Skip to main content

Pengertian dan Contoh Paragraf Induktif dan Paragraf Deduktif

Contoh Paragraf Induktif dan Paragraf Deduktif dalam Bahasa Indonesia Paragraf induktif dan paragraf deduktif adalah dua jenis paragraf berdasarkan posisi kalimat mereka, selain paragraf ineratif dan paragraf campuran. Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya ada di akhir kalimat, sedangkan paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya ada di awal paragraf. Untuk mengetahui seperti apa bentuk dua paragraf ini - serta bagaimana cara menempatkan kalimat utama dalam dua paragraf ini, berikut adalah beberapa contoh paragraf induktif dan deduktif yang tercantum sebagai berikut!



A. Contoh Paragraf Deduktif

Contoh 1:

Sarapan mempunyai sejumlah manfaat bagi tubuh. Pertama, sarapan dapat memberikan energi dalam tubuh, sehingga tubuh pun bisa beraktivitas di pagi hari secara optimal. Selain itu, sarapan juga akan membuat perut lebih lama kenyang, sehingga perut kita pun tidak mudah lapar dan terhindar dari obesitas. Semua manfaat tersebut bisa dirasakan bila asupan makanan yang kita jadikan sebagai sarapan adalah makanan yang sehat dan bergizi.

Contoh 2:

Sampah elektronik sebaiknya jangan dibuang ke dalam tempat sampah pada umumnya. Sebab, hal itu akan mengakibatkan sejumlah dampak negatif bagi lingkungan. Pertama, sampah elektronik ini akan terus menumpuk di alam bebas, karena komponen sampah ini sangat kompleks, sehingga sulit diurai dan akan menumpuk di permukaan bumi. Selain itu, terdapat sejumlah bahan kimia dalam sampah elektronik yang dapat meledak dan menimbulkan kebakaran besar. Kandungan bahan kimia itu pun bisa menimbulkan pencemaran lingkungan, jika mengenai tanah ataupun air.


B. Contoh Paragraf Induktif

Contoh 1:

Mendidik anak tidak hanya dengan cara menjejalinya dengan berbagai perintah ataupun petuah. Pemberian sejumlah teladan perbuatan juga patut diberikan. Dengan menampilkan teladan perbuatan, maka apa yang kita perintahkan atau sampaikan lewat ucapan bisa diserap dan diaplikasikan dengan mudah oleh sang anak. Jika cara ini tidak dilakukan oleh orang tua, maka sang anak akan kesulitan untuk memahami apa yang hendak orang tuanya ajarkan kepada mereka.

Contoh 2:

Sarapan di pagi hari dapat memberikan energi tersendiri di dalam tubuh, apalagi jika sarapan yang dikonsumsi berasal dari makanan yang sehat. Selain itu, sarapan di pagi hari membuat perut kita tidak mudah lapar saat beraktivitas, sehingga kita pun bisa terhindar dari obesitas yang menimbulkan sejumlah penyakit di kemudian hari. Dengan demikian, kita bisa simpulkan bahwa sarapan memberikan beberapa manfaat bagi tubuh kita.

Contoh 3:

jika di buang ke tempat sampah pada umumnya, maka sampah elektronik tidak bisa diurai secara alami laiknya sampah-sampah organik. Hal ini dikarenakan banyaknya komponen yang terkandung dalam suatu sampah elektronik. Selain itu, kandungan beberapa bahan kimia yang terkandung dalam jenis sampah ini bisa menimbulkan ledakan dan pencemaran lingkungan yang dapat membahayakan lingkungan sekitar. Dengan demikian, bisa kita simpulkan, bahwa sampah elektronik sebaiknya tidak dibuang ke tempat sampah pada umumnya.

Demikianlah beberapa contoh paragraf induktif dan deduktif dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa referensi yang berkenaan dengan paragraf induktif dan deduktif, pembaca bisa membuka artikel paragraf deduktif, induktif, dan campuran; paragraf induktif, dedktuf, ineratif, dan campuran; serta perbedaan paragraf induktif, deduktif, dan campuran. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai paragraf induktif dan deduktif, mau pun materi pembelajaran bahasa Indonesia. Sekian dan juga terima kasih
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar