Skip to main content

Pengertian Puisi Oktaf atau Stanza dan Contoh Puisinya

Pengertian Puisi Oktaf atau Stanza dan Contoh Puisinya. Beberapa contoh jenis puisi baru berdasarkan bentuknya telah ditunjukkan di artikel sebelumnya. Artikel-artikel itu termasuk contoh-contoh puisi yang terdistorsi, contoh-contoh puisi perzinahan, contoh puisi quatrain, contoh puisi quint, dan contoh puisi sektarian. Artikel ini juga akan menyajikan contoh-contoh jenis puisi baru berdasarkan bentuknya, di mana puisi baru yang dimaksud adalah puisi oktaf atau bait. Oktaf atau bait sendiri adalah puisi dengan satu baris yang terdiri dari 8 baris. Agar pembaca mengerti, berikut ini adalah beberapa contoh puisi oktaf atau bait dalam bahasa Indonesia.




Contoh 1:

Lagu Angin*
Karya: WS Rendra

Jika aku pergi ke timur
arahku jauh, ya, ke timur.
Jika aku masuk ke hutan
aku disayang, ya, di hutan.
Aku pergi dan kakiku adalah hatiku.
Sekali pergi menolak rindu.
Ada duka, pedih dan airmata biru
tapi aku menolak rindu.

*Sumber: Ibid, hlm 59.

Contoh 2:

Stanza*
Karya: WS Rendra

Ada burung dua, jantan dan betina
hinggap di dahan.
Ada daun dua, tidak jantan dan tidak betina
gugur di dahan.
Ada angin dan kapuk gugur, dua-dua sudah tua
pergi ke selatan.
Ada burung, daun, kapuk, angin, dan mungkin juga debu
mengendap dalam nyanyiku.

*Sumber: Ibid, hlm 64.

Contoh 3:

Ia Telah Pergi*
Karya: WS Rendra

Ia telah pergi
lewat jalannya kali.
Ia telah pergi
searah dengan mentari.
Semua lelaki ninggalkan ibu
dan ia masuk serdadu.
Kemudian ia kembang di perang;
dan tertelentang. Bagi lain orang.

*Sumber: Ibid, hlm 68.

Contoh 4:

Dalam Diriku*
Karya: Sapardi Djoko Damono

dalam diriku mengalir sungai panjang,
darah namanya;
dalam diriku menggenang telaga darah,
sukma namanya;
dalam diriku meriak gelombang sukma,
hidup namanya!
dan karena hidup itu indah
aku menangis sepuas-puasnya

(1980)

*Sumber: Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni, hlm 90.

Contoh 5:

Mata Hitam*
Karya: WS Rendra

Dua mata hitam adalah matahari yang biru
dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu.
Rindu bukanlah milik perempuan melulu
dan keduanya sama tahu, dan keduanya tanpa malu.
Dua mata hitam terbenam di daging yang wangi
kecantikan tanpa sutra, tanpa pelangi.
Dua mata hitam adalah rumah yang temaram
secangkir kopi seore hari dan kenangan yang terpendam

*Sumber: WS Rendra, Empat Kumpulan Sajak, hlm 55.

Contoh 6:

Burung Hitam*
Karya: WS Rendra

Burung hitam manis dari hatiku
betapa cekatan dan rindu sepi syahdu.
Burung hitam adalah buah pohonan.
Burung hitam di dada adalah bebungaan.
Ia minum pada kali yang disayang
ia tidur di daunan bergoyang.
Ia bukanlah dari duka meski ia burung hitam.
Burung hitam adalah cintaku padamu yang terpendam.

*Sumber: Ibid, hlm 56.

Contoh 7:

Lagu Duka*
Karya: WS Rendra

Ia datang tanpa mengetuk lalu merangkulku
adapun ia yang licik bernama duka.
Ia bulan jingga neraka langit dadaku
adapun ia yang laknat bernama duka.
Ia keranda cendana dan bunga-bunga sutra ungu
adapun ia yang manis bernama duka.
Ia tinggal lelucon setelah ciuman panjang
adapun ia uang malang bernama duka.

*Sumber: Ibid, hlm 57.

Because the sky is blue
It makes me cry
(The Beatles)


Demikianlah beberapa contoh puisi oktaf atau stanza dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan bagi para pembaca sekalian. Sekian dan juga terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar