Perubahan Makna Gramatikal dengan Cara Pemajemukkan Kata Dan Contohnya

Perubahan Makna Gramatikal dengan Cara Pemajemukkan Kata Dan Contohnya
Perubahan Makna Gramatikal dengan Cara Pemajemukkan Kata Dan Contohnya
Contoh Perubahan Makna Gramatikal dengan Cara Pemajemukkan Kata. Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa contoh perubahan makna gramatikal dalam sejumlah cara, seperti contoh perubahan makna gramatikal melalui afiksasi dan juga contoh perubahan makna gramatikal melalui reduplikasi. Artikel artikel ini juga akan menunjukkan beberapa contoh perubahan makna tata bahasa dengan cara tertentu, di mana metode ini menghancurkan kata. Kata itu sendiri adalah proses menggabungkan kata dengan kata lain, sehingga kata tersebut memiliki bentuk dan makna baru. Contohnya adalah sebagai berikut!


1. Tangan → Tangan Kanan (Tangan + Kanan)

Sebelum ditambahi dengan kata kanan, kata tangan mempunyai makna anggota badan dari siku sampai jari atau anggota tubuh yang terdiri dari pergelangan sampai ujung jari. Setelah diberi kata kanan, maka kata ini pun berubah makna menjadi bagian tangan sebelah kanan tubuh atau orang yang menjadi kepercayaan bagi orang lain.

2. Rumah → Rumah Kaca (Rumah + Kaca)

Contoh perubahan selanjutnya adalah kata rumah yang berubah menjadi rumah kaca. Sebelum mengalami perubahan, kata ini mempunyai makna bangunan untuk tempat tinggal. Setelah ditambahi kata kaca, makna kata ini pun berubah menjadi rumah tertutup dengan dinding berbentuk kaca yang digunakan untuk menanam tumbuh-tumbuhan, atau bisa juga bermakna rumah yang mampu mengalirkan sinar matahari yang berupa gelombang pendek yang mengakibatkan permukaan bumi menjadi panas.

3. Kereta  → Api (Kereta + Api)

Sebelum ditambahi dengan kata api, kata kereta mempunyai makna sebuah kendaraan yang beroda dua atau empat. Setelah ditambahi kata api, kata ini pun berubah makna menjadi sebuah kendaraan umum yang terdiri dari rangkaian gerbong yang ditarik oleh lokomotif, dijalankan denga tenaga uap atau listrik, dan berjalan di atas sebuah rel.

4. Makan → Makan Pena (Makan + Pena)

Sebelum ditambahi dengan kata pena, kata makan mempunyai makna memasukkan minuman dan minuman ke dalam mulut, lalu kemudian dicerna/dikunyah dan setelah itu ditelan hingga ke dalam perut. Setelah ditambahi kata pena, maka kata tersebut berubah makna menjadi orang yang bekerja dengan cara karang-mengarang atau menulis, entah itu di majalah, koran, mau pun media daring.

5. Anak → Anak Emas (Anak + Emas)

Contoh perubahan makna tersakhir adalah kata anak yang diubah menjadi anak emas. Sebelum diubah, kata anak mempunyai makna sebagai keturunan kedua atau makhluk hidup yang masih kecil. Setelah diubah dan ditambahi kata emas, kata ini pun berubah makna menjadi anak atau orang yang paling disayangi oleh atasannya (entah itu orang tua, guru, ataupun pemimpin perusahaan).

6. Jalan → Jalan Buntu (Jalan + Buntu)

Contoh perubahan makna gramatikal yang pertama adalah jalan yang berubah menjadi jalan buntu. Kata jalan sendiri semula bermakna suatu tempat yang lazim digunakan untuk dilintasi oleh kendaraan ataupun orang. Setelah digabungkan dengan kata buntu, kata ini pun berubah makna menjadi jalan yang tidak ada tembusannya atau suatu permasalahan yang tidak bisa dipecahkan.

Demikianlah beberapa contoh perubahan dalam arti gramatikal dengan cara memecahkan kata. Jika pembaca ingin menambahkan referensi ke makna gramatikal dan jenis makna lainnya, pembaca dapat membuka artikel tentang makna dan contoh gramatikal, contoh makna leksikal dan gramatikal, contoh kalimat gramatikal dan leksikal, perbedaan makna gramatikal dan leksikal, dan makna dan contoh leksikal. Semoga bermanfaat bagi semua pembaca. Terima kasih.