan pesimisme dan kemalasan dalam menjalani hidup. Bahkan pikiran negatif dapat membawa seseorang ke fase depresi yang tentu saja harus segera ditangani dengan menangani depresi sesuai dengan agama Kristen. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa pikiran negatif selalu siap menghantui kita. Ke mana pun kita pergi, ke mana pun kita berada, pikiran negatif akan selalu datang.

Ayat-ayat Alkitab Tentang Pikiran

Ketika pikiran negatif menghantui kita, kita punya pilihan. Apakah kita ingin membiarkan pikiran-pikiran itu memenuhi kita atau kita ingin mengusirnya keluar dari kehidupan kita? Pilihan yang sangat baik untuk menyingkirkan pikiran negatif ini dari diri kita sendiri.

Pilihan yang sangat baik untuk mengusirnya dari mengandalkan kekuatan Tuhan dan bukan kekuatannya sendiri. Karena itu, kita perlu mengetahui ayat Alkitab tentang pikiran negatif sebagai landasan kita. Berikut adalah beberapa ayat Alkitab tentang pikiran negatif yang dapat membantu kita mengusir mereka dari kehidupan kita.

1. Amsal 4:23

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Ayat ini berada pada perikop berjudul “Nasihat untuk Mencari Hikmat”. Menjaga hati merupakan bagian dari pencarian akan hikmat. Menjaga hati ini memiliki maksud yang sama dengan menjaga pikiran kita dari hal-hal negatif. Jangan sampai kita mau saja diserang oleh pikiran negatif. Ingat bahwa bagaimana kita mengisi hati kita, bagaimana kita mengisi pikiran kita, begitu pulalah kehidupan kita yang terlihat oleh orang.

2. Roma 8:5-6

Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Perikop berjudul “Hidup oleh Roh” ini mengingatkan kita bahwa ketika seorang Kristen sudah sungguh-sungguh menerima Kristus dan menerima janji keselamatan dalam Alkitab, ia menerima kuasa Roh Kudus dari Allah dengan berbagai tujuan karunia Roh Kudus.

Hal ini berarti ia tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tidak lagi hidup untuk dunia, tetapi hidup untuk Allah yang dituntun oleh Roh Kudus. Pikiran negatif tentu tidak sesuai dengan kehidupan Roh Kudus. Pikiran negatif merupakan hal yang dari daging dan mambawa kita kepada maut. Oleh karena itu, pikirkanlah hal-hal yang dari Roh, maka kita akan mendapatkan damai sejahtera.

3. Mazmur 94:19

Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.

Ayat Alkitab tentang pikiran negatif ini menunjukkan betapa dunia ini penuh dengan ketidakadilan. Seringkali ketika kita melihat ketidakadilan, kita begitu saja pesimis, langsung memiliki banyak pikiran negatif bahwa dunia ini tidak bisa menjadi baik kembali. Namun, pemazmur ingin mengingatkan bahwa bukan pikiran negatif yang seharusnya kita miliki.

Semakin banyak ketidakadilan, seharusnya kita semakin mengerti bahwa kasih Allah tidak berkesudahan untuk kita. Ia selalu memberikan  penghiburan-Nya untuk kita dan penghiburan itu menyenangkan jiwa. Sehingga, kondisi terburuk apapun yang kita hadapi, kita seharusnya mencari Tuhan dengan penghiburan-Nya, bukannya malah terkukung dalam pikiran-pikiran negatif. Selain itu, kita juga perlu bertindak bijaksana untuk menghadapi ketidakadilan tersebut dengan mengingat kembali ayat Alkitab tentang bijaksana.

4. Yakobus 4:7

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Ayat ini berada dalam perikop berjudul “Hawa Nafsu dan Persahabatan dengan Dunia”. Perikop ini mengingatkan bahwa kita tidak bisa bersahabat dengan dunia dan menjadi rekan Allah secara bersamaan. Lalu, bagaimana agar kita dapat menaklukkan rasa nafsu dan persahabatan dengan dunia? Dengan sepenuhnya tunduk kepada Allah. Ingatlah bahwa Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Orang Kristen harus takut akan Tuhan. Sungguh-sungguh dalami dan lakukan pengertian takut akan Tuhan.

Hal ini juga berlaku pada pikiran-pikiran negatif kita. Ayat Alkitab tentang pikiran negatif ini memberitahu kita bahwa satu-satunya jalan untuk mengusirnya adalah dengan tunduk kepada Allah. Jadilah seorang Kristen yang taat kepada Allah dan beriman penuh pada-Nya. Pikiran negatif merupakan bagian dari dunia ini, kita tidak boleh satu dengannya.

5. 2 Korintus 10:5

Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Perikop berjudul “Sikap Paulus” ini merupakan pernyataan sikap Paulus terhadap komentar sekelompok rasul tentang dirinya. Para rasul berpikir bahwa Paulus hanya berani bersikap tegas dan keras lewat surat. Namun, Paulus menjelaskan bahwa bukan sikap tegas dan keras yang penting untuk diingat. Hal yang penting untuk diingat adalah ketika memberitakan Injil, pikiran-pikiran Allah yang perlu kita ungkapkan, bukan cari aman.

Para rasul seharusnya berani untuk mengenalkan Allah dengan cara bagaimanapun yang sesuai dengan keinginan Allah. Salah satu hal yang perlu dilakukan untuk dapat melakukan ini adalah menaklukkan pikiran kepada Kristus sehingga Kristus saja yang memenuhi pikiran. Ini sudah menjadi etika pelayanan Kristen.

Begitu pula kita sebagai orang Kristen, rasul-rasul kecil di dunia ini. Kita perlu menyaksikan kebesaran, kemuliaan Allah. Kiranya melalui kita orang lain dapat mengenal Allah. Oleh karena itu, kita harus membiarkan Kristus yang mengisi pikiran kita. Bagaimana mungkin Kristus memenuhi pikiran kita ketika kita masih dikekang oleh pikiran negatif? Buang jauh-jauh pikiran negatif dan biarkan Kristus yang mengisinya.

6. Filipi 4:8

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Ayat Alkitab tentang pikiran negatif ini menjadi salah satu nasihat terakhir bagi Euodia dan Sintikhe di Filipi. Inti dari perikop nasihat-nasihat terakhir (Filipi 4:2-9) ini adalah bagaimana untuk menjaga damai sejahtera. Pada awal perikop ini, Paulus mengingatkan Euodia dan Sintikhe untuk sehati sepikir dalam Tuhan (Filipi 4:2). Frasa “Jadi akhirnya” menunjukkan ayat 8 ini sebagai rangkuman dari perikop.

Semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, kebajikan dan patut dipuji merujuk kepada segala sesuatu yang sehati dan sepikir dalam Tuhan. Tentu saja pikiran negatif tidak termasuk dalam hal tersebut. Oleh karena itu, sebagai orang Kristen, kita perlu untuk mengusir pikiran negatif yang datang ke kita. Ingatlah bahwa kita harus menjadi sehati sepikir dalam Tuhan. Dengan mengusir pikiran negatif tersebut, Allah, sang sumber damai sejahtera, akan menyertai kita (Filipi 4:9).

Itulah ayat Alkitab tentang pikiran negatif. Tidak ada satu bagian pun dari Alkitab yang memungkinkan kita untuk membiarkan pikiran negatif menetap di dalam kita. Karena itu, berserah diri kepada Tuhan dan membuang pikiran negatif jauh-jauh. Selain itu, kebiasaan itu menenangkan hati dan pikiran dengan berbagai cara untuk menenangkan hati dan pikiran menurut Alkitab. Tuhan memberkati.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar