Skip to main content

Cara Pemakaian Tanda Titik Dua yang Baik dan Benar sesuai EYD

Cara Penggunaan Tanda Titik Dua yang Baik dan Benar sesuai EYD. Kemarin kita membahas penggunaan tanda tanya dan tanda seru dan penggunaan tanda kutip dan tanda kutip tunggal. Dalam penggunaan tanda baca, masih ada jenis tanda baca lainnya. Untuk alasan ini, pembahasan kali ini akan menjelaskan tentang penggunaan usus besar yang benar menurut EYD. Di mana tanda ini sangat umum digunakan dalam kalimat.

Tanda titik dua adalah salah satu tanda baca yang digunakan dalam kalimat yang dilambangkan dengan (:). Tanda (:) yang merupakan simbol titik dua yang memiliki ukuran yang sama di tengah garis vertikal yang sama.



Penggunaan Tanda Titik Dua

Dalam pedoman EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) tanda titik dua di gunakan :

1. Di antara jilid/nomor dan halaman. 

Contoh :

  • Kompas, IX, No : 27/2016:12
  • Suara Merdeka, XX, No : 10/2004:11
  • Metro, V (2000), 26:7

2. Dalam kitab suci, di antara Surat/bab dan ayatnya.

Contoh :

  • Surat Al-Maidah : 20 – 25
  • Surat Al – Ikhlas : 1 – 4
  • Surat Ar Rohman : 35 – 45


3. Judul dan anak judul suatu artikel/karangan/makalah/karya tulis.

Contoh :

  • Kisah Kancil dan Bangau : Majalah Bobo Edisi XV
  • Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara


4. Nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka.

Contoh :

  • Zuhdi, dkk. 2008. Cara Menulis Buku. Malang: Rena Press.
  • Mulyasa. 2009. Menjadi Guru Professional. Bandung : Remaja Rosda
  • Iwan, Fajar. 2015. Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Jakarta: Zaka Publishing
  • Baradja, M.F. 1990. Kapita Selecta Pengajaran Bahasa. Malang: Penerbit IKIP Malang.
  • Shodiqin, Ali. 2008. Antropologi Al-Qur’an: Model Dialektika Wahyu & Budaya. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

5. Di akhir suatu pernyataan lengkap dimana kalimatnya di ikuti suatu rangkaian atau penjelasan.

Contoh :
  • Menjelang masuk sekolah, kita memerlukan alat tulis : buku, pensil, penghapus, rautan  dan penggaris.
  • Liburan ini, kita harus membuat pilihan antara : malaysia atau singapura.
  • Ibu ke supermarket membeli bahan-bahan untuk memasak : gula, garam, miyak goreng, kecap dan lain-lain.
  • Rindang dan Paman ke ladang untuk memanen palawija : kedelai, kacang tanah, buncis dan jagung.
  • Universitas Indonesia mempunyai beberapa fakultas : matematika, kedokteran, farmasi, teknik, psikologi dan hukum.


6. Sesudah kata atau ungkapan yang membutuhkan penjelasan suatu peristiwa.

Contoh :

Kepala Desa : H. M. Machfud
Ketua BPD : Sugianto, SE. MM
Sekretaris Desa : Reni Aprillia, S.AB
Bidan Desa : Dwi Gitayanti, S.Keb
Narasumber : Ruyati

7. Dalam sebuah naskah sesudah kata yang menunjukkan tokoh di dialog/percakapan.

Contoh :
Gisel: Ra, sebentar lagi kan ada ujian nasional. Kamu sudah siap belum?
Tiara: Ya siap tidak siap harus siap. Kita jalani saja.
Gisel: Aku takut kalau nanti aku tidak bisa menjawab.
Tiara: Makanya kita persiapkan dari sekarang.
Gisel: Kalau belajar sih sudah. Aku sudah banyak berlatih soal.
Tiara: Tidak cuma belajar saja, tapi juga persiapan mental. Kamu harus percaya diri untuk menghadapi ujian nasional.
Gisel: Iya juga sih. Tapi, bagaimana kalau soalnya susah?
Tiara: Yang penting kita usaha dulu. Kita berdoa agar kita bisa mengerjakan semua soal ujian nasional.
Gisel: Semoga saja begitu.


Penggunaan Tanda Titik Dua ternyata tidak hanya dalam kalimat saja, tetapi pada akhir dari pernyataan, dalam membuat daftar pustaka, dan lainnya. Dengan mempelajari contoh dan penjelasan di atas, diharapkan kita semakin memahami tentang penggunaan tanda titik dua yang benar sesuai EYD. Semoga bermanfaat.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar