Skip to main content

Ayat Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru Tentang Hukuman Mati

Setiap orang yang bersalah tentu saja akan mendapatkan hukuman, salah satunya adalah hukuman mati yang masih diperdebatkan oleh banyak negara. Tetapi dari pihak Kristen, ada banyak ayat Alkitab tentang hukuman mati yang jelas tertulis dalam Perjanjian lama. Tetapi masih ada banyak hamba Allah yang mengingatkan bahwa hukuman mati dalam Perjanjian Baru bertentangan dengan hukum kasih Alkitab. 

Oleh karena itu hukuman mati menjadi hal yang membutuhkan pembahasan lebih lanjut sebelum dijatuhkan. Untuk rincian lebih lanjut tentang pihak Kristen, dianjurkan untuk melihat beberapa ayat Alkitab ini pada hukuman mati.

Ayat Ayat Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru Tentang Hukuman Mati


Perjanjian Baru

Ibrani 10:28 “Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.”

Dikatakan di atas, adalah Allah yang pertama-tama membiarkan dan menginginkan hukuman mati pada beberapa tokoh Alkitab sejati yang ceritanya tercatat dalam Alkitab. Namun, hal ini tidak terjadi pada sesaat murka. Karena itu, Jahweh kemudian memperbaharui janjinya melalui penyelamatan yang dilakukan melalui penebusan Jahshua di kayu salib. Karena Allah, ia melihat bahwa hukuman mati belum tentu yang terbaik diberikan kepada orang Kristen. Oleh karena itu, ada beberapa ayat yang berhubungan dengannya.

Roma 7:4 “Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.”

Roma 7:6 “Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.”

Dikatakan melalui bagian di atas bahwa pada saat perjanjian baru, orang Kristen tidak lagi memegang hukum sepenuhnya. Tetapi dasar dari hukuman mati yang Allah Ijinkan adalah bagian dari hukum Taurat. Tapi melihat kasih yang diberikan Tuhan melalui penebusan dosa, jelas sekali bahwa di masa sekarang kesalahan tidak akan dihukum oleh hukuman mati yang tidak mengakui prinsip cinta Alkitab dan rahmat. Tetapi dapat mempertimbangkan hukuman lain yang lebih manusiawi dan lebih tepat.

1 Korintus 13:13 “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

Allah mengingatkan Anda bahwa pada prinsipnya jika Anda ingin menghukum orang lain, Anda harus terlebih dahulu cermin diri sendiri. Juga pastikan untuk bertanya kepada Roh Kudus apa yang akan kita lakukan. Karena Allah meminta kita untuk tidak lagi patroli hukuman mati untuk kesalahan seseorang. Anda harus melakukan hukuman bijaksana dan meminta kepemimpinan dan rahmat Allah dalam memutuskan apa yang terbaik. Jadi tidak akan merasa bersalah atau mengecewakan banyak pihak ketika dijatuhi hukuman mati.

Perjanjian lama

Keluaran 21:12 “Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati”

Ulangan 24:16 “Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.”

Dari ayat dalam Perjanjian lama di atas jelas bahwa Jahweh mengijinkan manusia berdosa untuk dihukum mati di dunia ini. Jadi mereka tidak layak diberikan kehidupan. Namun, penting untuk diingat bahwa dalam periode perjanjian lama, hukuman mati pada akhirnya merupakan bagian dari tujuan hukum yang tidak hanya mutlak dari Allah tetapi telah diadaptasi oleh para ahli Taurat sehingga tidak sepenuhnya hasrat Allah kepada umatNya.

Imamat 24:21 “Siapa yang memukul mati seekor ternak, ia harus membayar gantinya, tetapi siapa yang membunuh seorang manusia, ia harus dihukum mati”

Keluaran 31:14 “Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.”

Hal ini ditekankan oleh Allah melalui istilah lain pada saat itu. Termasuk jika manusia melanggar berbagai macam sifat berdosa sesuai dengan Alkitab, hukuman mati dapat diberikan kepada mereka yang memecahkannya. Sehingga hukuman mati saat ini cukup lazim dan cukup banyak dilakukan. Tapi apa yang dilakukan harus berdoa lagi pertama, karena belum tentu keputusan untuk menempatkan hak kematian sesuai dengan kata atau tidak diperlukan.

Ini adalah beberapa ayat Alkitab tentang hukuman mati. Memang dalam Perjanjian lama hukum yang berlaku mencakup pemberian Allah sendiri cukup ketat kepada siapa saja yang melanggar ketentuan Allah. Begitu sering ada banyak orang yang takut untuk melakukan semacam dosa sesuai dengan Alkitab atau kesalahan yang tidak berani untuk mendapatkan kalimat. Namun konsep lain ditekankan pada perjanjian baru. Dimana manusia diselamatkan melalui penyaliban Yesus. Sehingga kesalahan yang keliru ini berhak ditoleransi pada sifat kemanusiaan dan kasih yang Allah ajarkan kepada umat manusia.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar