--> Skip to main content

Perbedaan Paragraf Ineratif dan Paragraf Campuran

Perbedaan Paragraf Campuran dan Ineratif dalam Bahasa Indonesia. Paragraf campuran dan paragraf ineratif adalah dua jenis paragraf selain paragraf eksposisi, deskripsi paragraf, paragraf argumentasi, paragraf naratif, dan paragraf persuasi. Selain itu, dua paragraf ini juga termasuk dalam jenis paragraf berdasarkan posisi kalimatnya, selain paragraf induktif dan paragraf deduktif.

Dua paragraf ini memiliki sejumlah perbedaan yang membuatnya berbeda satu sama lain. Perbedaan antara keduanya adalah sebagai berikut!



1. Jumlah Kalimat Utama dan Isinya

Perbedaan selanjutnya yang terdapat pada paragraf campuran dan ineratif adalah jumlah kalimat utama yang dikandungnya, serta isi yang terkandung dalam kalimat utamanya. Seperti yang dijelaskan pada poin kedua, bahwa letak kalimat utama pada paragraf campuran terletak di awal dan akhir paragraf, sehingga paragraf ini pun mempunyai dua buah kalimat utama di dalamnya. Adapun kalimat-kalimat utama pada paragraf campuran mempunyai isinya masing-masing, di mana kalimat utama awal berisi pernyataan umum sekaligus pembuka paragraf campuran, sedangkan kalimat utama satunya berisi kesimpulan sekaligus penutup paragraf.

2. Letak Kalimat Penjelas

Selain kalimat utama, sebuah paragraf juga mempunyai kalimat penjelas di dalamnya. Hal ini berlaku pula untuk paragraf campuran dan ineratif. Karena letak kalimat utama paragraf campuran berada di awal dan di akhir paragraf, maka letak kalimat penjelasnya pun ditempatkan atau berada di bagian tengah paragraf. Kebalikan dengan paragraf campuran, letak kalimat penjelas paragraf ineratif justru berada di awal dan di akhir paragrafnya.

3. Letak Kalimat Utama

Perbedaan paragraf campuran dan ineratif selanjutnya adalah letak kalimat utama pada kedua kalimat tersebut, Karena pola kalimatnya umum-khusus-umum, maka letak kalimat utama pada paragraf ini ada di awal dan di akhir paragraf. Dengan demikian, paragraf campuran menjadi suatu paragraf yang memiliki dua kalimat utama sekaligus di dalamnya.

Di lain pihak, letak kalimat ineratif justru berada di bagian tengah paragraf. Hal ini disebabkan karena paragraf ini mempunyai pola khus-umum khusus yang membuat kalimat penjelas pada paragraf ini lebih banyak dibanding dengan kalimat utamanya.


4. Pola Paragraf

Perbedaan pertama yang ada pada paragraf campuran dan ineratif adalah pola paragraf yang dipunyai masing-masing paragraf. Paragraf campuran mempunyai pola paragraf umum-khusus-umum, di mana paragraf ini diawali oleh suatu pernyataan umum lalu kemudian dikembangkan melalui pernyataan-pernyataan khusus dan diakhiri dengan kesimpulan yang bersifat umum.



Sementara itu, paragraf ineratif mempunyai pola khusus-umum-khusus, di mana paragraf ini diawali dan diakhiri dengan pembahasan khusus suatu tema, kemudian di tengah-tengahnya diselipkan pernyataan umum atau pokok pikiran dari paragraf ini.

Hal berbeda terdapat pada paragraf ineratif. Paragraf ini hanya mempunyai satu buah kalimat utama dan isi dari kalimat tersebut adalah pernyataan umum sekaligus pokok pikiran bagi paragraf tersebut.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan paragraf campuran dan ineratif terdiri dari empat perbedaan, yaitu pola paragraf, lokasi kalimat utama, lokasi kalimat penjelas, dan jumlah kalimat utama beserta kalimat isi. Perbedaan-perbedaan ini membuat keduanya berbeda satu sama lain, dan membuat keduanya memiliki karakteristik masing-masing.

Demikianlah pembahasan paragraf campuran dan perbedaan ineratif dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan bagi semua pembaca, baik mengenai perbedaan antar paragraf pada khususnya, maupun Bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih banyak.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar