--> Skip to main content

Pengertian Khotbah, Rukun-rukun khotbah dan Struktur Khotbah Lengkap

Pengertian Khotbah dan Struktur Khotbah. Kata khotbah berasal dari bahasa Arab, yaitu khataba yang berarti 'nasihat'. Lebih jauh, khotbah diartikan sebagai pidato dan Khotbah Contoh memudahkan kita untuk mengetahui lebih banyak tentang isi khotbah. Beberapa khotbah dengan pidato publik. Khotbah lebih mengacu pada pidato yang menggambarkan masalah agama. Karena itu, dalam praktiknya, berkhotbah memiliki cara tertentu. 

Sebagai contoh, dalam Islam, satu tahap dalam berkhotbah, pengkhotbah (pengkhotbah) harus mengutip satu ayat Al-Qur'an dan menjelaskan isinya, kemudian mengakhiri khotbah dengan berdoa.

Tetapi Khotbah memiliki perbedaan dengan umumnya pidato. Apa yang dideskripsikan dalam khotbah lebih mengacu pada hal-hal yang bersifat religius sedangkan jika pidatonya bersifat umum. Itulah sebabnya dalam praktiknya khotbah memiliki cara tertentu dalam penyampaiannya. Sebagai contoh dakwah dalam Islam, dalam dakwah harus ada dai, yaitu mereka yang berdakwah, isi khotbah harus mengutip dari salah satu ayat yang tercantum dalam Al Qur'an dan menjelaskannya, dan jika khotbah berakhir maka diakhiri dengan doa.

Struktur Khotbah 
Secara umum, khotbah terbagi atas tiga bagian, yakni pendahuluan, isi dan penutup.....

a. Bagian pendahuluan berupa puji-pujian kepada tuhan, ajakan untuk bertakwa, dan mensyukuri segala nikmat-Nya. 
b. Bagian isi menguraikan tema Khotbah. Bagian inilah yang memuat materi-materi utama yang disampaikan khatib. 
c. Bagian penutup berupa pesan-pesan dan doa 

Syarat-syarat khotbah adalah sebagai berikut:

Khatib (orang yang berkhotbah) harus suci dari hadas baik besar maupun kecil.
Khatib harus suci dari najis baik badan, pakaian maupun tempat.
Khatib harus menutup aurat (dalam khotbah jumat).
Khatib harus berdiri bila mampu.
Khatib harus menyampaikan khotbahnya dengan suara keras hingga terdengar oleh para jamaah.
Khatib harus duduk di antara dua khotbah dengan tuma’ninah (dalam khotbah Kumat).
Rukun-rukun khotbah harus disampaikan dengan bahasa Arab, selebihnya bisa menggunakan bahasa yang dapat dipahami dan sesuai dengan jama’ahnya (dalam khotbah Jumat).

Khotbah dalam ajaran agama Islam memiliki beberapa rukun yang dipenuhi. 

Rukun-rukun khotbah adalah:

  1. Wajib dimulai dengan hamdalah, yaitu lafaz yang memuji Allah SWT. Misalnya lafaz alhamdulillah, atau innalhamda lillah, atau ahmadullah. Pendeknya, minimal ada kata alhamd dan lafaz Allah, baik di khotbah pertama atau khotbah kedua.
  2. Shalawat kepada Nabi SAWShalawat kepada nabi Muhammad SAW harus dilafadzkan dengan jelas, paling tidak ada kata shalawat. Misalnya ushalli ‘ala Muhammad, atau as-shalatu ‘ala Muhammad, atau ana mushallai ala Muhammad.Namun nama Muhammad SAW boleh saja diucapkan dengan lafadz Ahmad, karena Ahmad adalah nama beliau juga sebagaimana tertera dalam Al-Quran.
  3. Washiyat untuk Taqwa Yang dimaksud dengan washiyat ini adalah perintah atau ajakan atau anjuran untuk bertakwa atau takut kepada Allah SWT. Dan menurut Az-Zayadi, washiyat ini adalah perintah untuk mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sedangkan menurut Ibnu Hajar, cuukup dengan ajakan untuk mengerjakan perintah Allah. Sedangkan menurut Ar-Ramli, washiyat itu harus berbentuk seruan kepada ketaatan kepada Allah.Lafadznya sendiri bisa lebih bebas. Misalnya dalam bentuk kalimat: takutlah kalian kepada Allah. Atau kalimat: marilah kita bertaqwa dan menjadi hamba yang taat.
  4. Membaca ayat Al-Quran pada salah satunya. Minimal satu kalimat dari ayat Al-Quran yang mengandung makna lengkap. Bukan sekedar potongan yang belum lengkap pengertiannya. Maka tidak dikatakan sebagai pembacaan Al-Qur’an bila sekedar mengucapkan lafaz: tsumma nazhar. Tentang tema ayatnya bebas saja, tidak ada ketentuan harus ayat tentang perintah atau larangan atau hukum. Boleh juga ayat Quran tentang kisah umat terdahulu dan lainnya.
  5. Doa untuk umat Islam di khotbah kedua. Pada bagian akhir, khatib harus mengucapkan lafaz yang doa yang intinya meminta kepada Allah kebaikan untuk umat Islam. Misalnya kalimat: Allahummaghfir lil muslimin wal muslimat atau kalimat Allahumma ajirna minannar.


Hal-hal yang disunahkan dalam khotbah jumat antara lain:

  1. Berdiri di tempat yang tinggi (mimbar)
  2. Memberi salam, berdasarkan hadits Nabi SAW. Dari Jabir ra.: “Sesungguhnya Nabi SAW. apabila telah naik mimbar, (beliau) memberi salam”. (HR. Ibnu Majah).
  3. Menghadap Jama’ah, berdasarkan hadits Nabi SAW. Dari Adi bin Tsabit dari ayahnya dari kakeknya: “Adalah Nabi SAW. apabila telah berdiri di atas mimbar, shahabat-shahabatnya menghadapkan wajah mereka ke arahnya”. (HR. Ibnu Majah).
  4. Suara jelas penuh semangat, berdasarkan hadits Nabi SAW. Dari Jabir r.a: “Adalah Rasulullah SAW. apabila berkhotbah kedua matanya menjadi merah, suaranya lantang/tinggi, berapi-api bagaikan seorang panglima (yang memberi komando kepada tentaranya) dengan kata-kata “Siap siagalah di waktu pagi dan petang”. (HR. Muslim dan Ibnu Majah).
  5. Singkat, padat, akurat dan memikat, Rasulullah SAW. bersabda: “Adalah Rasulullah SAW. biasa memanjangkan shalat dan memendekkan khotbahnya”. (HR. Nasai dari Abdullah bin Abi Auf).
  6. Gerakan tangan tidak terlalu bebas, berdasarkan hadits Nabi SAW. Dari Abdurrahman bin’ Sa’ad bin ‘Ammar bin Sa’ad ia berkata: “Adalah Nabi SAW. apabila berkhotbah dalam suatu peperangan beliau berkhotbah atas anak panah, dan bila berkhotbah di hari Jum’at belaiu berpegangan pada tongkat”. (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi).
  7. Seusai khotbah kedua segera turun dari mimbar, berdasarkan hadits Nabi SAW. “Adalah shahabat Bilal itu menyerukan adzan apabila Nabi SAW. telah duduk di atas mimbar, dan ia iqomah apabila Nabi SAW. telah turun”. (HR. Imam Ahmad dan Nasai).
  8. Tertib dalam membacakan rukun-rukun khotbah, yaitu: Hamdalah, Syahadat, Shalawat, wasiyat, Ayat Al-Qur’an dan Do’a.


Semoga informasi yang kami berikan tentang Memahami Khotbah dan Struktur Khotbah dapat bermanfaat bagi kita semua.terima kasih

Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar