Skip to main content

Kumpulan Contoh Pantun Teka Teki dan Jawabannya

Kumpulan Contoh Pantun Teka Teki dan Jawabannya. Teka-teki pantun termasuk dalam kelas satu jenis permainan sastra. Karakteristik fitur sajak puzzle ini berisi pertanyaan menarik yang dapat dijawab. Pertanyaan biasanya tersirat di baris terakhir sajak. Sajak ini cukup unik untuk membuat orang terpacu untuk berpikir. Fungsi pantun ini adalah untuk hiburan. Teka-teki teka-teki ini sangat menarik dengan menggunakan berbagai bahasa dan mengasah pikiran. Berikut ini adalah contoh teka-teki sajak yang dapat membantu Anda memahaminya lebih dalam.

Kita harus terbiasa dengan satu jenis sastra pantun. Pantun menggunakan kata-kata yang berbaris dalam bait dan memiliki makna tertentu. Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang masih terikat oleh aturan mengenai jumlah kata-kata dalam baris, jumlah baris dalam satu bait, dan puisi. Pantun umumnya berima ab-ab atau aa-aa. Pantun terdiri dari beberapa jenis seperti sajak, sajak, nasehat, sajak cinta, sajak tradisional, santet dan sebagainya berdasarkan konten atau usia pantun itu sendiri. Untuk saat ini kami secara khusus membahas contoh sajak dan jawaban.



Contoh pantun teka teki


Di bawah ini beberapa contoh dari pantun teka teki :


(20) Hidup tenang di dalam desa
Punya pemimpin jumlahnya satu
Buruh buruh rajin bekerja
Askar bertugas setiap waktu
Jawaban : semut

(21) Menanam pohon di taman luas
Taman pun indah berwarna warni
Ia termasuk binatang buas
Janggutnya lebat dan pemberani
Jawaban : singa

(22) Mencari ikan ditenngah kali
Memakai umpan berupa cacing
Badannya sangat luas sekali
Banyak bulunya tidak berdaging
Jawaban : karpet

(23) Bersama sama belajar yoga
Agar badan sehat selalu
Matanya empat kakinya tiga
Jalan membungkuk kulitnya layu
Jawaban : kakek- kakek

(24) Janganlah kamu suka mengolok
Bisa bisa rugi akhirnya
Ada daun tak punya pokok
Setiap bangunan memilikinya?
Jawaban : pintu

(25) Ialah sang pemberani
Rumahnya ada di goa batu
Mataku tiga berwarna warni
Tak punya tangan kakipun satu
Jawaban : lampu merah

(26) Berlayar kapal dari berandan
Menuju arah Selat Malaka
Lebar kepala dari pada badan
Apalah itu cobalah terka?
Jawaban : ikan pari

(27) Melihat bintang di langit kelam
Adapun bulan tertutup abu
Apa binatang darahnya hitam
Janggut delapan tulangnya satu?
Jawaban : cumi cumi

(28) Jaka berkunjung ke rumah nyonya
Hendak melamar anak gadisnya
Berwarna merah manis rasanya
Biji di luar apa buahnya?
Jawaban : buah jambu mede

(29) Pohonnya bulat berdaun rindang
Asam dan hijau ketika muda
Bentuknya ia seperti bintang
Jikapun masak, kuninglah ia
Jawaban : belimbing

(30) Jika kamu membeli tikar
Tikar terbuat dari mengkuang
Jika kamu memang pintar
Ular apa membelit pinggang
Jawaban : ikat pinggang
(1) Jikalau tuan tajuk cendana
Ambil gantang sukatkan padi
Jikalau tuan bijak bijaksana
Binatang apa bertanduk di kaki?
Jawaban : ayam jantan

(2) Burung nuri burung dara
Terbang ke sisi taman kayangan
Cobalah cari wahai saudara
Makin diisi makin ringan
Jawaban : balon

(3) Berdengung bukannya kumbang
Berbelalai bukannya gajah
Kelam kabut saja terbang
Hampir kepada kaum bernyawa
 Jawaban : lebah penyengat/ lebah

(4) Bukan kerang atau siput
Berkaki bertangan bukannya kompot
Terkelip kelip duduk terseliput
Merayap sepanjang di paya di ruumput
Jawaban : punya

(5) Pak Pong Pak Mustafa
Encik Dollah di rumahnya
Diadun tepung dengan kelapa
Gula jawa di tengahnya
 Jawaban : kue malaka/ lompang

(6) Kalau tuan pergi ke kedai
Belikan saya si gula batu
Kalau tuan orang yang pandai
Apa binatang tulangnya satu
Jawaban : ikan sontong

(7) Ambil betik potongkan pisau
Buah masak pokoknya rendah
Kecil kecil berbaju hitam
Sudah besar berbaju merah
Jawaban : cabe merah

(8) Buah budi bedara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa yang tidak bertangkai?
Jawaban : Buah hati

(9) Budak budak bermain batu
Batu dikira satu persatu
Badannya lurus bermata satu
Ekornya tajam apakah itu?
Jawaban : jarum

(10) Gigi berduri telah bersigai
Pembelah kayu ia berguna
Jika tuan orang yang pandai
Benda apakah makannya dua cara?
Jawaban : gergaji

(11) Jika ke kedai pergi berbelanja
Belikan saya sudu dan senduk
Jika pandai katakan ia
Semakin berisi semakin menunduk?
Jawaban : padi

(12) Pisau lipat dimainkan kera
Tangannya luka lalu terjun
Makan kuat tidak terkira
Kenyangnya tidak tahu bertimbun?
Jawaban : api

(13) Tuan puteri belajar menari
Tari diajar oleh Pak Harun
Kalau tuan bijak bestari
Apa yang naik tak pernah turun ?
Jawaban : umur

(14) Mencari batu ditengah pasar
Setelah pasar bubar semua
Kalau situ tampak pintar
Hewan apa ekor di kepala?
Jawaban : gajah

(15) Pergi ke desa memakai batik
Berjalan jalan menyusuri sawah
Apa benda yang akan naik
Ketika air jatuh ke bawah?
Jawaban : payung

(16) Pergi ke sawah menanam benih
Tidak lupa cangkul dibawa
Wajah hitam isinya putih
Manis rasanya seperti gula
Jawaban : manggis

(17) Jarang pergi ke toko jam
Jika pun pergi turunlah hujan
Binatang ini bergigi tajam
Bila pergi sambil tiduran
Jawaban : buaya

(18) Membawa karung terseret seret
Semakin koyak terpatuk ular
Orang putih duduk berderet
Pagar di dalam dinding di luar
Jawaban : gigi

(19) Punya tubuh dan juga tangan
Hilang kepala pun juga kaki
Suka menolong di kala hujan
Coba tebak apakah ini?
Jawaban : hujan

Pantun juga sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk tujuan menghibur atau mengisi waktu luang. Pantun sering menggunakan kata-kata yang tidak secara langsung memiliki makna objek yang dipertanyakan tetapi sebaliknya menggunakan kata-kata seperti pseudo-makna puisi.

Teka-teki pantun dibuat dengan memperhatikan penggunaan berbagai kata yang menarik dan sajak akhir yang berirama. Sajak-sajak ini membuat pendengar atau pembaca mencoba memikirkan makna kata demi kata satu per satu yang lebih ditekankan oleh baris keempat. Teka-teki pantun berisi empat baris. Di baris ketiga dan keempat, kata-kata yang digunakan lebih mengarah pada jawaban daripada baris pertama dan kedua. Sebagian besar teka-teki sajak menggambarkan objek atau objek tertentu dari sifat atau fungsinya.

Semoga artikel sajak dan jawaban sajak ini memberikan wawasan untuk Anda dan bermanfaat.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar