--> Skip to main content

Cara Penulisan Catatan Kaki dan Daftar Pustaka yang Benar Dan Contoh Kalimatnya

Cara Penulisan Catatan Kaki dan Daftar Pustaka yang Benar Dan Contoh Kalimatnya. Selain contoh kutipan langsung dan tidak langsung dan contoh kata pengantar, cara menulis bibliografi dan prosedur untuk menulis catatan kaki juga harus diketahui, terutama ketika menulis esai ilmiah, semi-ilmiah, dan non-ilmiah. Dengan mengetahui penulisan catatan kaki dan daftar pustaka, kita dapat menulis bahan referensi yang kita ambil dengan baik dan benar.

Catatan kaki atau catatan kaki adalah catatan atau informasi tambahan yang biasanya diletakkan di bagian bawah kertas. Sementara itu, daftar pustaka adalah daftar yang berisi buku-buku, kaya secara ilmiah, atau sumber referensi lain yang dikutip secara langsung atau tidak langsung. Daftar pustaka biasanya terletak di belakang kertas.





Baik catatan kaki maupun daftar pustaka, keduanya mempunyai format penulisan tersendiri. Agar lebih paham seperti apa format penulisan dari keduanya, berikut ditampilkan beberapa contoh penulisan catatan kaki dan daftar pustaka yang benar.

1. Daftar Pustaka

  • Format penulisan di atas dipakai jika sumber rujukan berasal dari internet.
  • Novi Wulansari. 2015. Analisis Penggunaan Bahasa Jurnalistik Pada Berita Kriminal Rubrik “Hukrim” Di Harian Umum Berita Pagi Palembang. Skripsi. Tidak diterbitkan. Jurusan Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah: Palembang.
  • Format penulisan ini digunakan jika sumber referensi adalah karya ilmiah, baik itu skripsi atau karya ilmiah lainnya.
  • Republik Indonesia, 2009. Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Pasal 31. Sekretariat Negara. Jakarta.
  • Digunakan jika sumber rujukan adalah Undang-Undang negara.
  • Badudu, JS. 1996. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  • Digunakan jika referensi yang digunakan adalah sebuah kamus atau ensiklopedia.
  • Subastian, Ricky Priangga. Bahasa Jurnalistik Tabloid Suaka. Bandung: 15 menit.
  • Digunakan jika referensi yang dipakai adalah transkrip wawancara.
  • Paramana Wirasmo, dkk. 2008. Fiksi. Cinesurya Production: Jakarta. 110 menit
  • Format ini digunakan jika sumber referensi berasal dari film atau video.
  • Patilima, Hamid. 2013. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
  • Format penulisan ini dipakai jika sumber rujukan adalah sebuah buku karya seorang penulis.
  • Ade Hikmat dan Nani Solihah. 2013. Bahasa Indonesia. Jakarta: Grasindo.
  • Dipakai jika sumber rujukan adalah sebuah buku yang ditulis oleh dua orang penulis.
  • Elvnaro, dkk. 2014. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa.
  • Dipakai jika sumber rujukan adalah sebuah buku karya tiga orang penulis atau lebih.
  • Mawardi, Bandung. 2015. Santri dan Sastra. Majalah Horison.
  • Dipakai jika sumber rujukan berasal dari majalah.
  • Widyono, Hanputro. 2017. Lereng. Edisi 23 Juli 2017. Pikiran Rakyat. hlm. 23.
  • Dipakai jika kutipan berasal dari koran.
  • Pradana, Rizki. 2011. Full Day School: Manfaat dan Dampaknya. (Abstrak). Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
  • Dipakai jika kutipan berasal dari abstrak suatu penelitian.
  • Enan, Muhammad Abdullah. 1979. Biografi Ibun Khaldun. Dr. Machnun Husein, M.Ag (penerjemah). Zaman: Jakarta, Indonesia.
  • Format di atas dipakai jika sumber rujukan berasal dari buku terjemahan.
  • Sakrie, Denny. Begadang, Musik Rock Dangdut Pertama?. https://dennysakrie63.wordpress.com/2014/11/29/begadang-dangdut-rock-pertama. Diakses pada 1 Desember 2014.

2. Catatan Kaki


  • Setiati Widiastuti dan Fajar Rahayuningsih, Pendidikan Kewarganegaraan, jilid 2 (Bekasi: Adi Aksara Abadi, 2008), Cet 1, hlm 29.
  • Format ini dipakai jika sumber yang digunakan adalah sebuah buku yang berjilid.
  • Andini Apriliana, “Implementasi Bahasa Jurnalistik Pada Rubrik Newbie Surat Kabar Tangsel Pos 2014”, Skripsi Jurusan Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga , Yogyakarta. (Yogyakarta, Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2014), hlm 21, t,d,
  • Format ini dipakai jika sumber rujukan yang dipakai adalah karya ilmiah.
  • Pikiran Rakyat, 2 Desember 2017, hlm 11.
  • Format ini digunakan jika sumber yang digunakan adalah surat kabar atau koran.
  • Bandung Mawardi, “Santri dan Sastra”, Horison, Desember 2015, hlm 29.
  • Format penulisan catatan kaki ini dipakai jika sumber kutipannya berasal dari majalah.
  • Denny Sakrie, “Begadang, Musik Rock Dangdut Pertama?”, https://dennysakrie63.wordpress.com/2014/11/29/begadang-dangdut-rock-pertama, (diakses pada 1 Desember 2014, pukul 15.31).
  • Format ini digunakan jika sumber yang dikutip berasal dari media internet.
  • Hamid Patilima, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta 2013), hlm 4.
  • Format catatan kaki ini digunakan jika sumber rujukan yang diambil merupakan buku yang ditulis oleh seorang penulis.
  • Ade Hikmat dan Nani Solihah, Bahasa Indonesia, (Jakarta: Grasindo, 2013), hlm 4.
  • Format ini digunakan jika referensi yang diambil adalah sebuah buku yang ditulis oleh dua orang penulis.
  • Elvinaro, dkk, Komunikasi Massa Suatu Pengantar, (BAndung: Simbiosa, 2014), hlm 37.
  • Format ini digunakan jika sumber yang diambil adalah sebuah buku yang ditulis oleh tiga orang atau lebih penulis.


Demikianlah beberapa contoh penulisan catatan kaki dan daftar pustaka yang benar. Jika ingin mengetahui beberapa contoh penulisan lainnya, pembaca bisa membuka artikel tata cara penulisan gelar, penulisan kata dasar dan turunan yang benar, kaidah penulisan kata depan dan kata ganti sesuai EYD. serta tata cara penulisan kata turunan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima kasih
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar