Macam-Macam Makna Kata, Makna Istilah dan Ungkapan

Macam-Macam Makna Kata, Makna Istilah dan Ungkapan
Macam-Macam Makna Kata, Makna Istilah dan Ungkapan
Makna Kata, Makna Istilah dan Ungkapan Bahasa telah digunakan selama ratusan tahun sebagai sarana komunikasi antara orang satu dengan lainnya. Seiring berjalannya waktu, kosakata bahasa tumbuh juga. Begitu juga dengan Bahasa Indonesia. Penambahan kosakata ini juga dipengaruhi oleh bahasa asing yang banyak diserap dalam Bahasa Indonesia. Sebuah kata dalam bahasa Indonesia dapat memiliki banyak arti jika diterapkan dalam konteks kalimat yang berbeda. Ada juga kata-kata yang memiliki arti khusus dalam bidang tertentu. Lalu ada juga kata-kata yang bila digabungkan memiliki arti yang samar-samar. Dalam artikel ini kita akan membahas lebih jauh tentang makna kata, arti istilah dan frasa yang memiliki hubungan erat dengan pengertian di atas.

Makna Istilah
Istilah dalam KBBI didefinisikan sebagai kata atau kombinasi kata yang menunjukkan makna konsep, proses, status, atau karakteristik dalam bidang tertentu. Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa istilah itu berbeda dari kata. Kata-kata dapat memiliki arti yang berbeda jika konteksnya berubah. Sedangkan istilah memiliki arti tetap atau spesifik dalam bidang tertentu.

Istilah dibedakan menjadi dua jenis yaitu istilah khusus dan istilah umum. Pengertian dan contoh dari kedua jenis istilah ini sebagai berikut :

  • Istilah khusus, adalah kata yang pemakaian dan maknanya terbatas dalam suatu bidang tertentu. Misalnya : apendektomi, kurtosis, bipatride, dan pleistosen.
  • Istilah umum, adalah kata yang menjadi unsur bahasa umum. Misalnya : taqwa, anggaran belanja, penilaian, daya, dan nikah.
  • Istilah dalam Bahasa Indonesia bersumber dari kosakata bahasa Indonesia, bahasa serumpun dan bahasa asing.


1. Kosakata Bahasa Indonesia

Istilah dapat terbentuk dari kosakata Bahasa Indonesia jika memenuhi syarat-syarat:

  • kata yang paling tepat, misalnya bea – cukai – pajak.
  • kata yang paling singkat, misalnya perlindungan politik – suaka politik.
  • kata yang berkesan baik, misalnya perempuan – wanita.
  • kata umum yang diberi makna baru, misalnya peka – peka cahaya.


2. Bahasa Asing

Bahasa Indonesia banyak menyerap bahasa asing. Bahasa asing ini dapat dipertimbangkan membentuk istilah baru apabila memenuhi syarat:

  • lebih cocok dengan konotasinya, misalnya profesional, kritik, kecaman, amatir
  • lebih singkat dibanding terjemahan aslinya dalam Bahasa Indonesia, misalnya studi, diplomasi, dokumen
  • kemudahan dalam komunikasi antarbahasa, misalnya inflasi, bursa, satelit
  • Untuk penjelasan yang lebih lengkap tentang istilah, lihat artikel contoh makna istilah yang telah dijelaskan sebelumnya.


3.  Bahasa Serumpun

Istilah dapat terbentuk dari bahasa serumpun/daerah jika memenuhi syarat-syarat:

  • lebih cocok dengan konotasinya, misalnya istilah anjangsana, tuntas, jamban.
  • lebih singkat dibandingkan Bahasa Indonesianya, misalnya istilah mawas diri, luwes, sandang pangan.



Makna Kata
Kata dalam KBBI didefinisikan sebagai unit bahasa terkecil yang bisa berdiri sendiri. Kata adalah perwujudan dari perasaan dan pikiran yang dituangkan melalui bahasa. Sebagai perwujudan dari perasaan dan pikiran, maka kata itu memiliki makna atau pengertian tertentu. Makna sebuah kata biasanya lebih dari satu. Jumlah jenis pemindahan makna membuat kata dapat memiliki arti yang berbeda jika konteks kalimat berubah.

Jenis jenis makna kata dan contohnya

Sampai saat ini belum ada pembagian yang jelas tentang jenis jenis makna kata. Namun banyak ahli yang telah membagi makna kata menjadi beberapa jenis. Salah satunya adalah Abdul Chaer. Abdul Chaer menggolongkan makna kata menjadi 13 jenis, yaitu:

  1. makna denotatif
  2. makna konotatif
  3. makna konseptual
  4. makna asosiatif
  5. makna kata
  6. makna istilah
  7. makna idiom
  8. makna peribahasa
  9. makna leksikal
  10. makna gramatikal
  11. makna kontekstual
  12. makna referensial
  13. makna non-referensial


Beberapa jenis makna kata ini telah pernah dibahas dalam artikel sebelumnya, beberapa diantaranya seperti : contoh kalimat gramatikal dan leksikal, makna kontekstual dan konseptual, contoh makna referensial dan non referensial, contoh makna asosiasi dan contoh makna kata.

Ungkapan
Ungkapan atau yang sering disebut idiom, adalah kombinasi kata-kata yang memiliki arti berbeda berbeda dengan kata yang menyusunnya. Frasa ini terdiri dari dua kata atau lebih. Jika ditulis tanpa konteks kalimat yang menyertainya, maka ada dua makna yang mungkin yaitu makna yang benar (arti denotasi) dan arti kiasan. Kedua makna ini telah dijelaskan dalam artikel denotasi kalimat dan konotasi dan contoh kalimat denotasi dan konotasi.

Oleh karena itu untuk memahami makna dari suatu ungkapan, harus ada konteks yang menyertainya. Untuk lebih jelas, perhatikan dua konteks kalimat berikut:

  • Jago merah kesayangan ayah kemarin mati tertabrak mobil.
  • Dalam sekejap, rumah susun itu telah habis dilahap si jago merah.
  • Konteks kalimat 1 merupakan contoh kalimat detonasi. Jago merah yang dikatakan dalam kalimat 1 adalah ayam jago yang berwarna kemerahan. Sedangkan konteks kalimat 2, istilah jago merah merujuk pada makna kias yang berarti “api”.


Contoh lain:

Ayah membanting tulang tiap hari agar kau dan adik-adikmu bisa bersekolah.
Sebaiknya hati-hati saat bicara dengannya, dia mudah sekali naik pitam.
Selama satu bulan ini postingan anak SMA itu menjadi buah bibir yang banyak diperdebatkan.
Karena perlakuan ibu tirinya, anak itu akhirnya angkat kaki dari rumahnya sendiri.
Usaha bubur ayam yang sudah turun menurun ditekuni keluarganya akhirnya terpaksa gulung tikar.
Tidak perlu terlalu dipikirkan, toh semua itu hanya bunga tidur.
Apa kau ingin membuatku naik darah?
Bagaimana kau ingin sukses jika usahamu hanya setengah jalan begitu?
Hati-hati padanya, anak itu terkenal panjang tangan dilingkungannya.
Perkara sengketa itu sudah masuk meja hijau.
Ardi benar-benar seperti bintang lapangan yang dielu-elukan penggemarnya.
Dengarkan baik-baik perkataan kakekmu, dia telah banyak mengalami asam garam kehidupan.
Tidak semua masalah harus dihadapi dengan emosi, sebaiknya gunakan kepala dingin untuk menyelesaikannya.
Dian selalu saja dijadikan kambing hitam setiap kali kakaknya terlibat masalah.
Sudahlah, aku angkat tangan saja. Sulit sekali menyelesaikan soal fisika ini.


Demikian pembahasan singkat mengenai makna kata, makna istilah dan ungkapan dalam Bahasa Indonesia beserta contoh kalimatnya. Semoga bermanfaat.