Skip to main content

Pengertian Paragraf Deduktif, Ciri ciri dan Contohnya

Paragraf Deduktif dalam Bahasa Indonesia – Pengertian dan Contohnya – Setelah pada kesempatan sebelumnya kita membahas deskripsi paragraf, argumentasi paragraf, klasifikasi paragraf, dan narasi paragraf, maka sekarang adalah diskusi paragraf deduktif. Apa paragraf deduktif dan apa contohnya? Kami akan memeriksanya dalam uraian berikut. Selamat belajar.


Ciri Ciri Paragraf Deduktif


Beberapa ciri ciri yang dapat digunakan untuk membedakan paragraf deduktif dengan jenis paragraf lainnya adalah:

  1. Kalimat setelah kalimat utama berisi penjelasan terperinci
  2. Kalimat utama berada di awal paragraf (biasanya berada di kalimat pertama)
  3. Pola kalimat disusun dari umum ke khusus (umum-khusus-khusus-khusus)

Pengertian Paragraf Deduktif


Paragraf deduktif merupakan salah satu jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya (gagasan pokok). Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf. Kalimat selanjutnya setelah kalimat utama adalah kalimat rincian. Kalimat rincian ini bisa berupa contoh, bukti, deskripsi, atau yang lainnya.

Contoh Paragraf Deduktif

Agar lebih memahami paragraf deduktif, perhatikan contoh berikut:

Contoh 1
Mengusir tikus di rumah dapat menggunakan bahan alami. Bahan alami pertama yang bisa digunakan yaitu daun mint. Cukup campurkan sari daun mint dengan air lalu semprotkan ke area kesenangan tikus. Aroma daun mint merupakan aroma yang snagat dibenci tikus. Atau Anda cukup menanam tanaman daun mint di area rumah Anda. Bahan alami kedua yaitu menggunakan soda kue. Anda tinggal mencampurkan soda kue ke makanan yang disenangi tikus. Letakkan makanan itu di area yang sering dilalui tikus. Tapi perlu diingat agar tetap memperhatikan jangkauannya dari anak-anak. Bahan selanjutnya adalah buah durian.Cukup gunakan kulit durian untuk ditempatkan di area kesukaan tikus. Aroma durian yang menyengat ini dipercaya dapat mengusir tikus dari rumah. Buah lain yang dapat digunakan adalah buah mengkudu. Potong buah mengkudu menjadi beberapa bagian dan tempatkan di area yang sering dilalui tikus. Aroma menyengat buah mengkudu ini pun dipercaya dapat mengusir tikus dari rumah. Selamat mencoba.

Kalimat utama : Mengusir tikus di rumah dapat menggunakan bahan alami. (bersifat umum)

Kalimat pendukung setelah kalimat utama bersifat khusus, berupa contoh dari kalimat utama.

Contoh 2
Kemandirian dapat ditanamkan sejak kecil. Bagaimana caranya? Dapat dengan membiasakan dari kecil untuk mengerjakan sesuatu sendiri. Misalkan mulai dari balita diajarkan untuk makan sendiri. Lalu biasakan untuk dapat mandi sendiri, melepas baju sendiri, dan menggunakan baju sendiri. Kita juga bisa mengajarkan untuk memilih baju mana yang ingin dipakai. Selain itu biasakan untuk tidak bergantung pada pertolongan orang di sekitarnya. Misal ketika anak itu terjatuh, semangatilah untuk bangun sendiri tanpa harus menunggu ditolong. Dengan demikian anak akan terbiasa mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Kalimat utama : Kemandirian dapat ditanamkan sejak kecil.(bersifat umum)

Kalimat pendukung setelah kalimat utama bersifat khusus, berupa contoh dari kalimat utama.

Contoh 3
Pengangguran di tahun 2017 semakin banyak. Hal ini disebabkan oleh semakin tingginya kualitas pekerja yang diinginkan oleh perusahaan. Pendidikan tinggi disertai dengan pengalaman kerja yang mumpuni selalu dikedepankan. Para lulusan baru terkadang kalah saing dengan mereka yang telah mempunyai pengalaman sebelumnya. Mereka dengan tingkat pendidikan rendah juga lebih kalang saing. Pencari kerja tingkat sarjana sudah merajalela dimana-mana. Jumlah pencari kerja dan lapangan pekerjaan sangat tidak berimbang. Mau tidak mau pencari kerja harus mencari pendidikan yang lebih tinggi atau mencari alternatif pekerjaan yang lain.

Kalimat utama : Pengangguran di tahun 2017 semakin banyak.(bersifat umum)

Contoh 4
Harga cabai yang melonjak tinggi membuat masyarakat kelimpungan [1]. Cabai dikonsumsi oleh hampir semua masyarakat Indonesia[2]. Masyarakat kalangan bawah sampai atas suka mengonsumsi cabai[3]. Baik secara langsung ataupun sebagai campuran dalam makanan[4]. Dan ketika harga cabai naik maka semua rakyat mulai buka suara[5]. Harga cabai rawit kini dapat mencapai Rp 140.000/kg[6]. Harga ini naik 3kali lipat dari harga sebelumnya[7]. Kenaikan harga ini diduga sebagai akibat dari cuaca buruk[8]. Pasokan dari petani semakin menurun dan menyebabkan ketersediaan cabai di pasar juga ikut anjlok[9]. Di Jakarta sendiri pasokan cabai yang biasanya 150-200 ton sekarang hanya 50 ton[10]. Kelangkaan cabai membuat masyarakat dan industri rumah tangga yang bergantung pada keberadaan cabai harus memutar otak[11]. Alternatif lain harus segera dilakukan sambil menunggu tindakan pemerintah mengatasi harga cabai agar normal kembali[12].

Kalimat utama : Harga cabai yang melonjak tinggi membuat masyarakat kelimpungan . (bersifat umum)

Kalimat pendukung setelah kalimat utama (kalimat 2 – kalimat 12) bersifat khusus, berupa alasan dari kalimat utama.

Contoh 5
Beberapa faktor dapat menyebabkan seorang ibu hamil susah melahirkan secara normal. Faktor pertama adalah kondisi bayi yang sungsang. Kondisi bayi dimana kepala masih berada di atas akan menjadi susah untuk dilahirkan secara normal. Seharusnya menjelang persalinan kepala bayi harus sudah ada di bawah. Faktor kedua adalah kondisi plasenta bayi. Ketika plasenta bayi menutupi jalan lahir maka persalinan normal akan susah dilaksanakan. Keadaan ini sangat mengkhawatirkan bayi keselamatan sang bayi. Keadaan ketiga adalah ukuran pinggul sang ibu. Jika ukuran pinggul ibu terlalu kecil maka jalan keluar untuk bayi lahir juga kecil. Demi keselamatan ibu dan bayi maka ibu hamil dengan kondisi pinggul kecil disarankan untuk melakukan operasi caesar. Faktor lain yaitu keadaan hipertensi atau diabetes pada ibu hamil. Ibu hamil yang mengidap penyakit ini membutuhkan penanganan serius. Proses melahirkan normal akan berpengaruh terutama terhadap penyakit hipertensi yang diderita sang ibu. Sehingga sangat disarankan melakukan operasi caesar.

Kalimat utama : Beberapa faktor dapat menyebabkan seorang ibu hamil susah melahirkan secara normal. (bersifat umum)

Kalimat pendukung setelah kalimat utama bersifat khusus, berupa rincian dari kalimat utama.


Kalimat pendukung setelah kalimat utama bersifat khusus, berupa alasan dari kalimat utama.

Sekian pembahasan paragraf deduktif dalam bahasa Indonesia – pengertian dan contohnya. Semoga uraian tentang paragraf deduktif ini mudah dipahami dan bermanfaat bagi para pembaca. Nantikan pembahasan materi lainnya. Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar