Skip to main content

4 Ayat Alkitab Tentang Pengharapan Dalam Suatu Kepercayaan

Dalam era ini, ada banyak keyakinan yang berkembang dan dibuat oleh masyarakat, jika hati-hati diamati dalam sebuah keyakinan dapat berbeda dari satu sama lain bahkan dalam satu keyakinan dalam sama beberapa keyakinan sesuai dengan versi masing-masing. Jika diamati dan diperiksa lagi bukanlah tujuan dari semua kepercayaan adalah sama pada akhirnya? Berbicara tentang kepercayaan pasti akan mengarah pada agama.

Agama adalah atribut nyata dari kepercayaan seseorang, agama dapat ada karena pengakuan dari keyakinan yang sedang diakui oleh sekelompok orang.  Oleh karena itu kita perlu berpegang teguh pada Firman Tuhan, beberapa ayat Alkitab tentang kepercayaan berikut jika itu bisa menguatkan iman melalui pengharapan Jahweh.

1 Yosua 1:9
Ayat Alkitab tentang kepercayaan dapat dilihat dalam Yosua 1:19  "Bukankah aku telah memerintahkanmu: Jadilah kuat dan berani dalam hatimu? Janganlah menyusut dan tidak baik hati, karena Tuhan, Allahmu, menyertai kamu kemanapun kamu pergi.  "Kepercayaan di hadirat Allah bagi orang percaya adalah mutlak untuk dilakukan.

Ada saat-saat ketika manusia bergantung pada diri mereka sendiri tanpa perlu melibatkan Allah di dalamnya. Bahkan, Tuhan ingin dan kerinduan untuk mengambil bagian dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika orang dihadapkan pada sebuah eksperimen di mana Tuhan pasti telah memberikan izin untuk hal ini terjadi karena Allah tahu bagaimana batasan dan kemampuan manusia, Allah pasti akan mengambil bagian dalam bantuan yang diberikan.

2 Mazmur 13:5
Dalam Mazmur 13:5 mengatakan  "tetapi aku, kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersukacita karena keselamatanmu ", cinta macam apa yang diinginkan manusia? Tidak ada yang lebih besar dan lebih daripada kasih yang Tuhan berikan kepada manusia.

Teks alkitabiah dari kepercayaan ini menguatkan hati orang percaya bahwa Jahweh tidak akan meninggalkan manusia karena dosa, tetapi sebaliknya Jahweh menghendaki dan merindukan manusia untuk berpaling dari dosanya dan mengikutinya. Kasih Allah adalah setia, tidak setia dalam ukuran manusia tetapi dalam ukuran Allah yang adalah kasih kekal dan tidak akan berubah.

3. Amsal 3:5-6
Teks alkitabiah dari kepercayaan berikutnya adalah dalam Amsal 3:5-6  "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri. Akuilah dia dalam segala jalanMu, dan dia akan mengarahkan jalanmu.  "Percaya tidak dilakukan dengan setengah hati atau ragu tetapi dengan pengertian dan hati yang teguh.

Percaya kepada Tuhan sebagai penyelamat tidak hanya dapat diputuskan setelah kita manusia benar-benar memahami maksud dari semua itu, karena pemikiran dan jalan Allah yang mendalam dan tidak dapat bersatu dengan pikiran dan pikiran manusia. Orang terkadang terlalu sombong mengenai jalan mana dan keputusan apa yang harus dijalankan, hendaknya melibatkan dan menyerah kepada Tuhan adalah jalan yang benar. Orang yang percaya dan dibaptis pasti akan dituntut untuk terbentuk dan diperbaharui dari hari sehari-hari oleh kehidupan Tuhan sehingga ketika kita menjalani kehidupan sehari-hari kita bisa memantulkan Allah dalam diri kita, itu bisa menjadi kesaksian hidup kita kepada orang lain yang belum percaya bahwa nama Allah dapat dimuliakan ke atas kita.

4 Yeremia 17:7-8
Yeremia 17:7-8 mengatakan  "Berbahagialah orang yang bersandar kepada Tuhan, yang menaruh harapannya kepada Tuhan! Ini akan menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi air yang memiliki akar tepi poros air, dan tidak akan mengalami kedatangan matahari, yang daun tetap hijau, yang tidak khawatir pada tahun kering dan tidak berhenti memproduksi buah  ". Teks alkitabiah dari kepercayaan ini menekankan dan memberikan gambaran tentang kehidupan orang percaya yang diberkati oleh kehidupan Allah dalam kehidupannya. Kehidupan orang percaya bukanlah kehidupan yang mandiri tetapi bersandar kepada Allah dalam setiap kasus kehidupan yang bersifat alam sehingga diri pribadi dapat lebih dekat kepada Allah setiap hari.

Orang seperti itu pasti akan menyebabkan pengharapan sejati, yang merupakan harapan hadirat Allah dalam kehidupan. Orang percaya yang dekat dengan Tuhan digambarkan sebagai pohon yang ditanam oleh air yang akarnya akan terus mengarah ke sumber air sehingga dapat tumbuh dan selalu puas dengan kebutuhan setiap hari. Pohon ini menggambarkan kita orang percaya yang menaruh harapan pada Tuhan sehingga kita akan terus menuntut keberadaan Allah dalam hidup, sehingga hidup kita akan selalu waspada dari-nya. Semua pencobaan dan rintangan Tuhan bergabung dalam kehidupan agar kita dapat mengatasinya.

Di mata banyak orang sering bingung bahwa keyakinan kita adalah agama agama. Jika kita melihat ke belakang ketika Tuhan Yesus datang ke dunia sebagai manusia Tuhan Yesus tidak membawa agama baru atau keyakinan baru. Semua yang berasal dari Allah dan oleh Allah sendiri, seperti yang dijelaskan bahwa Tuhan adalah awal dan akhir. Melanjutkan mengapa untuk tanggal banyak jenis keyakinan menggunakan kata agama sebagai judul? Semua ini kembali kepada manusia lagi, jika memikirkan oleh logika manusia ini tidak akan ada habisnya. Allah tidak menginginkan agama yang sempurna dalam manusia yang Tuhan inginkan ketika orang percaya bahwa manusia akan kembali kepada Tuhan penciptanya. Agama tidak menjanjikan diri kita untuk memperoleh keselamatan karena keselamatan sejati berasal dari Allah itu sendiri.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar