--> Skip to main content

Pengertian Pantun Berkait dan Contohnya dalam Sastra Bahasa Indonesia

Pengertian Pantun Berkait dan Contohnya dalam Sastra Bahasa Indonesia. Pantun adalah kekayaan bahasa yang memiliki arti tersendiri dalam tata bahasa. Sajak terkait adalah bagian dari puisi lama yang memiliki keterkaitan antara bait satu dengan yang lain. Pada artikel sebelumnya, kita membahas sejumlah hal tentang pantun, termasuk jenis-jenis sajak, contoh-contoh sajak, contoh sajak carmina dan karakteristik sajak. Diskusi kami kali ini adalah tentang sajak dan contoh terkait dalam bahasa Indonesia untuk menambah wawasan pembaca tentang pantun. Selamat mendengarkan.

Pantun yang terhubung adalah jenis pantun yang disusun menurut aturan pantun dan saling terkait antara bait pertama dan bait berikutnya sampai bait penutup.


Untuk membuat atau menyusun sebuah pantun berkait dibutuhkan suatu kemampuan menentukan konsep cerita serta alur cerita. Pantun berkait memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis pantun lainnya, antara lain :


  1. baris kedua dan keempat pada bait pertama diturunkan atau diulang pada baris pertama dan ketiga dari bait kedua, perulangan ini terus berlanjut pada bait-bait berikutnya
  2. tidak terikat oleh unsur persajakan
  3. isi dari pantun berkait merupakan sebuah petuah atau nasehat

Pantun berkait sering juga disebut dengan seloka, karena pantun berkait terdiri atas lebih dari satu bait dan adanya sebuah jalinan antara beberapa bait tersebut. Berikut ini contoh beberapa jenis pantun berkait, antara lain :


Pantun berkait tentang kehidupan
lurus jalan ke payakumbuh

kayu jati bertimbal jalan

dimana hati tak kan rusuh

ibu mati bapak berjalan

kayu jati bertimbal jalan

turun angin patahlah dahan

ibu mati bapak berjalan

kemana untung diserahkan

Pantun berkait tentang percintaan
anak muda suka bermain mata

bermain mata sambil berdiri

kamu suka bermain cinta

tapi kamu tak mau introspeksi diri

bermain mata sambil berdiri

bermain cinta tanpa perasaan

tapi kamu tak mau introspeksi diri

karna kamu tak punya perasaan

bermain cinta tanpa perasaan

bermain api harus hati-hati

karna kamu tak punya perasaan

makanya kamu banyak mempermainkan hati

Pantun berkait jenaka/lucu
oh bulan kemana bintang

atas pucuk kayu ara

oh tuan kemana hilang

dalam bilik anak dara

atas pucuk kayu ara

lebat daunnya pokoknya rindang

hilang kedalam bilik nak dara

cuma meminta rokok sebatang

Pantun berkait tentang agama
di atas pokok burung bersarang

burung terbang di angkasa

dalam kita ada terlarang

jangan sekali membuat dosa

burung terbang di ruang angkasa

jatuh ke laut lalu tenggelam

jangan sekali membuat dosa

wahai umat beragama Islam

jatuh ke laut lalu tenggelam

sayap patah badan terbelah

wahai umat beragama Islam

tetapkan iman kepada Allah

Pantun berkait tentang pendidikan
anak ayam turun sepuluh

mati satu tinggal sembilan

tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh

supaya engkau tidak ketinggalan

anak ayam turun sembilan

mati satu tinggal delapan

ilmu boleh sedikit ketinggalan

tapi jangan sampai putus harapan

anak ayam turun delapan

mati satu tinggal lah tujuh

hidup harus penuh harapan

jadikan itu jalan yang di tuju


Pantun berkait terdiri dari empat baris, dimana 2 baris pertama dari masing-masing bait merupakan kata pemanis. Sedangkan 2 baris terakhir barulah isi atau inti dari pantun berkait yang berupa petuah/nasehat.

Demikianlah pembahasan kita kali ini tentang pantun berkait dan contohnya dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar