--> Skip to main content

Contoh Merubah Paragraf Campuran Menjadi Paragraf Induktif

Contoh Merubah Paragraf Campuran Menjadi Paragraf Induktif. Paragraf campuran itu sendiri dapat diubah menjadi bentuk paragraf lain, yaitu paragraf induktif. Cara untuk mengubah paragraf ini ke bentuk yang lebih induktif adalah dengan menghilangkan kalimat utama di awal paragraf campuran.

Salah satu jenis paragraf berdasarkan posisi kalimat adalah paragraf campuran. Paragraf ini adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal dan di akhir paragraf. Paragraf ini juga dapat didefinisikan sebagai kombinasi dari paragraf induktif dan paragraf deduktif.



Dalam artikel ini, kita akan menemukan apa contoh paragraf campuran untuk diubah menjadi paragraf induktif. Contoh-contohnya dapat disimak sebagai berikut!

Contoh 1:

Masih dalam bentuk paragraf campuran:

Protein yang dikandung oleh tempe jauh lebih banyak dibanding dengan tahu. Hal ini bisa dilihat dari sejumlah peneliian yang menyatakan bahwa kandungan protein pada tempe sebesar 15, 4 gram, dan tahu sebesar 10 gram saja. Banyaknya kandungan protein pada tempe sendiri disebabkan karena olahan dari kacang kedelai ini dibuat dengan cara yang sederhana. Tempe dibuat hanya dengan cara mencuci kacang kedelai dan mencampurkannya dengan ragi. Hal ini berbeda dengan tahu yang harus melewati sejumlah tahap, mulai dari tahap pencucian, penyaringan, hingga pencampuran sari pati kedelai dengan biang. Itulah sebabnya, mengapa kantungan protein pada tempe jauh lebih banyak dibanding dengan tahu.

Setelah diubah menjadi paragraf induktif:



Menurut penelitian, kandungan protein pada tempe adalah sebesar 15, 4 gram, sementara tahu sebesar 10 gram. Banyaknya kandungan protein pada tempe sendiri disebabkan karena olahan dari kacang kedelai ini dibuat dengan cara yang sederhana. Tempe dibuat hanya dengan cara mencuci kacang kedelai dan mencampurkannya dengan ragi. Hal ini berbeda dengan tahu yang harus melewati sejumlah tahap, mulai dari tahap pencucian, penyaringan, hingga pencampuran sari pati kedelai dengan biang. Itulah sebabnya, mengapa kantungan protein pada tempe jauh lebih banyak dibanding dengan tahu.

Contoh 2:

Masih dalam bentuk paragraf campuran:

Dewasa ini, kegiatan belajar mengajar tak mesti dilakukan di dalam suatu ruang kelas. Kini, proses pembelajaran bisa dilakukan dengan cara bertatap muka di depan monitor atau secara daring. Dengan sistem ini, para siswa dan juga guru tak perlu repot-repot pergi ke sekolah untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Mereka hanya perlu menyediakan koneksi internet dan layar monitor komputer di tempat tinggal mereka untuk memulai proses belajar mengajar. Kemudahan belajar dengan sistem daring membuat kita menyimpulkan bahwa kini kegiatan belajar mengajar tak mesti dilakukan di dalam suatu ruangan kelas.

Setelah dibentuk menjadi paragraf induktif:

Proses pembelajaran saat ini bisa dilakukan dengan cara betatap muka di depan monitor atau secara daring. Dengan sistem ini, para siswq dan juga guru tak perlu repot-repot pergi ke sekolah untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Mereka hanya perlu menyediakan koneksi internet dan layar monitor komputer di tempat tinggal mereka untuk memulai proses belajar mengajar. Kemudahan belajar dengan sistem daring membuat kita menyimpulkan bahwa kini kegiatan belajar mengajar tak mesti dilakukan di dalam suatu ruangan kelas.

Demikianlah beberapa contoh paragraf campuran menjadi paragraf induktif dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah referensi soal paragraf, maka pembaca bisa membuka artikel contoh jenis-jenis paragraf berdasarkan posisi kalimatnya, contoh paragraf induktif menjadi deduktif, dan contoh paragraf deduktif menjadi induktif. sekian dan terima kasih.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar