KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA

Keanekaragaman Hayati di Indonesia. Biologi adalah salah satu mata pelajaran favorit saya di sekolah. Oke, untuk memperingati tahun-tahun sekolah, ulangi dan ingat setiap diskusi dalam biologi, mari kita bahas materi kali ini tentang keanekaragaman hayati. Pada artikel ini saya akan membahas keanekaragaman hayati dan ekosistem, untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita lihat penjelasan di bawah ini

Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang menunjukkan variasi keseluruhan gen, spesies dan ekosistem di suatu daerah. Ada dua faktor yang menyebabkan keanekaragaman hayati, yaitu faktor genetik dan faktor eksternal. Faktor genetik relatif konstan atau berpengaruh pada morfologi organisme. Sebaliknya, faktor-faktor eksternal relatif stabil dalam pengaruhnya terhadap morfologi organisme dan interaksi antara organisme dalam ekosistem tertentu. Karena itu sesuai dengan lingkungan yang ada.

Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, dari organisme tingkat rendah hingga organisme tingkat tinggi. Misalnya, dari makhluk bersel tunggal hingga makhluk bersel banyak; dan tingkat pengorganisasian kehidupan individu ke tingkat interaksi yang kompleks, misalnya dari spesies ke ekosistem.

Secara garis besar, keanekaragaman hayati yang ditemukan di suatu daerah bervariasi. Keanekaragaman hayati sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup organisme dan siklus material (aliran energi). Keanekaragaman hayati ditunjukkan dengan adanya berbagai jenis makhluk hidup (hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme).

Keaneka ragaman hayati dibagi menjadi 3 yaitu :

1. Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Tingkat Ekosistem

Ekosistem adalah unit yang dibentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dan lingkungannya (komponen abiotik). Setiap ekosistem memiliki karakteristik lingkungan fisik, lingkungan kimia, jenis vegetasi / tanaman, dan jenis hewan tertentu. Kondisi lingkungan makhluk hidup ini sangat beragam. keseimbangan ekosistem dan kondisi lingkungan yang beragam menyebabkan berbagai jenis makhluk hidup menghuninya. Keragaman tersebut disebut sebagai keanekaragaman tingkat ekosistem.

Faktor abiotik yang mempengaruhi faktor biotik meliputi iklim, tanah, air, udara, suhu, angin, kelembaban, cahaya, mineral, dan keasaman. Variasi dalam faktor abiotik menyebabkan kondisi yang berbeda di setiap ekosistem. Untuk mengetahui keberadaan keanekaragaman hayati pada level ekosistem, dapat dilihat dari unit atau level organisasi kehidupan di tempat itu. Secara garis besar, ada dua ekosistem utama, yaitu ekosistem daratan (ekosistem darat) dan ekosistem perairan (ekosistem akuatik). Berikut adalah contoh ekosistem alami di alam:

Ekosistem Daratan
Ekosistem darat adalah sebuah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Ekosistem darat ini berada dalam area yang sangat luas yang disebut sebagai bioma. Bioma tersebut terbagi atas beberapa bioma, di antaranya bioma gurun, bioma padang rumput, bioma savana, bioma hutan gugur, bioma hutan hujan tropis, bioma taiga, dan bioma tundra.

Ekosistem Perairan
Ekosistem air adalah sebuah ekosistem yang komponen abiotiknya sebagian besar terdiri atas air.  Dimana ekosistem air ini dibedakan menjadi 2 jenis yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Ekosistem ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.


2. Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Tingkat Spesies / Jenis

Keanekaragaman hayati spesies (antar spesies) mudah diamati karena perbedaan yang mencolok. misalnya, variasi antara kucing dan harimau, kucing dan harimau, termasuk satu kelompok kucing. Namun, antara kucing dan harimau ada perbedaan fisik, perilaku dan habitat. Jenis keanekaragaman hayati ini menunjukkan variasi dalam bentuk, penampilan dan frekuensi gen.

Salah satu contoh spesies atau keanekaragaman tingkat spesies adalah kacang (Papilionaceae). Kehadiran kacang tanah, buncis, kacang polong, dan kacang hijau juga merupakan contoh dari jenis keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita. Setiap jenis tanaman tergabung dalam famili kacang atau Papilionaceae, meskipun mereka memiliki perbedaan atau variasi dalam pertumbuhan, karakteristik fisik, dan karakteristik fisiologis.

3. Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Tingkat Gen

Gen adalah faktor pembawa yang menentukan sifat makhluk hidup. Gen berada dalam kromosom, kromosom yang terletak di nukleus sel (nukleus) Ditunjukkan oleh variasi susunan genotip makhluk hidup pada satu spesies, sehingga meskipun termasuk satu spesies, tidak ada yang pasti.

Spesies adalah kelompok organisme yang memiliki karakteristik umum yang sama, dapat menikah satu sama lain dan menghasilkan keturunan yang subur. Keanekaragaman gen dapat menghasilkan varietas, misalnya ada varietas padi PB 5, PB 8, dan rojo lele dan jagung. Keragaman ini masih hanya satu jenis, hanya variasi yang berbeda, sehingga jika dikawinkan oleh keanekaragaman hewan mampu mengurangi keturunan yang subur.

Keanekaragaman hayati ditentukan oleh interaksi antara dua faktor, yaitu: faktor keturunan (genotip) dan lingkungan tempat organisme hidup. Keistimewaan keanekaragaman hayati Indonesia adalah :


  • keanekaragaman hayati di indonesia sangatlah tinggi. Keanekaragaman hayati yang tinggi, karena Indonesia terletak di daerah tropis. Dapat dijumpai di lingkungan hutan hujan tropis.
  • Memiliki tumbuhan tipe Indo-Malaya dengn areal paling luas. Flora Indo-Malaya adalah tumbuhan yang hidup di India, vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Philipina. Sedangkan flora yang tumbuh di Indonesia, Malaysia, dan Philipina sering disebut sebagai Flora malesiana.
  • Memiliki hewan tipe Oriental (Asia), Australia, dan peralihan. Fauna tipe Oriental. Terdapat di wilayah bagian barat indonesia yang meliputi: pulau jawa, bali, sumatra, dan kalimantan.


Dalam ekosistem air tawar seperti ekosistem rawa dan ekosistem danau memiliki karakteristik suhu yang bervariasi, intensitas cahaya kurang dan dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Tumbuhan yang hidup di ekosistem air tawar umumnya mirip dengan ganggang dan sebagian lainnya menyukai tanaman biji.

Ekosistem air laut adalah ekosistem air yang memiliki salinitas tinggi (baca: Ekosistem Air Laut: Definisi, Karakteristik, dan Jenis). Ekosistem ini ada di laut. Ekosistem ini memiliki pergerakan air yang dipengaruhi oleh arah angin. Selain itu suhu di ekosistem ini bervariasi, tergantung pada kedalamannya. Ekosistem air laut dibagi menjadi 4 yaitu ekosistem laut dalam, ekosistem terumbu karang, ekosistem estuari, dan ekosistem pasir pantai.

Itulah penjelasan tentang keanekaragaman hayati dan ekosistem, begitu banyak artikel kali ini, mungkin bermanfaat dan dapat menambah wawasan teman-teman tentang biologi. Selamat membaca, sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Belum ada Komentar untuk "KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel