Skip to main content

Pengertian Makna Asosiasi Dan Contohnya dalam Kalimat

Contoh Makna Asosiasi dalam Kalimat – Artikel pada kesempatan sebelumnya telah membahas beberapa jenis makna dari jenis makna yang ada, termasuk makna kontekstual dan konseptual serta contoh-contoh makna klasik. Masih banyak jenis makna yang belum dibahas. Dan pada kesempatan ini kita akan membahas makna asosiasi.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, asosiasi diartikan sebagai pembentukan hubungan antara ide, ingatan, atau kegiatan sensorik. Dan berbicara tentang makna, makna asosiasi adalah kiasan makna dan kadang-kadang berkaitan dengan indera. Sebuah kata yang mengandung arti asosiasi biasanya mengandung sebuah perumpamaan dan menarik bagi mereka yang membacanya. Untuk lebih memahami makna asosiasi, berikut ini diberikan contoh kalimat yang mengandung makna asosiasi bersama dengan penjelasan maknanya.



Contoh Makna Asosiasi

1. Pertunjukan wayang itu berhasil mengocok perut penonton, baik tua maupun muda.

  • Maksud dari “mengocok perut” bukanlah perut penonton dikocok oleh pertunjukan wayang, akan tetapi pertunjukan wayang berhasil membuat penonton tertawa terbahak-bahak.
  • Sehingga arti sebenarnya dari kalimat tersebut adalah “Pertunjukan wayang itu berhasil membuat penonton tertawa terbahak-bahak, baik tua maupun muda.”


2. Kabar seorang anak yang menyeret ibunya ke pengadilan karena urusan hutang sungguh memilukan.

  • Maksud dari “menyeret ibunya” bukanlah benar-benar menyeret ibunya sampai ke pengadilan, akan tetapi menuntut ibunya hingga proses ke pengadilan.
  • Sehingga arti sebenarnya dari kalimat tersebut adalah “Kabar seorang anak yang menuntut ibunya ke pengadilan karena urusan hutang sungguh memilukan.”

3. Orang-orang yang menerima amplop dari pengusaha pada akhirnya ditangkap oleh pihak berwenang.

  • Maksud dari “amplop” adalah uang suap, berbeda dari makna denotasi dari kata “amplop” yang berarti tempat surat.
  • Sehingga arti sebenarnya dari kalimat tersebut adalah “Orang-orang yang menerima uang suap dari pengusaha pada akhirnya ditangkap oleh pihak berwenang.”


4. Para calon kepala daerah seharusnya tidak memperebutkan kursi gubernur dengan saling fitnah.

  • Maksud dari “memperebutkan kursi” bukanlah suatu kegiatan yang benar-benar memperebutkan kursi, melainkan suatu kiasan yang menggambarkan aktivitas memperebutkan jabatan.
  • Sehingga arti sebenarnya dari kalimat tersebut adalah “Para calon kepala daerah seharusnya tidak memperebutkan jabatan gubernur dengan saling fitnah.”


5. Pak Anton gulung tikar karena pegawainya melakukan korupsi.

  • Maksud dari “gulung tikar” bukanlah kegiatan menggulung tikar, tetapi merupakan kiasan dari keadaan bangkrut.
  • Sehingga arti sebenarnya dari kalimat tersebut adalah “Pak Anton bangkrut karena pegawainya melakukan korupsi.”


Bagaimana para pembaca?? Apakah pembahasan tentang makna asosiasi di atas sudah dapat dipahami dengan mudah? Agar lebih memahami tentang makna asosiasi, berikut diberikan contoh kalimat yang mengandung makna asosiasi.

  1. Walaupun Budi selalu dikambinghitamkan oleh kawan-kawannya tetapi ia tidak pernah marah dan menyimpan dendam. (dikambinghitamkan = dipersalahkan atas sesuatu yang bukan kesalahannya)
  2. Lompatan besar dalam karir Rini membuat teman-temannya merasa iri. (lompatan besar = usaha besar untuk mengejar ketertinggalan)
  3. Pandangan matanya seperti matahari terbit bagiku sehingga membuat hari-hariku selalu jauh dari kata malas. (seperti matahari terbit = pemandangan yang sangat indah)
  4. Perkataan ibu mengeluarkan aroma embun, oleh karenanya tidak pernah aku merasa tersinggung karenanya. (aroma embun = perkataannya menenangkan)
  5. Aku sangat menyesal karena selama ini tidak menyadari bahwa keberadaannya hanya seperti parasit dalam kehidupanku. (parasit = orang yang merugikan)
  6. Kita harus selalu berhati-hati dalam berucap, jangan sampai perkataan kita seperti pisau belati untuk orang lain. (pisau belati  = menyakiti)
  7. Kakak adik itu bagaikan pinang dibelah dua, sangat susah dibedakan. (pinang dibelah dua = sangat mirip)
  8. Kata orang, hidup tanpa pernah merasakan cinta bagaikan sayur tanpa garam. (sayur tanpa garam = hambar, tidak menarik)
  9. Tawa orang tua dan keluarga adalah suplemen penambah darah termanjur untukku. (suplemen penambah darah = hal yang memberikan semangat baru)
  10. Bagi orang tua, anak adalah harta karun yang tidak akan pernah tergantikan oleh apapun seumur hidup mereka. (harta karun = hal paling berharga)
  11. Jebakan yang dibuat Heri ternyata senjata makan tuan. (senjata makan tuan = keburukan yang dipersiapkan untuk orang lain justru mengenai diri sendiri)
  12. Andi memang anak kepala batu, bahkan orang tuanya saja sudah menyerah untuk menasehatinya. (anak kepala batu = anak yang keras kepala)
  13. Nasehat yang diberikan untuk Romi hanya akan masuk telinga kanan keluar telinga kiri, ia tidak pernah mendengarkan dengan serius setiap nasihat yang dilontarkan untuknya. (masuk telinga kanan keluar telinga kiri = tidak didengarkan dengan sungguh-sungguh)
  14. Bisnis Paytren Ustad Yusuf Mansyur kini telah menggurita, banyak orang yang tertarik untuk bergabung ke dalamnya. (menggurita = mempunyai banyak cabang)
  15. Pak Rudi tertangkap tangan KPK saat berusaha menyuap pegawai pajak untuk memuluskan usahanya. (tertangkap tangan = dipergoki dan ditangkap)
  16. Antrian pendaftaran pegawai CPNS mengular hingga ke badan jalan dan mengakibatkan lalu lintas terganggu. (mengular = memanjang)
  17. Ketika semua keluarga menangis histeris karena kematian ayah, ibu justru hanya membatu di samping jenazah ayah. (mengular = diam tidak bergerak dan tidak berkata-kata)
  18. Handphone Android kini telah menjamur, di manapun banyak yang menyediakan bahkan dengan harga murah. (menjamur = ada di mana-mana)
  19. Mencari orang di kota besar Jakarta tetapi tanpa dibekali alamat dan nomor kontak seperti mencari jarum di dalam tumpukan jerami. (mencari jarum di dalam tumpukan jerami = pekerjaan yang sangat susah dilakukan)
  20. Jangan seperti kacang lupa kulitnya. Kita harus selalu mengingat dan berusaha membalas jasa orang-orang yang berjasa dalam hidup kita. (seperti kacang lupa kulitnya = orang yang tidak tahu terima kasih)
  21. Sungguh malang! Para gelandangan dan anak jalanan itu hanya tidur beralaskan bumi dan beratapkan langit setiap malamnya. (tidur beralaskan bumi dan beratapkan langit = tidak memiliki rumah)
  22. Mulutmu harimaumu, itulah salah satu pesan ayah untuk anak-anaknya yang sudah mulai bersosialisasi dengan masyarakat. (Mulutmu harimaumu = perkataan kita dapat menjadi bumerang bagi kita sendiri)


Sekian pembahasan mengenai contoh makna asosiasi dalam kalimat. Semoga pemaparan materi dalam artikel ini mudah dipahami dan juga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar