7 Kode Jari dan Tangan (Finger Commander) Saat Menjadi WL (Pemimpin Pujian) di Gereja

7 Kode Jari dan Tangan (Finger Commander) Saat Menjadi WL (Pemimpin Pujian) di Gereja
7 Kode Jari dan Tangan (Finger Commander) Saat Menjadi WL (Pemimpin Pujian) di Gereja
Kode Jari dan Tangan (Finger Commander) Saat Menjadi WL (Pemimpin Pujian) di Gereja. WL (Worship Leader) dalam kebaktian di Gereja memainkan peran penting. Seorang pemimpin pujian adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengarahkan ibadah atau pujian di komunitas atau gereja. Tugas pemimpin ibadah adalah menciptakan suasana atau kondisi ibadah bagi jemaat. Untuk melakukan ini, pemimpin ibadah harus "menggambarkan tanggapan Tuhan" dan kemudian mengarahkan orang untuk beribadah.

Memilih lagu dan mengarahkan mereka adalah bagian penting dari pemimpin pujian, pemimpin pujian yang menyesuaikan hal-hal yang akan membantu jemaat untuk lebih dekat dengan Tuhan.
7 Kode Jari dan Tangan (Finger Commander) Saat Menjadi WL (Pemimpin Pujian) di Gereja

Apa itu Penyembahan (Ibadah)?
Penyembahan sedang menikmati Tuhan dan memberinya kemuliaan. Ibadah adalah segala sesuatu yang kita lakukan yang membawa sukacita bagi hati Tuhan. Mazmur 149: 2-4
Penyembahan adalah menyerahkan diri kita kepada Tuhan. Roma 12: 1
Penyembahan hanya melayani Tuhan saja. Matius 4: 8-10
Penyembahan adalah tanggapan kita terhadap pekerjaan Tuhan. Filipi 2: 6-11
Penyembahan adalah mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati. Lukas 10:27
Iklan


Penyembahan memiliki dua aspek utama :

Tradisi : Ibadah adalah menghormati Tuhan. Hal ini ditujukan kepada Tuhan dan melibatkan berbicara kepadanya. Ini melibatkan tindakan adorasi dan penyerahan diri dengan Tuhan sebagai fokusnya.
Tindakan : Ibadah adalah pelayanan. Dia melibatkan tindakan pengorbanan untuk Tuhan dan tindakan ketaatan kepada Tuhan.
Kebenaran Tentang Penyembahan:
Kesengsaraan adalah respons kita yang bervariasi (melibatkan kehormatan dan pelayanan) terhadap firman Allah (dikemukakan di dalam Kristus.)
Ibadah melibatkan baik menghormati dan melayani Tuhan dan membutuhkan seluruh hidup kita, artinya melibatkan semua yang kita lakukan.
Ibadah adalah tanggapan kita terhadap Firman Allah dan karena itu harus didasarkan pada kebenaran.
Baca Juga : 16 Ayat Emas Alkitab Membangun Hidup Anda !

Ibadah bukanlah perasaan, tapi sebuah keputusan.
Penyembahan dapat diekspresikan dalam berbagai bentuk yang mungkin dipengaruhi secara budaya.
Penyembahan gereja Kristen berpusat di dalam Kristus.

7 Kode jari atau tanggan saat menjadi Pemimpin Pujian di Gereja :

Berikut adalah tujuh kode tangan yang harus Anda ketahui untuk mengarahkan pujian dan penyembahan, pemain musik di Indonesia telah membuat beberapa kode tangan untuk membawa aliran musik:
  1. Satu Jari Telunjuk adalah menunjukan bahwa lagu di nyanyikan pada lirik awal (pertama) kembali. Kode ini berlaku untuk tim musik dan untuk jemaat sudah bisa mengikuti.
  2. Jari Telunjuk dan Jari Tengah adalah menunjukkan lagu di nyayikan pada bahian REFF-nya. sobat bisa menyebutkan bait yang akan di nyayikan agar jemaat dapat mengerti kodenya.
  3. Jari Tenggah, Manis dan Kelingking menunjukkan bahwa lagu di nyayikan pada lirik endingnya saja. Sobat bisa mengulangnya sampai 3 kali dan di ucapkan supaya jemaat mengetahuinya.
  4. Jari di Kepal artinya lagu berhenti atau di stop oleh WL. Kode ini juga hanya berlaku untuk Tim Musik dan Singger.
  5. Jari Jempol ke atas yaitu menunjukkan bahwa Nada di naikkan. Kode ini untuk pemain musik dan biasanya ada lagu tertentu yang dinyayikan saat di ulang nadanya di naikkan dan ini sudah kesepakatan Pemain Musik dan WL saat latihan.
  6. Jari Jempol kebawah menunjukkan bahwa Nada di turunkan karena nadanya ketinggian dan kode ini juga berlaku untuk pemain musik.
  7. Jari Kelingking menunjukkan bahwa lagu akan di akhiri pada lirik terakhir. Cara ini biasanya setelah melakukan cara nomor 3 di atas.
Bagi Anda yang mungkin pertama kali sebagai pemimpin pujian atau pemimpin pujian, Anda harus memiliki pola pikir yang kuat, sebagai pemimpin pujian bukan untuk melayani manusia tetapi untuk melayani Tuhan.

Latih diri Anda sedemikian rupa dengan suara Anda, pengetahuan tentang chord, catatan, lagu, dll. Jangan lupa untuk selalu berdoa dan menjaga hubungan baik dengan Tuhan karena tanpa Tuhan semuanya menjadi tidak berguna. Saya percaya bahwa Anda, yang setia dalam melayani Tuhan sampai akhir, tidak akan ditinggalkan dalam kesengsaraan. TYM, Tuhan Yesus memberkati.