Skip to main content

Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan isi dan Contohnya

Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Isinya –Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, paragraf ditafsirkan sebagai bagian dari bab dalam esai yang biasanya berisi ide utama dan tulisan biasanya dimulai dengan baris baru. Nama paragraf lainnya adalah paragraf. Sementara itu, menurut Wiyanto, 2006: 15, paragraf ditafsirkan sebagai sekelompok kalimat yang saling terkait dan bersama-sama menjelaskan unit pemikiran untuk mengekspresikan buah pemikiran yang jauh lebih besar dalam esai.

Baca: paragraf deduktif – paragraf induktif – paragraf campuran – paragraf deduktif induktif dan campuran – paragraf klasifikasi



Paragraf mempunyai sejumlah jenis, baik itu berdasarkan fungsi, isi, maupun polanya. Artikel kali ini akan membahas jenis-jenis paragraf berdasarkan isinya, dimana jenis-jenis paragraf tersebut adalah sebagai berikut:


1. Paragraf Narasi
Isi dari paragraf ini adalah kisah tentang suatu peristiwa atau kejadian yang didasari oleh data dan fakta yang ada. Adapun ciri-ciri paragraf ini adalah sebagai berikut:

  • Adanya tokoh atau pelaku.
  • Adanya latar tempat, waktu, atau suasana.
  • Adanya alur atau jalan cerita.
  • Paragraf ditulis secara kronologis atau berdasarkan urutan waktu.


2. Paragraf Deskripsi
Merupakan paragraf yang berisi penggambaran sebuah objek secara detail, sehingga pembaca pun seolah dapat melihat atau merasakan objek tersebut. Paragraf deskripsi mempunyai sejumlah ciri, yaitu:

  • Berisi  penggambaran objek atau benda.
  • Banyak menggunakan jenis-jenis kata sifat di dalamnya.

3. Paragraf Argumentasi
Paragraf ini berisi pendapat penulis yang disertai dengan bukti dan alasannya. Paragraf argumentatif sendiri ditujukan untuk mengemukakan gagasan berdasarkan fakta dan alasan kuat, sehingga pembaca pun yakin dan setuju atas gagasan tersebut. Paragraf ini mempunyai sejumlah ciri, yaitu:

  • Berisi pendapat atau pandangan penulis terkait suatu peristiwa.
  • Adanya fakta-fakta, data, dan contoh aktual yang mendukung pendapat sang penulis.
  • Pendapat atau pandangan dikemukakan secara analitis atau secara analogis (menggunakan perumpamaan).
  • Diakhiri dengan kesimpulan dari penulis.


4. Paragraf Eksposisi
Paragraf yang berisi tentang uraian sebuah gagasan yang memiliki tujuan untuk menjelaskan sesuatu. Uraian tersebut tentu didukung sejumlah fakta agar para pembaca bisa mempercayainya. Jenis paragraf ini mempunyai sejumlah ciri, yaitu:

  • Berisi petunjuk atau kiat-kiat dalam melakukan atau meraih sesuatu.
  • Isi paragrafnya berisi fakta-fakta, kenyataan, atau hal-hal lain yang dapat dibuktikan kebenarannya, sehingga pembaca pun bertambah wawasannya.
  • Berisi uraian tentang suatu peristiwa.
  • Tidak bersifat membujuk atau memaksa pembacanya.

5. Paragraf Persuasi
Paragraf ini merupakan berisi bujukan untuk para pembaca agar menerima gagasan ataupun ide yang disampaikan oleh penulis. Supaya pembaca dapat menerima gagasan penulis, pembaca harus menyediakan sejumlah data dan bukti yang sesuai dengan fakta atau kenyataan. Dengan begitu, pembaca bisa mengiyakan gagasan dari penulis tanpa adanya penolakan.

Selain itu, paragraf persuasi juga menggunakan sejumlah unsur untuk menjadikan pembaca tertarik membaca paragraf ini, yaitu:

  • Adanya penggunaan bahasa yang menarik.
  • Adanya  kata-kata ajakan seperti ayo, mari, dan sebagainya.
  • Adanya partikel -lah yang terdapat pada kata-kata tertentu.

Paragraf ini juga mempunyai sejumlah jenis, yaitu:

  1. Persuasi propaganda: paragraf ini digunakan di media-media massa seperti koran, artikel internet, dan sebagainya. Paragraf persuasi ini berisi informasi yang meyakinkan serta imbauan yang kuat, sehingga pembaca pun peraya dan mau mengikuti himbauan atau bujukan tersebut.
  2. Persuasi pendidikan: paragraf ini berisi pesan, ajakan, imbauan, dan sebagainya yang bersifat edukatif dan disampaikan oleh pihak-pihak yang berkecimpung di dunia pendidikan.
  3. Persuasi advertensi atau persuasi iklan: paragraf ini dipakai oleh pihak komersil untuk memasarkan, mempromosikan, bahkan membujuk pembaca untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan pihak komersil tersebut.
  4. Persuasi politik: digunakan untuk tujuan-tujuan politis, seperti kampanye, ajakan untuk bergabung ke dalam partai, serta ajakan-ajakan lain yang bersifat politik.


Contoh-contoh paragraf persuasi ini bisa dilihat di artikel contoh kalimat dan paragraf persuasi.

contoh paragraf narasi singkat tentang liburan – contoh paragraf induktif tentang sampah – contoh paragraf induktif tentang kesehatan – contoh paragraf induktif tentang pendidikan – contoh paragraf induktif tentang sekolah

Demikianlah beberapa contoh jenis-jenis paragraf berdasarkan isinya. Semoga bermanfaat.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar