Skip to main content

Jenis-Jenis Pola Pengembangan Paragraf (Penjelasan Lengkap)

Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Pola Pengembangannya –Paragraf atau paragraf terdiri dari beberapa jenis, baik berdasarkan fungsinya, isi, pola perkembangannya, dan posisi kalimatnya. Artikel ini akan membahas salah satunya, yaitu jenis paragraf berdasarkan pola perkembangan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa jenis paragraf berdasarkan pola pengembangan.



1. Analogi
Merupakan paragraf yang berisi perumpamaan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Permupamaan digunakan agar pembaca lebih mengerti maksud dari paragraf yang hendak disampaikan. Pola ini juga bisa digunakan dalam penulisan paragraf induktif.

Contoh:

Melestarikan hutan sama seperti melestarikan rumah kita. Sebab, hutan merupakan tempat tinggal para hewan seperti halnya rumah yang merupakan tempat tinggal kita. Jika rumah kita dirusak atau disalahgunakan, kita selaku pemilik tentu akan marah dan mengamuk. Begitu pun juga para hewan saat hutannya dirusak atau dialihfungsikan menjadi tempat yang tidak semestinya. Oleh karena itu, kita harus bisa merawat dan melestarikan hutan selayaknya kita merawat rumah kita sendiri.

2. Paragraf Contoh
Merupakan alinea yang polanya berupa contoh-contoh yang berfungsi untuk memperkuat gagasan yang hendak disampaikan. Sebisa mungkin, contoh-contoh yang diberikan merupakan hal-hal yang dekat dengan keseharian pembaca. Hal ini tentu saja untuk membuat pembaca semakin paham akan gagasan yang hendak disampaikan. Paragraf ini biasanya selalu menggunakan kata contohnya atau misalnya.

Contoh:

Koran-koran bekas ternyata bisa dikreasikan menjadi kerajinan tangan. Misalnya saja tempat pensil. Koran-koran bekas tersebut mesti dibuat dahulu menjadi bubur kertas, lalu kemudian ditempelkan ke gelas bekas atau pun paralon bekas. Setelah itu, tempat pensil tersebut dijemur lalu kemudian dicat. JIka ingin lebih indah dan menarik, tempat pensil dari kertas koran tersebut bisa diberi hiasan apapun sesuai dengan selera.

Selain empat jenis di atas, masih ada lagi jenis-jenis paragraf berdasarkan pola pengembangannya, yaitu:


  1. Sebab-akibat
  2. Klimaks-antiklimaks
  3. Paragraf sudut pandang
  4. Definisi luas
  5. Paragraf pertentangan
  6. Paragraf perbandingan


Baca: paragraf campuran – contoh kalimat dan paragraf persuasi – contoh paragraf induktif tentang sekolah – paragraf deduktif induktif dan campuran – paragraf argumentasi– paragraf deskripsi

3. Klasifikasi
Paragraf klasifikasi merupakan paragraf yang polanya berisi pengelompokkan, pembagian, ataupun penggolongan dari suatu topik yang dibahas dalam paragraf. Pola seperti ini juga bisa ditemukan di karangan  eksposisi. Paragraf klasifikasi sendiri mempunyai sejumlah ciri, yaitu:

  • Adanya penggunakan kata ‘dibagi’, ‘digolongkan’, dan sebagainya. Kata-kata tersebut bisa ditemukan di kalimat awal paragraf klasifikasi.
  • Berisi fakta-fakta yang akurat, sehingga paragraf ini bersifat informatif.
  • Berisi penggolongan suatu hal berdasarkan acuan atau ciri-ciri tertentu.

Contoh:

Berdasarkan pola pengembangannya, paragraf atau alinea dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu paragraf generalisasi, klasifikasi, definisi luas, dan sebagainya. Sementara itu, jenis-jenis paragraf berdasarkan fungsinya terbagi atas empat jenis, yaitu: paragraf pembuka, paragraf pengembangan, paragraf pengalihan, dan paragraf penutup.

4. Generalisasi
Merupakan paragraf yang memiliki pola khusus ke umum atau umum ke khusus. Pola khusus ke umum merupakan pola yang berisi pernyataan-pernyataan khusus yang kemudian disimpulkan dalam satu pernyataan umum. Sementara itu, pola umum ke khusus merupakan pola yang diawali satu kalimat pernyataan umum yang kemudian dijelaskan secara rinci dengan menggunakan kalimat-kalimat khusus. Adapun kalimat-kalimat khusus pada jenis paragraf ini harus berisikan fakta atau data yang akurat. Kedua pola pada paragraf generalisasi tersebut  juga bisa ditemukan pada paragraf induktif dan paragraf deduktif.

Contoh:

Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Sebab, dari rumahlah anak-anak bisa belajar banyak hal, seperti berbicara, berjalan, merapikan mainan, dan sebagainya. Selain itu, prinsip-prinsip kehidupan juga bisa ditanamkan lewat pendidikan keluarga, entah dalam bentuk nasehat maupun dengan bentuk teladan orangtua.

Baca: paragraf narasi – contoh paragraf induktif tentang lingkungan – contoh paragraf induktif tantang narkoba – contoh paragraf induktif tentang sampah – contoh paragraf induktif tentang kesehatan – contoh paragraf induktif tentang pendidikan – contoh karangan narasi tentang pendidikan – contoh karangan deskripsi singkat – karangan persuasi

Demikianlah jenis-jenis paragraf berdasarkan pola pengembangannya. Semoga bermanfaat.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar