Skip to main content

Pengertian Dan 3 Proses Gramatikalisasi Makna Gramatikal

Pengertian Dan 3 Proses Gramatikalisasi Makna Gramatikal . Adapun proses gramatikalisasi sendiri merupakan proses perubahan bentuk suatu kata yang juga mempengaruhi makna kata tersebut. Proses gramatikalisasi sendiri terdiri atas tiga cara, yakni pengimbuhan/afiksasi, pengulangan kata/reduplikasi, dan pemajemukkan kata. Makna gramatikal merupakan sebuah makna kata yang terbentuk dari proses gramatikalisasi sebuah kata.  Ketiga proses itu akan dibahas khusus pada artikel kali ini, di mana pembahasan tersebut adalah sebagai berikut ini!

1. Pemajemukkan Kata

Proses gramatikalisasi yang terakhir adalah pemajemukkan kata. Proses ini dilakukan dengan cara menggabungkan suatu kata dasar dengan kata dasar lain yang tidak semakna, sehingga kedua kata dasar itu pun menjadi kesatuan kata majemuk yang mempunyai makna baru yang tidak ada kaitannya dengan makna asli kedua kata tersebut.

Contoh:

Jalan → jalan damai

sebelum digabungkan dengan kata damai, kata jalan mempunyai makna suatu tempat yang lazim dilintasi oleh orang ataupun kendaraan. Sementara itu, kata damai yang hendak digabungkan dengan kata jalan mempunyai makna keadaan yang rukun atau tentram. Ketika keduanya disatukan, keduanya pun membentuk kata majemuk jalan damai yang mempunyai makna cara yang ditempuh oleh kedua pihak yang berselisih untuk menyelesaikan konflik diantara mereka secara mufakat atau tanpa kekerasan.



2. Reduplikasi/Pengulangan Kata

Proses gramatikalisasi yang selanjutnya adalah reduplikasi atau pengulangan kata. Proses ini dilakukan dengan cara mengulang sebuah kata dasar hingga bentuk dan maknanya berubah. Adapun proses reduplikasi sendiri bisa dilakukan dengan cara mengulang sebuah kata menjadi kata ulang utuh, sebagian, salin suara, ataupun berubah bunyi.

Misalnya:

Jalan → Jalan-Jalan

Sebelum direduplikasi, kata jalan mempunyai makna sebuah tempat yang lazim dilintasi oleh orang ataupun kendaraan. Setelah direduplikasi, kata ini pun berubah bentuk dan maknanya juga berubah menjadi kegiatan melangkahkan kaki dengan tujuan untuk bersantai atau melepaskan penat. Adapun proses reduplikasi yang dilakukan pada kata tersebut adalah proses reduplikasi utuh, di mana kata jalan direduplikasi dengan kata jalan sendiri, sehingga kata jalan pun berubah menjadi jalan-jalan.

3. Afiksasi/Pengimbuhan

Proses gramatikalisasi yang pertama adalah afiksasi atau pengimbuhan. Proses ini dilakukan dengan cara memberikan imbuhan ke dalam sebah kata, entah itu imbuhan awalan, akhiran, awal-akhiran, ataupun sisipan. Proses pengimbuhan itu nantinya akan membuat bentuk kata itu berubah, begitu pun juga maknanya.

Misalnya:

Jalan → Perjalanan

sebelum diberi imbuhan, kata jalan mempunyai makna sebuah tempat yang lazim dilintasi oleh orang ataupun kendaraan. Setelah diberi imbuhan–dalah hal ini imbuhan per-an, kata jalan pun berubah bentuk menjadi perjalanan dan maknanya pun berubah menjadi bepergian dari suatu tempat ke tempat yang lainnya.

Demikianlah pembahasan ketiga proses tata bahasa makna tata bahasa dalam bahasa Indonesia. Untuk menambahkan referensi pada makna gramatikal, pembaca dapat membuka artikel berikut, yaitu: makna dan contoh gramatikal, contoh makna leksikal dan gramatikal, contoh kalimat gramatikal dan leksikal, makna gramatikal dan leksikal, contoh perubahan makna gramatikal dengan cara afiksasi. , contoh-contoh perubahan gramatikal dengan cara reduplikasi, serta contoh-contoh perubahan makna gramatikal melalui kata-crushing.

Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan bagi semua pembaca, baik mengenai makna gramatikal khususnya, bahkan bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon maafkan juga jika ada kesalahan dan kekurangan dalam presentasi di artikel ini. Itu saja dan terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar