Skip to main content

Pandangan Gereja Terhadap Hukum Aborsi Bagi UMAT Kristiani

Ada banyak pandangan hukum Gereja tentang aborsi. Umumnya ini tidak dipisahkan dari dosa perzinahan sesuai dengan Alkitab yang membuat banyak orang pada akhirnya tidak memberikan contoh perilaku. Oleh karena itu, Gereja ini tegas dan memberikan hukuman yang jelas bagi mereka yang melakukan aborsi sesuai dengan Kekristenan. Jika ingin tahu apa bentuk dan rupanya, maka di sini adalah beberapa poin yang berkaitan dengan hukum gereja pada aborsi.

Pandangan Gereja tentang aborsi


Gereja itu sendiri memberikan pandangan tentang tindakan seperti aborsi dan memberikan hukuman bagi mereka yang melakukannya. Karena tidak hanya gereja, bahkan pemerintah sendiri menetapkan hukum untuk pengobatan aborsi dan perzinahan. Karena itu, itu adalah salah satu dari sekian banyak bentuk dosa menurut Alkitab. Selain itu, aborsi itu sendiri sama dengan membunuh seseorang yang merupakan bayi di dalam rahim. Jadi tentu saja aborsi adalah sesuatu yang harus dihindari.

Hukum Gereja tentang aborsi


Berikut adalah beberapa hukum gereja mengenai aborsi yang dilakukan oleh sebagian besar gereja jika mereka mengetahuinya.

1. hukuman berdasarkan cinta

Hal pertama yang diterapkan gereja, meskipun melihat para pembesar umum, Gereja terus melakukan prinsip cinta tentang Alkitab. Karena pada dasarnya itu adalah hak Allah sendiri untuk menentukan hukuman bagi dosa kita, tidak ada manusia yang melakukannya. Oleh karena itu hukuman yang diberikan oleh gereja masih ada kasih dan tidak dikucilkan atau mengusir mereka yang melakukan perzinaan termasuk aborsi.

2. penghukuman pertobatan

Lebih lanjut, di gereja juga mengutuk orang yang berdosa dan kesalahan untuk melakukan bagaimana bertobat dari orang Kristen. Karena pada dasarnya manusia akan berbuat dosa, tetapi setiap orang memiliki kesempatan untuk bertobat. Karena itu, bagi mereka yang ingin mendapatkan pengampunan, maka Anda harus bertobat dan berjanji kepada Jahweh untuk tidak melakukan perzinahan dan segala dosa lain di hari itu.

3. Hukuman pernikahan 
Lebih jauh lagi, Gereja umumnya akan menghukum pasangan yang memiliki aborsi untuk segera menetapkan konfirmasi perkawinan. Jadi apa yang dilakukan di masa lalu tidak akan terjadi lagi di masa depan. Karena dosa adalah permusuhan, termasuk dosa perzinahan dan aborsi. Oleh karena itu gereja akan lebih memilih mereka yang berzinah untuk bertobat dan kemudian meminta konfirmasi pernikahan agar mereka dapat menjadi suami yang sah di dalam Tuhan. Oleh karena itu, risiko perzinahan dan menyebabkan aborsi dapat dicegah dan dihindari.

Itu adalah beberapa penjelasan tentang hukum gereja untuk aborsi penting diketahui. Karena hari ini adalah jahat sehingga banyak yang jatuh dalam dosa termasuk melakukan hukum perzinahan menurut orang Kristen sampai mereka hamil dan memutuskan untuk melakukan aborsi. Harus mempertimbangkan dengan baik sebelum melakukan sesuatu. Jadi dosa ini bisa dihindari dan tidak menuntun pada kejatuhan iman kita sebagai orang percaya. Dengan berdoa dan memohon pertolongan serta tujuan karunia Roh Kudus, kehidupan kita selalu dekat dengan Allah dan menghindari hasrat dosa.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar