Jenis-Jenis Novel, Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya

Jenis-Jenis Novel, Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya
Jenis-Jenis Novel, Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya
Jenis-Jenis Novel dan Contohnya dalam bahasa Indonesia – Novel pasti terkenal di kalangan siswa atau siswa. Semakin banyak jenis cerita novel yang beredar di masyarakat. Selain itu, saat ini banyak orang mulai mengolah profesi sebagai penulis novel. Tidak sedikit pun kemudian novel itu menjadi best seller untuk kesempatan di film-kan. Sebenarnya, apa itu novel? Dan novel seperti apa yang ada di sastra Indonesia? Berikut ini akan disajikan jenis-jenis tipe novel lebih jelas.

Pengertian Novel

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, novel didefinisikan sebagai sebuah karangan prosa yang panjang dan mengandung rangkaian kehidupan seseorang serta menonjolkan watak dari setiap pelaku yang berperan. Cerita yang diutarakan dalam novel biasanya berupa cerita rekayasa. Novel adalah salah satu jenis karya sastra. Kata novel diadaptasi dari kata dalam bahasa Italia yaitu “novella” yang berarti “sebuah kisah, sepotong berita”. Kehidupan sehari-hari pelaku utama diceritakan bersama orang-orang d sekitarnya dengan cara naratif.

Ciri-Ciri Novel

Novel sebagai salah satu jenis karya sastra memiliki ciri yang berbeda dibandingkan dengan karya sastra lain. Berikut adalah ciri-ciri novel:

  1. Terdapat lebih dari satu efek dan emosi
  2. Novel mempunyai alur cerita yang kompleks
  3. Terkadang muncul tema sampingan selain tema utama
  4. Jenis-Jenis Novel
  5. Novel terdiri minimal 35.000 kata atau 100 halaman
  6. Terdapat lebih dari satu pelaku yang diceritakan



Novel terdiri dari beragam jenisnya, bergantung pada kelompoknya masing-masing. Novel dibedakan berdasarkan genre, isi dan tokohnya, serta kebenaran ceritanya. Berikut adalah uraian dari masing-masing jenis novel.

Novel Berdasarkan Kebenaran Cerita
Berdasarkan kebenaran cerita, novel terbagi menjadi novel fiksi dan novel non fiksi.





  • Novel Fiksi : jenis novel yang bercerita tentang hal fiktif atau khayalan semata, dan tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata. Kefiktifan ini juga termasuk tokoh, alur, dan latar yang digunakan dalam novel saja. Contoh: Harry Potter.
  • Novel Non Fiksi : jenis novel yang bercerita tentang kejadian nyata. Biasanya jenis novel ini merupakan kisah sejarah atau pengalaman seseorang. Contoh: Laskar Pelangi.

Novel Berdasarkan Genre
  • Novel Komedi : novel yang memuat unsur-unsur humor sehingga membuat para pembaca terhibur. Contoh: Kambing Jantan.
  • Novel Horor : novel yang memberikan efek menegangkan bagi pembaca. Cerita yang disajikan dalam novel ini biasanya cerita seram, bisa berupa hal mistis atau gaib. Contoh: Bangku Kosong.
  • Novel Inspiratif : novel yang berisi kisah-kisah inspiratif. Jenis novel ini ditujukan untuk memberikan pesan moral atau membangkitkan motivasi para pembaca. Contoh: Laskar Pelangi.
  • Berdasarkan genre atau jenis ceritanya, novel terbagi menjadi 5 jenis yaitu novel romantis, novel misteri, novel komedi, novel horor, dan novel inspiratif.
  • Novel Romantis : novel yang menceritakan kisah-kisah percintaan. Contoh: Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih.
  • Novel Misteri : novel yang menceritakan kisah-kisah misteri dan menimbulkan rasa penasaran pembaca karena penuh dengan teka teki. Contoh: Sherlock Holmes.


Novel Berdasarkan Isi dan Tokohnya
Berdasarkan isi novel dan tokoh yang diceritakan, novel terbagi menjadi 4 jenis yaitu novel teenlit, novel chicklit, novel songlit, dan novel dewasa.

  • Novel Songlit : novel yang dibuat dari sebuah lagu. Biasanya, alur cerita dalam novel ini dikembangkan dari sebuah lagu yang sedang hits atau bermakna mendalam. Contoh: Sebelum Cahaya, Lelaki Buaya Darat.
  • Novel Dewasa : jenis novel ini diperuntukkan hanya untuk orang dewasa. Hal ini dikarenakan isi dari jenis novel ini biasanya berhubungan dengan unsur sensualitas orang-dewasa. Contoh: Saman dan Larung.
  • Novel Teenlit : novel yang ditujukan untuk para remaja. Segala yang diceritakan dalam novel jenis ini disesuaikan dengan karakter dan tumbuh kembang remaja. Biasanya topik cerita untuk jenis novel ini adalah tentang cinta dan persahabatan. Contoh: Dealova, Paris I’m in Love.
  • Novel Chicklit : novel ini mempunyai tingkatan lebih tinggi dari novvel teenlit. Jenis novel ini menceritakan mengenai wanita muda dan segala permasalahan yang dihadapi. Contoh: Testpack, Miss Jutek, Klub Santap Malam Rahasia.


Unsur Unsur Novel

Sebuah novel dibangun atas unsur-unsur yang saling melengkapi satu sama lain. Berikut adalah unsur-unsur dalam sebuah novel:

1. Alur

Alur adalah urutan peristiwa dalam cerita/ novel. Dalam sebuah cerita, dikenal alur maju dan alur mundur. Unsur penting yang ada dalam alur adalah peristiwa, konflik, dan klimaks. Secara umum, tahapan alur dalam sebuah cerita/ novel adalah dimulai dari perkenalan tokoh, dilanjutkan dengan penampilan masalah atau mulai muncul konflik, kemudian klimaks (ketegangan masalah), anti klimaks, dan yang terakhir penyelesaian masalah.

2. Sudut Pandang

Sudut pandang dalam sebuah cerita/ novel merupakan cara pengarang untuk bercerita. Dalam bercerita, pengarang dapat berkedudukan sebagai orang I atau orang III. Ketika pengarang mengambil sudut pandang orang I, maka ia bisa menjadi tokoh utama atau hanya sebagai pengamat. Berbeda jika pengarang mengambil sudut pandang orang III, maka ia dapat menjadi orang III serba atau orang III terarah.

3. Amanat

Amanat adalah pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada para pembaca. Amanat dapat disampaikan secara langsung ataupun tidak langsung. Jika amanat disampaikan secara langsung biasanya akan berupa tulisan. Sedangkan jika disampaikan secara tidak langsung biasanya melalui dialog antar tokoh.

4. Tokoh dan Penokohan

Tokoh merupakan pelaku dalam cerita. Sedangkan penokohan adalah watak dari tokoh dalam cerita. Tokoh inilah yang merupakan media pembawa pesan atau amanat yang ingin disampaikan oleh penulis. Dalam sebuah cerita, ada beberapa pembagian tokoh yaitu tokoh utama, tokoh tambahan, tokoh protagonis, dan tokoh antagonis. Karakter tokoh dalam cerita dapat digambarkan melalui tingkah laku, ucapan dalam dialog, bentuk fisik, pikiran dalam hati, tanggapan tokoh lain, atau justru melalui penjelasan secara langsung.

5. Latar, adalah tempat terjadinya peristiwa yang ada dalam cerita/ novel.

6. Tema. Unsur ini terkadang menjadi penting bagi sebagian orang. Tema akan menjadi makna pokok dalam cerita/ novel.



Sekian pembahasan mengenai jenis jenis novel dan contohnya. Semoga materi yang dipaparkan pada artikel ini mudah dipahami dan dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih.