Majas Paralelisme- Pengertian dan Contoh Majas Paralelisme

Majas atau gaya bahasa digunakan dalam menulis sastra dalam bentuk puisi atau prasa. Majas adalah kekayaan bahasa yang memiliki efek efek tertentu yang membuat bahasa lebih unik dalam menyampaikan pikiran baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Berbagai macam majas yang telah dibahas dalam artikel terakhir, termasuk jurusan pembanding, sarkasme majian, penegasan afirmasi, perselisihan permusuhan. Dan salah satu penegasan afirmasi adalah paradigma paralelisme yang akan kita periksa dalam diskusi ini. Untuk lebih jelasnya di sini kita membahas tentang paritas pararelisme dan misalnya.

Pengertian Majas Paralelisme

Paralelisme menurut tinjauan katanya berasal dari bahasa Inggris yaitu ‘paralelizm’ yang berarti ‘sejajar’. Majas paralelisme menurut arti katanya dapat diartikan sebagai majas yang mengungkapkan tentang suatu hal yang saling menunjukkan titik kesejajaran. Majas paralelisme ini juga sering dipakai dalam mengungkapkan kata kata dalam puisi. Dalam puisi, majas paralelisme digunakan dengan menggunakan kata yang sama pada setiap baris dalam satu bait.

1. Penggunaan dan contoh majas paralelisme dalam puisi

Majas paralelisme juga seringkali digunakan dalam puisi, berikut contohnya pada puisi :

Puisi berikut adalah bait dalam puisi yang berjudul ‘Manusia Kecil’
Kau adalah kertas putih
Kau adalah gelas kosong
Kau adalah nafas kehidupan
Kau adalah manusia kecil yang sedang tumbuh
 Aku mendengar
Aku melihat
Aku mencium bau
Aku merasakan
Aku mengatakan
Dan Aku menirukan

Puisi berikut adalah bait dalam puisi yang berjudul ‘Sahabat’
Dunia  adalah tempat bermain
Dunia adalah  satu titik dari semesta
Dunia adalah sebuah lukisan yang indah
Dunia adalah penjara
Dunia adalah panggung sandiwara
jangan menyerah sahabat
Dunia adalah bola yang senantiasa berputar
jangan bersedih sahabat
Dunia adalah tempat tinggal untuk sementara

Puisi berikut adalah bait dalam puisi yang berjudul ‘Ayah’
Ayahku yang ku sayang
Ayahku yang ku cintai
Ayahku yang ku hormati
Bagaimana kabarmu ayah?
Apakah engkau sehat-sehat?
Bagaimana keadaan punggungmu yang selalu saja sakit?
Bagaimana keadaan kedua bola mata mu tidak lagi bisa melihat dengan jelas?
Ayah…


Puisi berikut adalah bait dalam puisi yang berjudul ‘Senja’
Senja kali ini mengantarkanku masuk ke dalam lamunan yang tak biasa
Senja kali ini seakan tahu akan rindu yang ada jauh dalam hatiku.
Senja kali ini ingin rasanya aku cepat pergi
Senja kali ini membuatku bebas berandai waktu saat bersamamu.
Senja kali ini mungkin tak mengerti perasaanku
Senja kali ini juga tak tahu seberapa jauh aku terluka

Puisi berikut adalah bait dalam puisi yang berjudul ‘Ibu’
Ibu kau segalanya bagiku.
Ibu kau pahlawan bagiku.
Ibu aku begitu menyayangimu.
Ibu maafkan semua kesalahan yang pernah ku lakukan padamu.

Tanpamu ibu aku bukanlah siapa-siapa
Tanpamu ibu aku tak bisa apa-apa
Tanpamu ibu ku tak tahu dunia
Tanpamu ibu tak kan lengkap duniaku

Contoh contoh kalimat dan puisi diatas mencerminkan dari majas paralelisme yang berarti mensejajarkan kedudukan antar kata yang mempunyai makna perbandingan yang ada dalam kalimat tersebut. Pada puisi penggunaan majas ini dilakukan dengan menggunakan kata yang sama setiap barisnya dalam satu bait. Sehingga maksud dari kesejajarannya terletak pada persamaan subjek yang dimaksudkan pada tiap baris.

2. Penggunaan dan contoh majas paralelisme dalam kalimat

  1. Berikut ini contoh majas paralelisme dalam kalimat :

  2. Di mataku kau adalah kertas putih yang bersih tanpa noda sedikit pun.
  3. Para orang tua tak kalah saing dengan anak muda dalam perlombaan 17 Agustus di Desa Sentosa.
  4. Rakyat menginginkan kesejahteraan, keadilan, dan keamanan yang menjadi hak mereka sebagai warga Negara yang baik dan patuh terhadap aturan yang diterapkan.
  5. Produsen dan konsumen memiliki ketergantungan satu sama lain untuk saling memenuhi kebutuhannya masing masing.
  6. Pegawai lama dan pegawai baru mendapatkan bonus yang sama tanpa melihat senioritas pada perusahaan tersebut.
  7. Serbuk coklat ini enak di makan dalam bentuk dingin dan panas.
  8. Kaum wanita memiliki kedudukan yang sama dengan kaum pria dalam hal berfikir kritis dan memberikan keputusan dalam suatu situasi.
  9. Kewajiban pemerintah dan kewajiban warga Negara yang utama adalah menjunjung tinggi bangsa Indonesia dan melestarikan warisan kekayaan nenek moyang bangsa.
  10. Seseorang yang berhati baik akan menjadi jodoh untuk orang yang baik pula.
  11. Usia bukanlah acuan untuk kematian. Ajal bisa menjemput orang yang tua maupun orang yang masih muda.
  12. Kau mau duduk disebelah kanan ataupun kiriku, tetap saja, kau menghalangi pandanganku.
  13. Di musim kemarau ini, baik di dalam rumah ataupun di luar rumah, panasnya udara tetap menyengat kulit.
  14. Hadiah yang kami terima sebagai bonus akhir tahun itu, baik yang berukuran besar atau kecil, nilainya sama.
  15. Ia memang pantas dijuluki si kutu buku, baik buku tebal ataupun tipis, semua dilahapnya.
  16. Cepat atau lambat, ia tetap harus menyelesaikan tugas skripsinya.
  17. Baik dan buruknya kelakukan seorang anak, orangtua tetap menyayanginya.
  18. Tak terpengaruh besar atau kecil penghasilanmu, seharusnya kau memiliki tabungan.
  19. Tak peduli susah atau mudah, menghadapi ujian nasional ini kita harus siap.
  20. Seorang sahabat yang baik akan selalu ada untuk sahabatnya dalam kesusahan maupun kesenangan.
  21. Dengan atau tanpa make up, aktris korea Song Jihyo sangat cantik.
  22. Senantiasa terus beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam keadaan sehat maupun sakit.
  23. Kaya dan miskin itu tidak hakiki karena roda kehidupan terus berputar. Orang kadang berada di atas kadang berada di bawah.
  24. Siang dan malam terus berganti tanpa dirimu disampingku.
  25. Perbedaan ras kulit hitam dan kulit putih tidak menjadi jaminan bahwa salah satu dari ras tersebut lebih baik dari yang lainnya.
  26. Saat ini kaum pria dan wanita memiliki kedudukan yang hampir sejajar dalam mencari pekerjaan.
  27. Kekayaan alam Indonesia sangat melimpah baik yang ada di daratan maupun lautan.
  28. Kita tidak akan pernah tahu tentang kegagalan atau kesuksesan yang akan kita dapat tanpa mencobanya dan berusaha.
  29. Manis dan pahitnya kehidupan itu sudah biasa terjadi secara bergantian.
  30. Rambut panjang dan pendek pada wanita tidak berpengaruh pada kecantikan hatinya.
  31. Tidak peduli jauh atau dekat, aku akan datang untuk menemuimu saat ini juga.
  32. Meskipun peringkat kelasmu naik atau turun seharusnya semangat belajarnya tidak berkurang.
  33. Matahari dan bulan menandakan pergantian hari yang terus berputar tanpa henti.
  34. Musim penghujan maupun musim kemarau tetap saja tidak bisa merubah sikapmu yang suka terlambat menepati janji.


Semoga penjelasan tentang majas paralelisme dan contohnya diatas, dapat dengan mudah dipahami.Jika pembaca ingin menambahkan referensi di sekitar kalimat, pembaca dapat membuka artikel kalimat deklaratif, kalimat interogatif, kalimat imperatif, contoh kalimat klasifikasi, contoh kalimat kalimat dalam bahasa Indonesia, contoh kalimat generalisasi, contoh kalimat peyorasi, ameliorian contoh kalimat, kalimat sinestis, kalimat asosiasi dan penjelasannya. Semoga diskusi ini bermanfaat dan mampu meningkatkan wawasan pembaca, baik pada pembahasan paragraf khususnya, dan bahasa Indonesia secara umum.Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Majas Paralelisme- Pengertian dan Contoh Majas Paralelisme"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel