Skip to main content

Bersumpah Menurut Ayat Alkitab Ajaran Kristen

Apakah Anda pernah bersumpah? Sumpah dalam kamus besar bahasa Indonesia dapat berarti tiga hal. Pertama, sumpah adalah pernyataan yang secara formal diucapkan dengan bersaksi kepada Allah atau sesuatu yang dianggap sakral (untuk menguatkan kebenaran dan keseriusan dan sebagainya). Kemudian sumpah juga berarti pernyataan dengan tekad untuk melakukan sesuatu untuk memperkuat kebenaranNya atau berani menderita sesuatu jika pernyataan itu tidak benar. Sumpah juga dapat berarti janji atau janji yang teguh (akan mencapai sesuatu). 

Adapun signifikansi negatif dari sumpah itu adalah perkataan yang buruk (makian dan seterusnya); Kutukan wabah dll Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai atau mungkin pelaku sumpah kaul.

Dari sumpah yang dianggap perlu sebagai sumpah jabatan sampai sumpah bahwa tidak disadari kita berbicara untuk membenarkan perkataan kita. Sebuah kalimat seperti  "untuk Tuhan bukan aku ",  "oleh Allah nomor tidak segitu ", dan jadi kita mungkin sering mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Tapi bagaimana hukum bersumpah dalam kekristenan? Alkitab sebagai sumber hukum Kristen tentu saja memberikan jawaban. 

Di dalamnya ada seperangkat aturan dan solusi, seperti ayat Alkitab pada orang yang berwajah dua, ayat Alkitab tentang hukuman mati, ayat Alkitab tentang hari Valentine, ayat Alkitab tentang warna rambut, dan sebagainya. Apakah ada ayat Alkitab tentang bersumpah? Jika ada ayat Alkitab tentang bersumpah, bagaimana? Artikel berikut akan menjelaskannya lebih lanjut.

Ayat Alkitab tentang mengumpat

Selain berisi kebaktian harian seperti ayat Alkitab untuk ulang tahun, ayat Alkitab untuk kesetiaan kepada pasangan, ayat Alkitab tentang hati yang patah dan ayat Alkitab untuk memperkuat iman, Alkitab juga berisi seperangkat hukum yang dapat menjadi Panduan bagi kehidupan orang Kristen. Ayat Alkitab tentang bersumpah adalah salah satunya. Apa saja ayat Alkitab tentang bersumpah? Berikut adalah penjelasan.

Berdasarkan ayat dari Matius

Injil Matius adalah salah satu dari empat Injil perjanjian baru. Injil dalam tradisi oral disalin secara berurutan dengan Matius pertama, diikuti oleh Markus, Lukas dan Yohanes. Injil Matius diklasifikasikan sebagai injil sinoptik bersama dengan Injil Lukas. Ayat Alkitab dapat ditemukan dalam Injil ini, seperti:

  1. Matius 5:36 : Janganlah engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun.
  2. Matius 5:37 : Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
  3. Matius 19:5-6 : Dalam firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
  4. Matius 23:18 : Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.
  5. Matius 23:19 : Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang mengunduskan persembahan itu?
  6. Matius 23:20 : Karena itu barang siapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya.
  7. Matius 23:21 : Dan barang siapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.
  8. Matius 23:22 : Dan barang sia bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.
  9. Matius 5:33 : Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
  10. Matius 5:34 : Tetapi aku berkata kepadamu: Janganlah sekal-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah.
  11. Matius 5:35 : Maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar.


Berdasarkan ayat dari Yakobus

Surat Yakobus adalah salah satu kitab dalam bagian perjanjian baru dari Alkitab Kristen. Surat ini diklasifikasikan ke dalam Surat am dengan Surat Yudas, Surat 1 Petrus, 2 Petrus dan Surat ketiga Yohanes dari zaman Eusebius sekitar 260-340 TM. Dalam Surat Yakobus juga memuat ayat Alkitab mengenai sumpah, yaitu:

  • Yakobus 5:12 : Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi surga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.


Berdasarkan ayat dari Yohanes

Terdapat dua Surat Yohanes. Surat pertama Yohanes (disingkat 1 Yohanes) adalah satu surat dalam perjanjian baru dalam Alkitab Kristen yang merupakan surat yang dikirim dan diedarkan ke kelompok lain, yang prasasti adalah wacana untuk membangun iman yang benar.

Surat Yohanes yang kedua (Surat kepada 2 Yohanes) juga ditemukan dalam Perjanjian Baru. Surat ini ditujukan kepada Gereja untuk memberikan beberapa petunjuk tentang sikap yang harus diambil oleh Gereja Kristen terhadap orang yang diketahui telah menyebarkan doktrin yang menyesatkan. Dalam Surat Yohanes, ada ayat Alkitab mengenai sumpah, termasuk:

  1. Yohanes 8:45 : Tetapi karena aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.
  2. Yohanes 8:46-47 : Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? Barang siapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.
  3. 1 Yohanes 1:10 : Jika kita berkata , bahwa kita tidak akan berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.
  4. Yohanes 1:47 : Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!”
  5. Yohanes 8:44 : Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalahpendusta dan bapa segala pendusta.


Surat-Surat Lainnya

Selain pada surat-surat yang telah disebutkan di atas, ayat Alkitab tentang bersumpah juga dapat ditemukan pada surat-surat berikut, yaitu:

  1. Keluaran 20:16 : Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
  2. Mazmur 37:37 : Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan.
  3. Kisah Para Rasul 18:18 : Paulus tinggal beberapa hari lagi di Konritus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia bernazar. Priskilla dan Akwilla menyertai dia.
  4. Kisah Para Rasul 21:23 : Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar.
  5. Kisah Para Rasul 21:24 : Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat.
  6. Ulangan 6:13 : Engkau harus takut akan Tuhan, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.
  7. 2 Korintus 1:23 : Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku, Ia mengenal aku, bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu.
  8. Galatia 1:20 : Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.
  9. Imamat 5:4 : Atau apabila seseorang bersumpah teledor dengan bibirnya hendak berbuat yang buruk atau yang baik, sumpah apapun juga yang diucapkan orang dengan teledor, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya, maka ia bersalah dalam salah satu perkara itu.
  10. Amsal 20:25 : Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan “Kudus”, dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.
  11. Pengkhotbah 5:3 : Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu
  12. Pengkhotbah 5:4 : Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.
  13. Pengkhotbah 5:5 : Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah perkataan di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf, Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?
  14. Keluaran 20:7 : Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.


Itulah penjelasan ayat Alkitab tentang mengumpat. Sumpah sejati-nya perlu dihindari. Apalagi jika sumpah tersebut merupakan sumpah palsu. Karena dengan bersumpah, kami memegang tanggung jawab berat. Lebih jika sampai membawa sekitar nama Allah. Ini sesuai dengan Surat Matius 5:36: Janganlah engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak memiliki kuasa memutihkan atau menghitam rambut. Jadi, berhati-hatilah sebelum Anda berbicara keadaan apapun. Sehingga kondisi yang tidak diinginkan dapat dihindari.

Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar