Skip to main content

Makna Kata Sinestesia dan Asosiasi Dan contohnya dalam Kalimat

Contoh Makna Sinestesia dan Asosiasi dalam Kalimat Bahasa Indonesia. Arti sinestesia dan asosiasi adalah dua jenis makna kata yang diantra dan jenis pergeseran makna. Menurut halaman id.wikipedia.org, arti sinestesia adalah metafora atau perumpamaan indra yang dipaksakan pada indera lain yang tidak ada hubungannya dengan ekspresi. Sementara itu, makna asosiasi adalah kata yang didasarkan pada kata-kata lain karena kata tersebut dapat menjadi perumpamaan untuk kata-kata lain.



Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada beberapa contoh makna sinestesia dan asosiasi dalam bentuk kalimat yang ada di bawah ini!


1. Contoh Makna Asosiasi

  • Ponsel pintar di negeri ini kian menjamur.

Kata menjamur merupakan asosiasi dari kata ada di mana-mana. Adapun penyebab diasosiasikannya kata menjamur dengan di mana-mana karena jamur sendiri bisa tumbuh di mana-mana laiknya ponsel pintar di negeri ini, sehingga kata tersebut pantas untuk menjadi asosiasi bagi ada di mana-mana.

  • Dia terkenal sebagai pelawak yang lawakannya selalu dapat mengocok perut penonton.

Kata mengocok pada kalimat diatas merupakan asosiasi dari kata membuat tawa terpingkal-pingkal. Asosiasi ini terjadi karena ketika orang tertawa terpingkal-pingkal, maka perut penonton pun akan merasa seperti terkocok-kocok. Oleh karena itu, kata mengocok pun menjadi asosiasi bagi kata membuat penonton terpingkal-pingkal.
  • Pejabat itu ditangkap karena kedapatan menerima amplop dari pejabat lain.

Pada kalimat di atas, kata amplop diasosiasikan sebagai uang sogokan. Asosiasi tersebut terjadi karena amplop merupakan salah satu benda tempat menyimpan uang (terlepas uang itu halal ataupun sogokan)

  • Aku memutuskan pergi dari lingkungan tersebut, karena aku enggan menjadi benalu diantara mereka.

Pada kalimat di atas, kata benalu diasosiasikan sebagai pengganggu. Asosiasi ini terjadi karena benalu identik dengan tumbuhan yang merusak dan mengganggu pertumbuhan pohon inang yang dihinggapinya, sehingga kata tersebut bisa diasosiasikan untuk orang yang dianggap suka mengganggu.

2. Contoh Makna Sinestesia


  • Gadis itu terlihat man
  • Kenangan pahit ini terus terasa di hati ini.

  • Pahit adalah suatu rasa yang hanya dapat dikecap oleh lidah. Namun, kalimat di atas membuat pahit dapat dirasakan oleh indera perasaan.

    • Hatiku tertampar oleh ucapannya itu.

    Tertampar merupakan suatu hal yang hanya bisa dirasakan oleh kulit. Namun, kalimat di atas membuat rasa tertampar dapat dirasakan pula oleh perasaan atau hati.

  • is sekali.

kata manis pada kalimat ini semestinya adalah suatu hal yang dapat dikecap oleh indra pengecap. Namun, pada kalimat tersebut, kata manis justru menjadi sesuatu yang dapat dilihat oleh indera penglihatan.

  • Perkatannya begitu pedas di telingaku.

Pedas merupakan suatu hal yang hanya dapat dikecap oleh lidah. Namun, pada kalimat di atas kata pedas justru dikiaskan sebagai sesuatu yang dapat didengar telinga)

Demikianlah beberapa contoh makna sinestesia dan asosiasi dalam kalimat bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambahkan referensi ke contoh arti kata, pembaca dapat membuka artikel berikut, yaitu contoh denotasi dan konotasi, makna idiomatis dan misalnya, makna dan contoh metaforis, makna dan contoh kontekstual, dan artikel tentang makna dan contoh tematik.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memberikan wawasan bagi semua pembaca, apakah itu tentang arti kata tertentu, atau bahasa Indonesia pada umumnya. Juga maafkan jika ada kesalahan penulisan dan presentasi pada artikel ini. Sekian dan terima kasih banyak.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar