--> Skip to main content

Pengertian Majas Personifikasi dan Artinya dan Contohnya

Pengertian Majas Personifikasi dan Artinya dan Contohnya. Dalam menulis atau percakapan sehari-hari tampaknya sering kita secara tidak sadar menggunakan gaya atau gaya bahasa untuk mengekspresikan atau mengekspresikan sesuatu. Sesuatu dalam bentuk benda mati yang dibuat atau digambarkan seolah-olah itu adalah makhluk hidup.

Dalam klasifikasinya, majas dikategorikan dalam beberapa jenis, di antaranya, perbandingan perbandingan, afirmasi, kontradiksi, dan sindiran. Dari berbagai jenis jurusan, personifikasi majas adalah salah satu jenis kompas perbandingan. Periode personifikasi ini adalah majas yang membuat atau menyamakan benda mati dapat bergerak atau bernafas seperti manusia.




Contoh Majas Personifikasi :


  1. Iklan rokok memperingati para perokok akan bahaya merokok
  2. Matanya berapi api menahan amarah
  3. Kepingan uang receh itu berhamburan keluar dari kantong sakunya yang robek
  4. Puntung rokok yang di buang sembarangan itu membumihanguskan berhektar hektar hutan
  5. Jalanan berlobang itu sudah beberapa kali memakan korban jiwa
  6. Setiap kali makan, sendok dan garpunya selalu bertengkar
  7. Ketukan palu itu sudah memvonisnya bersalah
  8. Tanggalan di kalender itu memperingatkan utangnya hampir jatuh tempo
  9. Setiap malam, buku cerita itu mendongengkan kisah untuk adikku
  10. Bingkisan kado itu menggelitik tanganku agar segera membukanya
  11. Genangan lumpur itu menahan langkahnya sesaat
  12. Air, udara dan tanah memberikan kehidupan untuk seluruh mahluk hidup tanpa pamrih
  13. Bumi memangku semua bentuk kehidupan tanpa pilih kasih
  14. Kalkulator itu menolong ibu menghitung belanjaannya
  15. Telephone itu berdering terus memanggil pemiliknya
  16. Kacamata itu membantu kakek membaca koran
  17. Dasi kupu kupu itu mencekik lehernya
  18. Daun daun berguguran mendengar berita memilukan itu
  19. Zebra cross menyebarangi para pejalan kaki dengan aman
  20. Rerumputan dan ilalang menari nari mengikuti irama angin
  21. Helm itu menjaga keselamatan pekerja dari reruntuhan
  22. Jarum suntik menakuti adikku saat imunisasi
  23. Aroma masakan ibu menggoda seluruh penghuni rumah
  24. Setiap hari sisir selalu merapikan rambut kita
  25. Ketika senja datang, perlahan lahan matahari beranjak pulang
  26. Botol susu itu menenangkan bayi mungil itu
  27. Langit mendadak muram ketika petir menggelegar menyambar
  28. Kursi roda itu berjalan kemanapun membawa pemiliknya saat pemiliknya inginkan
  29. Tinta itu mengotori seluruh pakaian adik
  30. Janur di kedua sisi jalan sudah berdiri dari pagi menyambut kedatangan tamu undangan
  31. Lilin dan balon warna warni itu memeriahkan pesta ulang tahunnya
  32. Kisah menyeramkan di pemakaman itu menakuti warga yang tinggal disekitarnya
  33. Gelang emas itu menggenggam erat pergelangan tangannya
  34. Koran lokal itu menulis kisah perjuangan hidupnya
  35. Kemarau panjang menghisap kebutuhan air di bumi
  36. Kartu taurot itu meramalkan peruntungan nasibnya
  37. Coretan itu merusak makalah presentasi ayah tadi pagi
  38. Truk itu menumpahkan seluruh muatannya saat terguling
  39. Pohon besar itu berhenti bernafas ketika badai menumbangkannya
  40. Pagar beton dan teralis itu menjaga tokonya dari tamu tak di undang
  41. Magnet mencari ribuan paku di sepanjang jalanan ibukota yang di taburkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab
  42. Pohon bambu di belakang rumah berbisik bisik tertiup angin sore
  43. Sepasang mata boneka itu bersinar tajam menatapku di kegelapan malam
  44. Angin sepoi sepoi membelai lembut bumi dan seluruh isinya agar tertidur lelap
  45. Setiap pagi alarm handphone bernyanyi membangunkanku dari kesiangan
  46. Kebakaran subuh tadi melahap habis pemukiman padat penduduk
  47. Mobil pemadam kebakaran meraung raung memecah keheningan pagi
  48. Gunung kerinci memuntahkan seluruh isi perutnya sepanjang hari ini
  49. Ombak tinggi menerjang seluruh kapal nelayan
  50. Badai tsunami menyapu bersih apapun yang dilaluinya
  51. Kursi goyang itu menidurkan nenekku dengan ayunannya
  52. Gempa mengoyang goyang seluruh gedung pencakar langit
  53. Lonceng stasiun memberitahu para penumpang untuk bergegas naik kereta
  54. Setiap hari lampu merah di jalanan mengatur para pengguna jalan
  55. Matahari bersinar terik terasa menggigit seluruh kulit tanganku
  56. Anak anak pantai dengan gembira bermain kejar kejaran bersama ombak
  57. Desas desus tentang dirinya sudah terbang menyebar ke seluruh penjuru negeri
  58. Salju turun menyelimuti seluruh isi kota
  59. Hujan lebat kemarin menghanyutkan beberapa rumah
  60. Obat batuk itu menghangatkan tenggorokkannya
  61. Sepeda tua itu selalu setia menemaninya kemana pun ia pergi
  62. Narkoba itu sudah menghabiskan sisa hidupnya di jeruji besi
  63. Bintang malam ini berkedip kedip menerangi seluruh isi kota
  64. Wajahnya bersinar sinar mendengar beasiswanya di terima
  65. Kuas itu menari lincah di atas kanvas yang di lukisnya
  66. Tanah warisan itu telah menghidupi keluarganya hingga beberapa keturunan
  67. Sepatu usang itu melindungi kakinya dari kerikil tajam
  68. Waktu berjalan terus tanpa menunggu atau menanti siapa pun
  69. Kartu kredit itu membelikan semua barang mewah untuknya sehingga ia terlilit hutang
  70. Beduk subuh itu memanggilnya untuk bergegas ke mesjid
  71. Longsor itu menegur kita agar menjaga kelestarian alam
  72. Bulan bersembunyi di balik tebalnya awan hitam
  73. Kodok berdendang riang menyambut musim penghujan
  74. CCTV itu menyelamatkannya dari tuduhan perkara
  75. Suara gemuruh pagi tadi membangunkan semua orang
  76. Siaran televisi telah merusak banyak moral anak anak
  77. Radio tua itu berkoar koar menyampaikan berita
  78. Semangatnya berkobar untuk mendapat promosi tahun ini
  79. Bendera negaraku berkibar dengan gagah berani di angkasa raya
  80. SMS yang diterimanya, membuat ia melompat kegirangan
  81. Makanan pedas itu membakar lidahnya
  82. Obat pencahar yang diminumnya mengaduk seluruh isi perutnya
  83. Nyawanya hampir melayang tersengat kabel listrik yang menggantung di dahan pohon
  84. Dedaunan kering di jalanan itu melayang layang tertiup angin kencang
  85. Speaker di lapangan parkir itu memanggil pemilik mobil agar memindahkan kendaraannya
  86. Cacing di dalam perutku berteriak meminta makanan
  87. Bangku sekolahnya masih setia menemaninya jika ia gagal lagi ujian kelulusan tahun ini
  88. Jari jemarinya berlompatan lincah di atas keyboard komputer
  89. Pameran lukisan itu memanjakan mata para pengunjung
  90. Gemercik air pegunungan  menenangkan suasana di sekelilingnya
  91. Ratapan ibu tua itu memilukan hati setiap orang yang mendengar kisahnya
  92. Atraksi hewan di pertunjukkan itu memukau seluruh penonton
  93. Tiang listrik berbaris rapi di sepanjang jalan protokol ibukota
  94. Pesta kembang api berkilauan menyambut pergantian tahun
  95. Rimbunan pohon mangga di taman itu memayungi setiap orang yang kepanasan
  96. Album kenangan itu mengingatkannya akan  kisah masa mudanya
  97. Dahan pohon itu berayun ayun terbawa arus sungai
  98. Rumput liar di depan rumahku menghalangi pandangan ke jalanan
  99. Sarung tinju usang itu telah membawanya menjadi juara
  100. Bus antar jemput setiap hari mengantarnya ke sekolah


Majas digunakan dalam penulisan atau percakapan sebuah kalimat dimaksudkan agar kalimat yang ingin disampaikan terkesan lebih menarik. Penggunaan majas personifikasi bertujuan untuk memberi kesan melebih-lebihkan suatu benda mati tersebut.

Itulah beberapa contoh majas personifikasi dan artinya dalam sebuah kalimat. Semoga bahasan di atas bermanfaat.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar