Skip to main content

Perbedaan Antara Daftar Pustaka dan Catatan Kaki

Perbedaan Antara Daftar Pustaka dan Catatan Kaki. Daftar pustaka dan catatan kaki sangatlah penting dalam penulisan jenis-jenis karangan ilmiah bahkan jenis-jenis karangan semi ilmiah. Keduanya memiliki bentuk dan karakteristik masing-masing, sehingga mereka memiliki perbedaan berbeda yang harus diketahui. Pada artikel ini, kita akan menemukan perbedaan antara keduanya. Sebelum kita mengetahui perbedaan antara keduanya, pertama-tama kita akan membahas pengertian dan karakteristik antara keduanya, di mana pembahasannya adalah sebagai berikut!


1. Catatan Kaki

Catatan kaki merupakan suatu catatan dari teks yang dikutip yang biasanya diletakkan di bawah karangan. Tak hanya terkandung di dalam karangan ilmiah dan semi ilmiah, catatan kaki juga terkadang bisa ditemukan pada beberapa jenis-jenis karangan non ilmiah, seperti jenis-jenis novel, macam-macam cerpen, dan jenis-jenis esai. Seperti halnya daftar pustaka, catatan kaki juga mempunyai sejumlah ciri, di mana ciri-ciri tersebut antara lain:

  • Khusus untuk penulisan nama pengarang, nama pengarang yang dikutip dalam catatan kaki ditulis seperti biasa, di mana nama pengarag ditulis nama depannya dulu lalu kemudian disusul dengan nama belakangnya.
  • Ditulis menggunakan nomo di samping kirinya, di mana ukuran nomor tersebut berukuran lebih kecil dari ukuran huruf pada catatan kaki. Contohnya : (¹), (²), dan (³).
  • Diletakkan di bagian paling bawah suatu karangan.
  • Ukuran tulisannya lebih kecil dari teks yang ditulis.
  • Unsur-unsur yang dikandungnya sama dengan yang terkandung dalam daftar pustaka.

Dari pembahasan di atas, kita telah menemukan letak perbedaan daftar pustaka dan catatan kaki, di mana letak perbedaan tersebut antara lain:

1. Letak Penulisannya

Dalam penulisannya, daftar pustaka diletakkan di akhir karangan atau di halaman paling belakang halaman. Semetara itu, catatan kaki diletakkan di bagian paling bawah suatu karangan.

2. Ukuran Hurufnya

Ukuran huruf pada daftar pustaka sama dengan ukurang huruf pada penulisan karangan. Sementara itu, ukuran huruf pada catatan kaki harus lebih kecil dibanding ukuran huruf pada penulisan karangan.

3. Nama Pengarangnya



Pada daftar pustaka, nama pengangar mesti ditulis dengan mendahulukan nama belakang si pengarang, barulah setelah itu nama depannya dituliskan. Hal ini berbeda dengan catatan kaki yang di mana nama pengarang ditulis seperti biasa, dengan nama depan pengarang di awal dan nama belakangnya diletakkan di akhir.

2. Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan suatu daftar yang berisi buku, makalah, jurnal, dan lain sebagainya yang isinya dikutip langsung ataupun tidak langsung ke dalam suatu karangan. Daftar pustaka sendiri mempunyai sejumlah ciri khas, di mana ciri-ciri tersebut adalah:

  • Biasanya ditulis di bagian belakang atau akhir sebuah karangan.
  • Unsur-unsurnya terdiri atas nama pengarang, tahun penerbitan, judul, nama penerbit, dan halaman yang dikutip.
  • Nama pengarang yang berjumlah satu orang mesti ditulis nama belakangnya terlebih dahulu, baru kemudian ditulis nama depannya.
  • Judul dan subjudul karangan yang dikutip mesti dicetak miring penulisannya.
  • Ukuran hurufnya sama dengan ukuran pada huruf teks pada umumnya.
  • Jika daftar pustakanya lebih dari satu sumber, maka mesti ditulis secara berurutan berdasarkan abjad nama pengarangnya.


Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan daftar pustaka dan catatan kaki dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui tata cara penulisan daftar pustaka dan catatn kaki, pembaca bisa membuka artikel cara penulisan daftar pustaka dan tata cara penulisan catatan kaki. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan para pembaca sekalian. Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar