36 Macam Macam Tanaman Obat Keluarga Beserta Khasiatnya

36 Macam Macam Tanaman Obat Keluarga Beserta Khasiatnya
36 Macam Macam Tanaman Obat Keluarga Beserta Khasiatnya
Macam Tanaman Obat Keluarga Beserta Khasiatnya. Tanaman obat keluarga atau disingkat TOGA pada dasarnya adalah kumpulan tanaman atau tanaman yang dipetik untuk digunakan sebagai bahan pembuatan obat herbal untuk mengobati penyakit. Ada banyak penyakit yang dapat diatasi hanya dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga karena mengandung senyawa tertentu yang memberikan sifat obat.

Sejak zaman kerajaan dan nenek moyang, tanaman obat keluarga telah lama digunakan. Bahkan hingga kini, penggunaannya tidak dapat digantikan karena keampuhan tanaman obat keluarga masih ampuh meskipun tanaman yang digunakan belum sepenuhnya mendapatkan perhatian para peneliti.

Tanaman yang memberikan efek pengobatan dapat dibudidayakan sendiri di rumah atau memetiknya karena banyak juga tumbuh liar. Tanaman obat keluarga sendiri memiliki banyak jenis. Di sini disebutkan berbagai macam tanaman obat dan khasiatnya untuk mengobati berbagai keluhan dan penyakit

1. DAUN DEWA
Macam Macam Tanaman Obat Keluarga Beserta Khasiatnya

Daun dewa milik keluarga tumbuhan obat ini mengandung beberapa senyawa kimia seperti saponin, minyak esensial, flavonoid, polifenol, sterol, tanin, vanylates, asam klorogenat, asam p-kumarat, asam p-hydroxy benzoate, alkaloid, dan triterpenoid. . Selain senyawa ini, ada juga sifat kimia di setiap zat kimia di dalamnya, seperti antikoagulan, diuretik, anti radang, anti bakteri, sitostatik, analgesik, anti-toksin, anti kolesterol, anti-piretik, hipotensi dan hipoglikemin. .

Daun dewa dapat digunakan sebagai tanaman untuk mengobati stroke, rematik, gula tinggi (diabetes), penyakit jantung, hipertensi, kanker, pendarahan atau pembengkakan payudara, luka, bekas gigitan hewan liar, kutil, ganglion (kista yang muncul di tangan dan kaki), batuk darah, muntah darah, demam berdarah, kejang pada anak-anak, wasir, terkilir, gangguan menstruasi, dan beberapa sifat kimia yang termasuk fungsi pengobatan.

2. DAUN SELEDRI
Daun seledri

Daun seledri yang dapat ditemukan dengan mudah di Indonesia adalah tanaman yang diperkenalkan oleh penjajah Belanda untuk menyedapkan sup atau sebagai sayur sayuran. Selain digunakan sebagai bumbu atau sayuran, seledri atau Apium graveolens L. seledri umumnya digunakan sebagai bahan untuk membuat obat tradisional.

Penggunaannya sebagai ramuan jamu bertujuan untuk mengatasi berbagai penyakit seperti asma, diabetes, masalah sendi, rematik, menurunkan tekanan darah, batuk, mata dan kering. Meskipun umumnya digunakan sebagai tanaman obat keluarga, daun seledri juga dapat menyebabkan alergi pada orang yang sensitif, jadi tidak semua orang dianjurkan untuk mengkonsumsinya.

3.BELIMBING
BELIMBING

Belimbing adalah buah yang memiliki rasa asam dan manis. Di dalamnya mengandung banyak air atau jus sehingga banyak diolah menjadi minuman yang menyegarkan. Dalam buah ada banyak vitamin C.

Belimbing adalah buah yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi beberapa gangguan kesehatan. Orang yang memiliki masalah pada organ ginjalnya disarankan untuk mengonsumsi banyak buah belimbing karena buahnya mengandung asam oksalat. Adapun orang dengan kolesterol tinggi atau diabetes sebaiknya tidak mengkonsumsi buah ini karena mengandung gula yang tinggi.

4. DAUN KELOR

Daun kelor adalah tanaman suku Moringaceae yang memiliki bentuk bulat seperti telur, dalam ukuran kecil, menumpuk senyawa dalam satu tangkai, biasa digunakan untuk membuat sayuran atau obat-obatan. Daun kelor yang termasuk dalam jenis tanaman obat ini direkomendasikan oleh WHO, organisasi kesehatan dunia untuk dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak pada usia pertumbuhan karena mengandung banyak vitamin dan mineral.

Sedangkan pemanfaatan daun kelor sebagai toga umumnya untuk pencegahan penyakit, seperti jantung panyakit, kanker, diabetes, dan radang sendi. Sudah banyak penelitian ilmiah atau penelitian yang melibatkan daun kelor sebagai objek utama yang diteliti. Hal yang perlu diingat adalah bahwa tidak semua bagian daun kelor aman untuk dimakan. Bagian akar lebih baik dihindari karena mengandung zat beracun yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian. Wanita hamil juga tidak diperbolehkan mengonsumsi daun kelor.

5. DAUN BAYAM DURI
Bayam duri

Bayam duri adalah tanaman yang di pangkal tangkai daunnya ada duri. Sisanya, bayam bayam memiliki warna dan bentuk yang tidak jauh berbeda dengan bayam biasa, termasuk manfaatnya. Spin spinach sudah dikenal oleh masyarakat sebagai tanaman obat traidisonal untuk mengobati berbagai penyakit.

Beberapa penyakit yang dapat dibantu oleh keterbatasan duri termasuk gonorrhea, anyang-anyangan (kencing tidak lancar), bisul, demam, eksim, kekurangan darah, dan gangguan produksi ASI. Kemampuan itu tentu tidak bebas dari berbagai kandungan kimia di dalamnya, seperti tanin, zat besi, potasium nitrat, hentriakontan, amarantin, spinasterol, dan rutinitas.

6. KANGKUNG
Kangkung

Kangkung adalah sayuran yang ditanam sebagai makanan. Kangkung adalah tanaman yang dapat ditemukan di banyak daerah di Asia, termasuk Indonesia, terutama di daerah berair. Kangkung digunakan untuk diolah menjadi tumis atau ca kangkung, bumbu tauco, atau bahkan pasta udang.

Hampir semua bagian kale bisa dimakan, tetapi yang paling umum adalah batang dan daun yang bisa dimakan baik dimasak atau mentah, sama seperti bayam. Kangkung sendiri milik tanaman obat keluarga yang mampu menyembuhkan penyakit saraf yang lemah, sakit kepala sebalah atau migrain, insomnia, sariawan, sakit gigi, wasir, sembelit, cacar, dan frambusia (puru / patek).

7. DAUN SAGA
Daun saga

Daun saga adalah semak yang memiliki rasa manis. Bagian dari daun saga adalah bagian yang benar-benar tidak boleh dikonsumsi karena mengandung zat beracun yang jika tertelan sangat berisiko hingga mati. Tanaman daun saga tumbuh liar di hutan. Pertumbuhan optimal di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut.

Di daun ada banyak senyawa saponin dan flavonoid. Daun saga berkhasiat untuk mengobati beberapa masalah kesehatan seperti sariawan, batuk pada bayi, batuk kering, batuk berdahak, tenggorokan gatal, amandel, radang mata, radang tenggorokan, nyeri ulu hati, gangguan jantung, hipertensi, dan bronkitis. Daun saga juga dikenal membantu membuat bayi tidur lebih nyenyak dan tidak rewel.

8. DAUN DAUN CINA
DAUN PACAR CINA

Daun pacar Cina diproduksi dari pohon kecil yang bisa tumbuh hingga ketinggian 6 meter. Pacar Cina sering sengaja ditanam di halaman rumah atau tumbuh liar di tanah yang mendapat sinar matahari cukup. Daun yang memiliki bentuk telur bulat dan oval memiliki sifat kimia pedas, manis, dan netral.

Daun pacar Cina mengandung garam mineral, alkaloid, minyak esensial, dan resin. Daun, bunga, dan batang tanaman pacar Cina (yang lebih sering menjadi bagian daun) dapat diubah menjadi tanaman obat keluarga untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti memar, bisul, dan menstruasi yang berlebihan. Bagian dari bunga dapat mengatasi perut kembung, batuk, pusing, dan kesulitan menelan.

9. LANDEP
tanaman landep,

Nama tanaman ini, landep, mungkin masih terdengar asing di telinga orang Indonesia. Tanaman yang berasal dari Afrika Selatan dan Asia tropis memiliki banyak manfaat sebagai tanaman obat keluarga karena menyimpan berbagai konten seperti saponin, garam kalium, flavonoid, tanin, dan silikat. Bagian dasarnya mengandung flavonoid, saponin, dan polifenol.

Daun landep memiliki khasiat untuk mengatasi rasa sakit saat kencing atau sebagai peluruh kencing. Kemampuan ini dimiliki oleh daun landep karena memiliki sifat diuretik dari kandungan kimia yang secara alami berada di dalamnya. Selain daun, akar landep juga bisa digunakan untuk meredakan demam. Sementara kulit memiliki sifat untuk menghilangkan dahak dan keringat.

10. DAUN MIANA MERAH
Daun merah Miana

Daun merah Miana adalah tanaman yang cukup populer di Indonesia, meskipun beberapa orang juga belum mendengarnya. Daun miana yang juga mendapat sebutan daun iler lainnya memiliki warna yang mernarik cukup merah ungu dengan tepi daun hijau. Miana daun banyak diperlakukan sebagai tanaman hias karena memiliki daya tarik pada daun. Selain itu, daun miana juga memiliki karakteristik sebagai tanaman obat atau herbal.

Masalah kesehatan seperti wasir atau wasir dapat diobati dengan daun miana merah dengan meminumnya. Selain wasir, daun miana juga berkhasiat untuk membantu memecahkan dan mengeringkan bisul dengan megnompresnya beberapa menit sampai borok sembuh dan kering. Akhirnya daun miana juga bisa membantu penderita diabetes dengan memnumnya secara rutin sampai kadar gula darah turun.

11. DAUN PEPAYA

Pepaya menghasilkan buah-buahan yang lezat, dapat dimakan sebagai hidangan penutup atau hidangan di atas meja selama acara-acara tertentu. Selain menghasilkan buah, pepaya juga memiliki daun yang sudah lama digunakan sebagai tanaman berkhasiat atau tanaman obat keluarga yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Daun pepaya dapat digunakan untuk mencegah kanker karena sarat dengan getah putih sebagai susu, selain mengandung senyawa antikanker. Daun pepaya juga menyimpan senyawa karpain yang baik untuk menghambat kinerja beberapa jenis mikroorganisme yang mengganggu fungsi pencernaan. Daun pepaya juga dapat digunakan untuk mengontrol tekanan darah dan mengobati demam berdarah dan nyeri haid.

12. JINTEN HITAM

Jinten atau jintan hitam adalah ramuan yang dikenal dengan nama lain Habbatusauda. Tanaman obat keluarga yang satu ini telah lama digunakan oleh umat Islam karena direkomendasikan oleh Nabi Muhammad SAW. Maka tidak heran, ketika habbatasauda sangat dicari di negara-negara timur tengah sebagai media pengobatan.

Black cumin sendiri telah dipelajari dan dilaporkan bermanfaat bagi obat-obatan untuk berbagai jenis perawatan seperti anti-bakteri, anti-jamur, analgesik, anti-inflamasi, anti-ulkus, anti-hipertensi, antivirus, asma, alergi, gangguan kekebalan tubuh, pencernaan saluran, diabetes, kanker skala besar, dan epilepsi. Perlu juga dicatat bahwa jinten hitam memberikan beberapa efek samping sehingga konsumsinya harus di bawah pengawasan ahli pada dosis yang dianjurkan.

13. PEGAGAN

Pegagans mungkin dikenal oleh banyak orang Indonesia. Namun, jika banyak orang tahu bahwa daun pegagan memiliki fungsi obat tradisional? Tanaman yang banyak tumbuh di kawasan Afrika, Asia Tenggara, dan India telah digunakan sebagai obat-obatan. Seperti di India, itu digunakan dalam tradisi Ayurvedic.

Beberapa gangguan kondisi kesehatan dapat diatasi dengan daun pegagan, seperti sipilis, asma, dan psoriasis (masalah kulit). Selain itu, Centella asiatica juga banyak digunakan sebagai tanaman obat keluarga untuk mengobati penyakit ulkus lambung, epilepsi, diare, demam, hepatitis, dan kelelahan mental.

14. BLUSTRU

Tanaman terna yang tumbuh merambat dengan sulur di daun ketiak, blustru, memiliki nama ilmiah Luffa cylindrica. Di dalam buah terkandung zat pahit yang disebut luffein, juga cucurbitacin, dan citrulline. Di dalam biji disimpan cucurbitacin B, a-spinasterol, squalene, dan protein. Nira mengantongi vitamin B dan C, protein, lemak, xylan, dan saponin.

Bagian dari tanaman blustru yang memiliki fungsi pengobatan adalah daun, akar, dan batang. Daun blustru memiliki sifat diuretik, anti-inflamasi, antelmintik, muntah, laktagoga, dan pencahar ringan. Akarnya juga memiliki sifat anti-inflamasi. Batangnya dapat melancarkan aliran darah. Secara keseluruhan, tanaman blustru dapat digunakan untuk memurnikan ramuan obat, menstruasi tidak teratur, sesak nafas, sakit pinggang, batuk, migrain, dan wasir.

15. KEMUNING

Dikutip dari berbagai sumber, pada daun kuning terkandung 60 senyawa minyak atsiri yang hampir memenuhi 0,01% diisi oleh kadinene dan seskuiterpen. Selain minyak esensial, ada juga senyawa alkaloid tannin, saponin, dan glikosida jantung. Kuning juga memiliki flavonoid, alkaloid indol, dan coumarin.

Daun kuning yang memiliki bentuk indah seperti tanaman hias ini dapat digunakan untuk mencegah terjadinya koagulasi atau pembekuan darah. Selain itu, daun kuning juga telah diuji melalui studi ekstrak etanol yang melibatkan tikus sebagai subjek penelitiannya dengan hasil penurunan kadar glukosa darah yang signifikan, sehingga ditarik kesimpulan bahwa daun kuning juga baik untuk penderita diabetes.

16. DAUN MURBEI

Murbei atau mullberry adalah buah yang cocok dengan blackberry, warnanya merah kehitaman dengan rasa asam yang menyegarkan, umumnya dibesarkan sebagai tanaman pakan ulat sutera. Tidak banyak yang tahu bahwa pada daun mulberry tersimpan kemampuan hebat untuk kesehatan manusia.

Menurut catatan dalam jurnal penelitian yang diterbitkan pada tahun 2012, daun murbei mengandung senyawa asam galat (asam galat) yang dapat bekerja untuk menurunkan kadar glukosa darah. Laporan ini diperkuat oleh hasil penelitian lain yang dipublikasikan juga menunjukkan bahwa daun murbei memiliki dampak pada pasien dengan diabetes tipe 2 dengan tanda stabilitas kadar glukosa setelah mengkonsumsi sukrosa murni yang terkandung dalam daun murbei.

17. KUMIS KUCING

Kumis kucing telah dipercaya sejak lama oleh orang-orang Asia sebagai tanaman obat keluarga tradisional yang dapat mengobati penyakit yang berhubungan dengan ginjal. Tanaman kumis kucing yang dapat tumbuh di iklim tropis dan subtropis mengandung beberapa zat aktif seperti asam rosmarinic, flavonoid, lipofilik, sinensetin, orthosiphol, dan orthosiphon.

Tanaman kumis kucing diambil daunnya untuk dijadikan batu ginjal peluruh batu. Ini dapat dilakukan oleh kumis kucing karena memiliki sifat diuretik dengan menumpahkan atau membersihkan saluran kemih. Selain itu, kandungan zat aktif pada kumis kucing juga bisa menyembuhkan penyakit asam urat, hipertensi, diabetes, dan beberapa penyakit lain walaupun dikonsumsi secara mandiri atau dicampur dengan berbagai tanaman obat keluarga lainnya.

18. DAUN SIRIH

Orang yang tinggal di desa-desa terpencil, sebut saja suku Bayan di daerah Nusa Tenggara Barat, memiliki kebiasaan mengunyah daun sirih dengan jeruk nipis dan pinang. Kegiatan itu tidak terbatas pada tradisi atau budaya, tetapi berdasarkan penelitian mengunyah sirih ada hubungannya dengan kanker mulut dan pembentukan karsinoma sel skuamosa yang bersifat maliginan.

Daun sirih juga memiliki khasiat sebagai tanaman herbal untuk mengatasi berbagai penyakit seperti batuk berdahak, sariawan, bronkitis, kulit berjerawat, sakit gigi, keputihan, demam berdarah, haid tidak teratur, asma, sakit tenggorokan, gusi bengkak, merah dan gatal mata, ketiak, menghilangkan luka bakar, bisul, mimisan, pendarahan pada gusi, dan permukaan kulit yang gatal.

19. DAUN SALAM

Daun salam masuk tanaman rempah-rempah yang digunakan sebagai bumbu penyedap. Selain biasa digunakan di dapur sebagai bahan pencampur, daun salam juga digunakan sebagai tanaman herbal untuk memberikan manfaat kesehatan atau sebagai tanaman obat untuk berbagai penyakit.

Senyawa yang tertanam di daun salam dibantu oleh vitamin dan mineral untuk menyajikan fungsi pengobatan. Salah satu penyakit yang dapat ditangani oleh daun bay aalah tipe 2 dengan menurunkan kadar glukosa darah, kolesterol, dan trigliserida dalam tubuh. Perubahan akan terlihat setelah mengkonsumsi daun salam bubuk setidaknya satu bulan.

20. DAUN JAMBU BIJI

Tentunya Anda sering melihat iklan obat atau minuman untuk meluncurkan gangguan pencernaan seperti diare. Ketika dipertimbangkan, sebagian besar produk ini menggunakan bahan dasar jambu biji. Ternyata memang benar, dari catatan medis diketahui bahwa jambu biji memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama pada daun yang banyak digunakan untuk menjadi keluarga tanaman obat.

Daun jambu biji dapat mengatasi masalah diare. Masalah kesehatan yang mempengaruhi banyak orang ini tidak bisa dianggap enteng. Tercatat bahwa setiap tahun banyak orang meninggal akibat diare kronis. Untuk itu, segera gunakan daun jambu biji ketika Anda terkena diare. Diare harus ditangani dengan cepat dan cepat, tidak diremehkan meski terkesan sebagai penyakit yang sepele.

21. DAUN SUKUN

Buah sukun yang memiliki nama latin Artocarpus altilis adalah tanaman buah yang sering diolah menjadi makanan ringan seperti keripik atau direbus, ada juga pengolahan daging untuk dijadikan sayuran. Selain nikmat dikonsumsi sebagai makanan, ternyata sukun, terutama dedaunan, memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan.

Banyak penelitian telah melaporkan adanya senyawa khusus pada daun sukun yang berguna untuk penderita diabetes, gagal ginjal, penyakit jantung, asam urat, dan kolesterol tinggi. Beberapa dari senyawa ini termasuk asam hidroksi, polifenol, quercetin, tanin, artoindosionin, dan orthoindonesionin yang secara luas digunakan sebagai komponen aktif dalam bahan obat.

22. KAYU MANIS

Kayu manis adalah ramuan tradisional yang telah lama digunakan oleh manusia sebagai bumbu penyedap. Kayu manis juga bisa dikonsumsi sebagai suplemen untuk meredakan berbagai penyakit seperti jantung, radang sendi, perut kembung, dan kulit dengan menambahkan madu sebagai campuran untuk memberi rasa manis.

Di dalam kayu manis adalah bahan antimikroba yang kuat, anti-inflamasi, anti-infeksi, dan anti-koagulan. Ada juga antioksidan, polifenol, kalsium, zat besi, mangan, dan serat dalam kayu manis. Kehadiran komponen aktif dalam kayu manis membuatnya juga digunakan sebagai tanaman obat keluarga untuk mengontrol gula darah, meningkatkan kewaspadaan mental, mencegah penyakit jantung, meningkatkan fungsi usus, mencegah kanker, mengurangi peradangan jaringan otak internal yang konstan, mengurangi nyeri rematik, dan mengobati saluran infeksi pernapasan.

23. DAUN DADAP AYAM

Daun dadap ayam dari pohon setinggi 1 - 25 meter dengan batang dan ranting yang didominasi oleh duri. Di beberapa daerah di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan nama lain seperti dadap blendung, dadap laut, theutheuk, galala kokotu, lola kohori, dan beberapa nama lainnya. Daun ayam memiliki rasa pahit dan bersifat antipiretik, antelmintik, dan insektif.

Kandungan pada daun dadap ada eritralina alkaloid, kholina, minyak lemak, resin, betaina, kholina, hepaforina, erisotiofina, dan erisovina. Khasiat daun dadap ayam sebagai tanaman keluarga untuk mengobati batuk, demam, disentri, menstruasi tidak teratur, dan asi pelancar. Daun dadap ayam digunakan sebagai obat luar untuk mengobati peradangan dan penyakit kulit.

24. ADAS PULOSARI

Adas adalah tanaman rempah-rempah yang sering digunakan sebagai bumbu masak. Tanaman ini dikenal dengan nama lain pulosari sehingga banyak juga menyebutnya sebagai adas pulosari. Rempah-rempah yang mudah ditemukan di Indonesia telah lama digunakan sebagai komoditas ekspor. Hal ini tidak lepas dari kelebihan yang dimiliki oleh adas pulosari.

Sebagai salah satu tanaman obat keluarga bergizi, adas pulosari tentu menyimpan banyak kandungan seperti minyak atsiri, anetol, pinen, dipenten, fenkon, limonen, felandren, asam anistat, anisaldehid, dan minyak lemak. Pulosadri adas dapat digunakan sebagai ramuan obat untuk meredakan batuk, sakit perut, mual, diare, dan perut kembung. Tanaman ini juga bisa dikonsumsi untuk mengobati ambeien, wasir berdarah, bau mulut, biduran, dan batu empedu.

25. BROTOWALI

Brotowali adalah tanaman obat tradisional di mana pertumbuhannya cukup fleksibel. Keberadaan brotowali ada di berbagai daerah di nusantara, mulai dari Jawa, Bali, hingga Ambon. Brotowali banyak digunakan sebagai bahan dasar jamu atau juga bisa diolah menjadi bahan dasar obat tradisional.

Brotowali memiliki analgesik, alkaloid, antipiretik, antineoplastik, antidiabetes, antioksidan, antidepresan, antiporotik, anti-alergi, dan sifat imunologi. Semua sifat ini menjadikan brotowali sebagai tanaman obat keluarga serbaguna, dapat digunakan untuk menyembuhkan luka, menyembuhkan penyakit kulit, mengontrol gula darah, mengurangi demam panas, menyembuhkan nyeri rematik, mengurangi rasa gatal, menyembuhkan malaria, dan mengobati diare.

26. KEMUKUS

Kemukus adalah pohon anggur yang masih asing di Indonesia. Tanaman merambat yang disebut kaukus ini memiliki bentuk daun yang mirip dengan daun sirih, banyak digunakan sebagai bumbu masak. Sifat hangat dan jumlah kandungan minyak esensial di dalamnya membuat banyak kubus digunakan sebagai tanaman obat.

Bagian yang menyimpan banyak minyak arsiri bersama dengan senyawa kimia yang memiliki fungsi pengobatan terletak pada biji. Benih dikukus digunakan untuk mengobati beberapa penyakit seperti flu pada bayi, mengembalikan energi, mengobati asma dan sesak nafas, dan mengatasi keputihan dengan cepat. Penggunaan tida kukus mungkin berlebihan karena dapat menyebabkan keracunan, iritasi pada saluran kemih, iritasi ginjal, dan iritasi usus.

27. JERUK NIPIS

Kapur menjadi buah yang sangat akrab di masyarakat di Indonesia. Buahnya tersebar luas di Asia dan Amerika Tengah memiliki rasa buah daging yang asam. Ini mengandung banyak vitamin C dan asam sitrat. Jeruk nipis bisa digunakan untuk merica, membuat minuman yang menyegarkan, mengaduk asam, dan campuran herbal.

Tanaman obat keluarga kapur dapat digunakan sebagai herbal alami untuk menghilangkan penyumbatan energi vital, meluruhkan dahak, mengobati batuk, meluruhkan urine dengan sifat diuretiknya mengikuti keringat, dan mendukung proses pencernaan bekerja lebih baik. Selain itu, jeruk nipis juga bisa digunakan untuk mengobati wasir, radang amandel, anyang-anyangan, batu ginjal, batuk disertai influenza, demam, difteri, haid tidak teratur, vertigo, sakit tenggorokan, panu, pegal kaku, sakit gigi, dan tekanan darah tinggi.

28. DELIMA

Buah delima adalah buah bulat yang memiliki warna merah, putih, atau ungu cerah. Buah dengan ukuran yang tidak jauh berbeda dengan buah jeruk banyak ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Nama latin Punica Granatum, berasal dari Timur Tengah dengan kekayaan khasiat di bidang pengobatan tradisional.

Bagian kacang, daging buah, kulit buah, daun, bunga, kulit kayu, hingga akar pomegranate dapat digunakan sebagai obat tradisional. Beberapa manfaat buah yang lezat ini di bidang obat-obatan antara lain untuk cacingan, pembersih lambung, disentri, keputihan, raspath, sakit perut, muntah darah, radang gusi, perdarahan, penurun demam, sariawan, obat batuk, hipertensi, rematik, dan bronkitis.

29. CABAI MERAH

Cabe merah adalah penekan bumbu yang tumbuh banyak di Asia Tenggara. Masyarakat Padang menggunakan cabe sebagai makanan pokok untuk membuat masakan Padang. Cabai juga termasuk tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ini mengandung berbagai senyawa yang berguna untuk kesehatan manusia.

Menurut beberapa penelitian, cabe merah mengandung antioksidan yang dapat menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Selain itu, cabai juga mengandung senyawa yang disebut Capsaicin dan Lasparaginase yang bertindak sebagai zat antikanker. Kandungan capsicole yang terkandung dalam paprika merah juga dapat mengurangi sakit, rematik, kulit gatal, sakit gigi, dan gangguan rematik.

30. MENGKUDU

Pace, kudu, cangkudu, kodhuk, atau tibah adalah nama di beberapa daerah besar di Indonesia yang mengacu pada buah noni. Buah noni dihasilkan dari pohon yang dapat tumbuh hingga 3-8 m pada ketinggian rendah hingga 1500 mdpl. Buah noni sering digunakan oleh masyarakat untuk sayuran, salad, dan bahan obat.

Tanaman obat buah unik keluarga ini mengandung sejumlah senyawa kimia yang dapat melakukan banyak fungsi medis atau perawatan kesehatan, seperti meluncurkan sistem sirkulasi, membunuh bakteri infeksius, mencegah kanker, mengobati batuk, meningkatkan kekebalan tubuh, mengobati penyakit kuning, mengobati perut kembung, cedera untuk buang air besar, sakit maag, dan banyak lagi.

31. KAPULAGA

Kapulaga adalah penduduk asli dari Bhutan, Bangladesh, India, Indonesia, Nepal, dan Pakistan yang sering digunakan sebagai rempah-rempah untuk membuat rempah-rempah tertentu, atau diolah menjadi campuran ramuan tradisional dan obat-obatan herbal. Orang di Indonesia sudah lama menggunakan kapulaga sebagai obat tradisional. Bagian yang digunakan meliputi akar, buah, dan batang.

Berbagai khasiat biji kapulaga dapat membantu mengatasi berbagai keluhan yang terkait dengan saluran pencernaan, seperti sakit perut, sulit buang air besar, diare, dan gangguan pencernaan lainnya. Kapulaga juga dapat melancarkan peredaran darah dan menormalkan tekanan darah sehingga sangat cocok untuk penderita hipertensi. Tidak hanya itu, kapulaga juga dilaporkan memiliki sifat diuretik yang dapat mengeluarkan urine sehingga baik untuk ginjal.

32. BANGLE

Bangle juga termasuk tanaman rempah-rempah yang diklasifikasikan dalam temuan kesukuan. Bagian dari rimpang ini banyak digunakan sebagai dapur bumbu dan juga bahan perawatan. Banyak yang mengira bahwa bangle adalah jahe karena tampilannya sangat mirip, tetapi aslinya berbeda baik dari segi rasa maupun khasiatnya sebagai tanaman obat keluarga.

Bangle di negara Thailand banyak digunakan untuk minyak pijat. Sementara di negara lain, termasuk Indonesia, bangle banyak digunakan untuk mengobati demam, sakit perut, sakit kepala, sakit kuning, cacingan, rematik, perut kembung, batuk berdarah, dan masuk angin. Bagian-bagian yang digunakan untuk pembuatan obat lebih sering rimpang dan daun.

33. JAHE

Tentunya setiap orang akrab dengan bumbu yang satu ini. Jahe adalah keluarga tanaman obat berbentuk rimpang yang memiliki rasa pedas dominan karena mengandung senyawa keton yang disebut zingeron. Bagian dari rimpang jahe banyak digunakan sebagai bumbu dan bahan obat. Varietas jahe memiliki jahe gajah, jahe kuning, dan jahe merah yang dapat Anda tanam sendiri di rumah.

Banyak orang tahu bahwa jahe dinikmati sebagai minuman yang dapat menghangatkan tubuh. Bahkan, jahe juga bisa digunakan untuk mengobati berbagai jenis masalah perut, seperti mabuk, sakit perut, mual, diare, perut kembung, morning sickness, muntah pasca operasi, dan kehilangan nafsu makan. Selain itu, jahe juga mempuynai kegunaan lain untuk masalah nyeri otot, nyeri haid, nyeri punggung bawah, nyeri dada, bronkitis, dan infeksi saluran pernapasan bagian atas.

34. KENCUR
36 Macam Macam Tanaman Obat Keluarga Beserta Khasiatnya

Kencur atau cekur (nama lain) adalah tanaman obat yang mirip dengan jahe, milik suku temuan. Kencur rimpang mengandung banyak minyak esensial dan alkaloid yang bertindak sebagai stimulan. Kencur biasanya ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat tradisional.

Kencur umumnya dicampur menjadi bahan untuk mengobati influenza, batuk, demam, keseleo, membersihkan darah kotor, mengobati sakit maag, sakit maag, daire, sakit kepala, dan batu ginjal. Perawatan kencur dapat dilakukan secara mandiri di rumah atau ke pusat perawatan tradisional yang memiliki pengalaman dalam melakukan terapi penyakit dari bahan herbal.

35. KUNYIT

Jahe, kencur, dan kunyit ibarat triad yang tidak bisa dipisahkan. Kalau jahe dan kencur berguna untuk menyedapkan masakan, juga kunyit. Kembali dalam kaitannya dengan tanaman obat keluarga, apakah kunyit termasuk? Pastinya. Kunyit dapat digunakan sebagai bahan obat traidisonal atau pemeliharaan kondisi tubuh agar tidak mudah sakit.

Kunyit secara luas dipilih sebagai terapi pengobatan tradisional karena diyakini lebih efektif daripada menggunakan obat yang diresepkan oleh dokter. Dari beberapa penggunaannya, diketahui bahwa kunyit umumnya digunakan untuk meredakan gatal, membunuh virus, mencegah depresi, menurunkan tekanan darah, meredakan demam, mengusir bau badan, mengatasi gatal karena cacar air, obat malaria, diare, penambah stamina, permen karet. obat peradangan, dan terlambat datang bulan.

36. TEMULAWAK

Pada urutan terakhir ada temulawak yang juga lebih kaya daripada anggota temuan atau Zingiberaceae. Temulawak pertama kali ditemukan di Indonesia tepatnya di Pulau Jawa, menurut Wikipedia. Saat ini, temulawak telah banyak dibudidayakan di beberapa negara tetangga seperti Filipina, Thailand, dan Malaysia. Budidaya melebar ke negara-negara Asia Tenggara lainnya karena temulawak memiliki banyak khasiat obat.

Rimpang temulawak dapat dianggap sebagai teman sejak zaman nenek moyang kita. Sejak dulu hingga sekarang, temulawak turun temurun telah digunakan untuk mengobati diare, perut kembung, bisul, sakit kuning, dan pegal-pegal. Wild Ginger juga menyimpan antioksidan yang dapat mencegah terjadinya pembekuan darah. Di dalamnya juga mengandung minyak esensial dan kurkumin yang berfungsi sebagai anti-inflamasi.

Setidaknya, berbagai tanaman obat keluarga adalah yang paling banyak ditanam dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan dalam pembuatan ramuan tradisional. Memang banyak yang menganggap bahwa perawatan dengan bahan yang didapat langsung dari alam memiliki khasiat yang luar biasa, tetapi jangan sampai Anda ceroboh. Karena itu, dalam penggunaannya, jika Anda masih berbaring, lebih baik minta saran langsung oleh mereka yang sudah lama menggunakan metode pengobatan tradisional ini.