Skip to main content

Kumpulan Contoh Kata Serapan dari Bahasa Persia

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Persia. Sebelumnya, kami sudah mengetahui sejumlah contoh dari berbagai kata serapan bahasa di artikel sebelumnya. Beberapa artikel adalah contoh kata-kata yang diserap dari bahasa Arab, contoh kata-kata yang diserap dari bahasa Sanskerta, contoh-contoh kata serapan bahasa Inggris, contoh kata-kata yang diserap dari bahasa Portugis, dan contoh kata-kata serapan dari bahasa Belanda.

Artikel ini juga akan menunjukkan contoh penyerapan dari bahasa asing lainnya, yaitu Persia. Contohnya adalah sebagai berikut!


Anak-anak tengah mengaji di dalam langgar itu.
  • Kata serapan bahasa Persia: langgar.
  • Artinya: masjid kecil yang lazim dijadikan tempat untuk salat dan mengaji, tetapi tidak dipakai untuk salat Jumat.

Langit di siang hari ini begitu lazuardi warnanya.
  • Kata serapan bahasa Persia: lazuardi.
  • Artinya: warna biru muda.

Ayah Banyu adalah seorang nakhoda.
  • Kata serapan bahasa Persia: nakhoda.
  • Artinya: perwira laut yang memegang komando tertinggi di atas kapal niaga.

Malayahati merupakan salah satu pahlawan wanita Indonesia yang berasal dari Aceh.
  • Kata serapan bahasa Persia: pahlawan.
  • Artinya: orang yang berjuang demi kebenaran dan kepentingan orang banyak.

Sebelum menjadi petani, Pak Marsiem pernah menjadi seorang kelasi.
  • Kata serapan bahasa Persia: kelasi.
  • Artinya: awak kapal dengan pangkat yang paling rendah.

Keluarga Pak Baron mengadakan acara kenduri untuk mensyukuri rumahnya yang baru.
  • Kata serapan bahasa Persia: kenduri.
  • Artinya: perjamuan makan yang ditujukan untuk memperingati suatu peristiwa tertentu.

Kakek tengah menceritakan kisah hidupnya di masa lalu kepada kami.
  • Kata serapan bahasa Persia: kisah.
  • Artinya: cerita tentang kehidupan seseorang.

Paman membawa oleh-oleh berupa kismis yang dibelinya dari sebuah toko oleh-oleh.
  • Kata serapan bahasa Persia: kismis.
  • Artinya: penganan berupa buah anggur yang dikeringkan dan dihilangkan bijinya.

Ibu membeli beberapa sayur dan bumbu dapur dari pasar tadi pagi.
  • Kata serapan bahasa Persia: pasar.
  • Asal kata: bazar.
  • Artinya: tempat transaksi jual-beli antar penyedia barang dan juga pembeli.

Arina kini telah siuman setelah pingsan cukup lama.
  • Kata serapan bahasa Persia: siuman.
  • Artinya: tersadar dari pingsan, lupa, melamun, dan sejenisnya.

Andi tidak menyukai acar yang terdapat pada nasi goreng tersebut.
  • Kata serapan bahasa Persia: acar.
  • Artinya: potongan sayur atau buah yang diasamkan dengan menggunakan cuka.

Bayu membeli sekilo anggur dari toko buah itu.
  • Kata serapan bahasa Persia: anggur.
  • Artinya: buah yang bentuknya mirip kelereng dan berangkai.

Pak Rustam membeli seekor domba untuk dikurbankan di hari raya Idul Adha nanti.
  • Kata serapan bahasa Persia: domba.
  • Artinya: sejenis kambing yang bulunya begitu tebal.

Setiap pagi, Pak Anwar selalu sarapan dengan menu sereal gandum.
  • Kata serapan bahasa Persia: gandum.
  • Artinya: tanaman yang bentuknya mirip padi yang lazim bertumbuh di daerah beriklim subtropis.


Demikianlah beberapa contoh kaya serapan dari bahasa Persia dalam kalimat bahasa Indonesia. Untuk menambah referensi soal kata serapan, pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: jenis-jenis kata serapan, contoh kata serapan dalam kalimat, serta contoh kata baku dan kata serapan. Adapun artikel kali ini dicukupkan saja sampai di sini. 

Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan baru bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kata serapan khususnya, maupun materi pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan juga terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar