Skip to main content

Pengertian Puisi Quatrain dan Contoh Puisi Quatrain

Pengertian dan 4 Contoh Puisi Quatrain. Puisi Quatrain adalah puisi, setiap baris terdiri dari empat baris. Puisi ini diklasifikasikan menjadi berbagai jenis puisi baru berdasarkan bentuknya, selain puisi distikon, terzina, quint, sonet, stanza, dan septima. Untuk mengetahui seperti apa bentuk puisi ini, maka dalam artikel ini akan ada contoh puisi quatrain yang diambil dari berbagai sumber. Contohnya adalah sebagai berikut!



Contoh 1:

Asal Muasal Pelukan*
Karya: Candra Malik

Tuhan menciptakan manusia
dari tempat persembunyian-Nya
di mana tidak ada siapa pun
melihat-Nya meramu lamun

Dari segenggam sunyi,
dijadikan-Nya segumpal hati.
Dari ramai cuma sekepal,
dicipta-Nya sebongkah akal.

Tetapi Tuhan seperti sengaja
membuat hati tidak sempurna.
Dari dada yang menyimpan kalbu,
direnggut-Nya tulang rusuk satu.

Tuhan menyebut manusia
yang terluka itu sebagai laki-laki
Lalu dari luka itulah wanita
dicipta bagai permata sanubari.

Digegar oleh detak jantung
laki-laki tak kuat menanggung.
Dari sinilah awal mula doa:
“Tuhan, kami ingin bahagia.”

Di mana letak kesabaran,
jika bukan di dalam dada?
Di mana syukur diletakkan,
jika bukan di dalam dada?

Tetapi, dada tak sempurna
sejak satu tulang rusuknya pergi.
Segala yang dilihat dari fana,
hanya kerinduanlah yang abadi.

Tanpa permpuan di sisinya,
laki-laki hanya memeluk udara.
Padahal pun bagi perempuan,
lelaki itu asal muasal pelukan.

Jakarta, Maret 2016

*Sumber: Candra Malik, Asal Muasal Pelukan, hlm 8-9.

Contoh 2:

Lagu Gadis Itali*
Karya: Sitor Situmorang

Buat Silviana Maccari

Kerling dana di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali
Jika musimmu tiba nanti
Jemputlah abang di teluk Napoli

Kerling danau di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali
Sedari abang lalu pergi
Adik rindu setiap hari

Kerling danau bukit di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali
Andai abang tak kembali
Adik menunggu sampai mati

Batu tandus di kebun anggur
Pasir teduh di bawah nyiur
Abang lenyap hatiku hancur
Mengejar bayang di salju gugur



*Sumber: Sitor Situmorang, Dalam Sajak, hlm 16.

Contoh 3:

Hujan Bulan Juni*
Karya: Sapardi Djoko Damono

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

(1989)

*Sumber: Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni, hlm 104.

Contoh 4:

Pada Suatu Hari Nanti*
Karya: Sapardi Djoko Damono

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tal terdengar lagi
tapi diantara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari

(1991)

*Sumber: Ibid, hlm 111.

Demikianlah beberapa contoh puisi quatrain dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui contoh-contoh jenis puisi baru lainnya, pembaca dapat membuka artikel seperti puisi balada, contoh-contoh puisi nyanyian pujian, contoh-contoh puisi roman, contoh-contoh puisi epik, dan contoh-contoh puisi keanggunan. Ini berguna dan mampu menambah wawasan bagi semua pembaca, baik tentang puisi khususnya, dan tentang bahasa Indonesia pada umumnya. Itu saja dan terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar