Majas Eufimisme - Pengertian Majas Eufimisme dan Contohnya

Majas Eufimisme - Pengertian Majas Eufimisme dan Contohnya
Majas Eufimisme - Pengertian Majas Eufimisme dan Contohnya
Majas Eufimisme - Pengertian Majas Eufimisme dan Contohnya. Jika sebelumnya kita telah membahas Majas pararelisme, kali ini kita akan membahas tentang Majas eufemisme dan misalnya dalam kalimat. Dari berbagai macam majas, eufemisme ini termasuk dalam salah satu kategori jurusan pembanding. Untuk lebih jelasnya di sini mengikuti deskripsi dari eufemisme para master dan contoh-contoh mereka dan maknanya.

Pengertian Majas Eufimisme

Menurut tinjauan katanya, eufimisme berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘euphemizein’ yang berarti ‘kata kata yang baik’. Majas eufimisme diartikan majas yang mengungkapkan ungkapan halus dengan mengganti ungkapan ungkapan yang dirasa kasar dengan kata kata yang lebih baik sebagai bentuk sikap yang lebih sopan. Majas eufimisme biasanya digunakan dalam interaksi dengan orang yang lebih tua atau orang yang lebih dihargai untuk memberikan kesan sopan.

Contoh Majas Eufimisme

Dibawah ini contoh kalimat yang mengandung majas eufimisme :

  1. Kakek Dia sudah kembali ke pangkuan Yang Kuasa. (kembali ke pangkuan = meninggal).
  2. Rian menjadi pramusaji di restoran padang depan sekolah. (Pramusaji = juru masak).
  3. Para pengemis yang ada dijalanan itu adalah tuna wisma. (tuna wisma = gelandangan).
  4. Orang malas yang tidak mau bekerja akhirnya menjadi peminta – minta. (peminta minta = pengemis).
  5. Pramuniaga di Seven Nine Market itu sangat cantik. (pramuniaga = penjaga toko).
  6. Ramalan dari paranormal tidak bisa dipercaya seluruhnya. (paranormal = dukun).
  7. Kakak Sinta merupakan lulusan S1 Hukum dari Universitas terbaik di Indonesia namun masih menjadi tuna karya juga. (tuna karya = pengangguran).
  8. Harapannya pupus untuk bekerja di kantor arsitektur ternama itu, karena keterampilannya kurang memadai (kurang memadai = tidak pandai)
  9. Warga sekitar perumahan ini sudah terbiasa dengan berita miring tentang dirinya. (berita miring = hal-hal buruk)
  10. Beberapa kali ia mendapat teguran dari atasannya karena kurang teliti menghitung uang kas perusahaan. (kurang teliti = ceroboh)
  11. Ingin meneruskan kuliahnya diperguruan tinggi seperti mimpi saja baginya, karena ia belum mapan untuk mencapainya. (belum mapan = tidak mampu secara finansial)
  12. Setelah lulus SMA, nani menjadi pramusaji di restoran ayam bakar itu. (Pramusaji = pelayan rumah makan).
  13. Orang tuna netra memiliki hak yang sama dengan orang orang lainnya. (Tuna netra = buta).
  14. Jika malas berusaha dan bekerja, kamu bisa menjadi tuna wisma. (Tuna wisma = gelandangan).
  15. Ayah dari Bapak Guru telah berpulang ke Ilahi. (berpulang = meninggal).
  16. Permisi, saya ijin ke kamar kecil bu. (kamar kecil = WC).
  17. Dokter itu dibebastugaskan karena telah melakukan operasi malpraktek terhadap pasiennya. (dibebastugaskan = dipecat).
  18. Didi menjadi tuna wicara sejak kecil. (tuna wicara = bisu).
  19. Ibu hamil harus menjaga makanan yang dikonsumsi agar bayinya tidak menjadi tuna daksa. (tuna daksa = cacat fisik).
  20. Tuan Raja mencari pramuwisma untuk menjaga kebersihan di rumahnya yang besar. (pramuwisma = pembantu rumah tangga).
  21. Nenek yang sudah tua sering sekali ke kamar kecil. (kamar kecil = WC).
  22. Leli menjadi volunter di lembaga swadaya masyarakat yang menaungi anak anak dengan tuna grahita. (tuna grahita = keterbelakangan mental).
  23. Kakak menjadi pramusaji di kapal pesiar yang megah dan berlayar ke berbagai negara. (Pramusaji = juru masak).
  24. Pejabat yang terlibat korupsi itu mengenakan rompi orange saat digandeng polisi. (rompi orange = baju tahanan).
  25. Paranormal berkedok agama itu akhirnya dihukum dan masuk jeruji besi. (paranormal = dukun).
  26. Rani bekerja sebagai pramuniaga di Indomarket yang ada di desanya. (pramuniaga = penjaga toko).
  27. Banyak sekali orang tidak sehat yang ditemui berkeliaran di jalan jalan. (orang tidak sehat = orang gila).
  28. Mungkin sebaiknya hubungan ini tidak dilanjutkan karena kita sudah tidak sejalan lagi. (putus).
  29. Kakek terburu buru ingin buang air kecil sampai berlari lari. (buang air kecil = kencing).
  30. Orang yang tidak menempuh pendidikan akan menjadi tuna aksara. (tuna aksara = buta huruf).
  31. Ade kurang pintar sehingga dia tidak naik kelas. (kurang pintar = bodoh).
  32. Semua buruh pabrik tembakau itu dirumahkan tiba- tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. (dirumahkan = di-PHK).
  33. Putra bapak memang agak ketinggalan dibandingkan teman temannya. (ketinggalan = kurang pintar).
  34. Lian memiliki kepribadian yang sedikit berbeda dengan teman teman sebayanya. (berbeda = aneh).
  35. Banyak penduduk yang kekurangan makan di musim krisis panen ini. (kekurangan makan = kelaparan).
  36. Petugas itu diistirahatkan sementara dari tugasnya. (diistirahatkan sementara = skorsing).
  37. Koruptor uang pajak rakyat itu akhirnya diringkus oleh aparat di kediamannya. (koruptor = pencuri uang rakyat).
  38. Kalangan masyarakat kelas atas sedang berfoya foya di kapal pal pesiar untuk menyambut tahun baru. (masyarakat kelas atas = kaya).
  39. Wanita itu sudah terkenal sebagai pramuria di lingkungannya. (pramuria = PSK).
  40. Banyak tuna karya tersebar diseluruh Indonesia meskipun memiliki ijasah perguruan tinggi. (tuna karya = pengangguran).
  41. Sultan termasuk dari keluarga ekonomi bawah. (ekonomi bawah = miskin).
  42. Kehidupan yang kejam di ibu kota, membuat Rara harus menjadi tuna susila. (tuna susila = pekerja seks komersial).
  43. Tidak disangka adik Ria yang berusia 5 tahun telah mendahului orang orang disekitarnya. (mendahului = meninggal).
  44. Oknum polisi itu diberhentikan dengan tidak hormat karena telah mencemarkan nama baik profesi dengan berbuat kejahatan. (diberhentikan = dipecat).
  45. Dalam dunia kesehatan, konsumen jiwa sehat diperlakukan dengan sangat baik untuk menjaga kestabilan emosinya. (konsumen jiwa sehat = orang gila).
  46. Perawat spesialis itu merawat banyak pasien di rumahnya. (pasien = orang sakit).
  47. Sila meminta ijin untuk ke belakang di tengah tengah berjalannya kuliah. (ke belakang = ke kamar mandi).
  48. Padli seorang tuna laras sehingga tidak bisa bernyanyi dengan baik. (tuna laras = cacat suara/nada).
  49. Dibalik jerui besi adalah orang orang yang pernah melakukan kesalahan atau pelanggaran hu (jeruji besi = penjara).
  50. Desi divonis tuna ganda sejak usia 10 tahun dimana dia tidak bisa berjalan dan juga tidak bisa mendengar. (tuna ganda = cacat kombinasi).



Perubahan kata atau ungkapan dalam kalimat diatas dalam berinteraksi membuat kesan yang lebih sopan dan pantas. Demikianlah penjelasan mengenai majas eufimisme dan contohnya dalam kalimat.