--> Skip to main content

Pengertian Majas epifora dalam Kalimat dan Puisi dan Contohnya

Pengertian Majas epifora dalam Kalimat dan Puisi dan Contohnya. Majas epifora merupakan majas yang berisi pengulangan kata atau frasa terakhir pada suatu kalimat ataupun pada baris puisi.Ini berbeda dari majas anaforis di mana majas berisi pengulangan kata-kata atau frasa awal dalam kalimat atau dalam baris puisi. Dalam artikel ini, kami akan menampilkan secara khusus epos epasora yang terkandung dalam kalimat atau puisi.



Adapun contoh majas epifora dalam kalimat dan puisi tersebut adalah sebagai berikut!


1. Contoh Majas Epifora dalam Puisi

Contoh 1:

Matahari kini telah tiba
Menandakan pagi telah tiba
Dan hari baru pun telah tiba

Matahari telah di tengah langit kita
Menandakan siang telah hadir di tengah-tengah kita

Matahari ‘kan terbenam di barat sana
Dan senjakala pun muncul di sana

Matahari pun telah terbenam tinggalkan kita
Pertanda bulan akan datang hampiri kita

Contoh 2:

Hidup terasa hambar tanpa cinta
Hari tak berwarna tanpa cinta
Kita pun tercipta karena cinta
Cinta yang terpancar dari Dia Sang Maha Cinta
Karena itu hidup perlu ada cinta
Karena semua ‘kan bermakna karena cinta
Karena semua ‘tlah tercipta karena Cinta

Contoh 3:

Aku mendambamu dalam hening
Aku merindumu dalam hening
Doa pun kupanjat dalam hening
Harap pun kutanam dalam hening

Contoh 4:

Hamba ini tercipta karena-Mu
Hamba pun ibadah karena-Mu
Hamba pun binasa karena-Mu
Dan hamba pun dibangkitkan kembali karena-Mu

Contoh 5:

Apakah janji-janji yang kau ucap telah engkau lupakan, tuan pejabat?
Apakah sumpah setia yang kau ucap telah engkau nafikan, tuan pejabat?
Haruskah engkau terus kami ingatkan, tuan pejabat?
Mau sampai kapan kau begitu, tuan pejabat?
Mau sampai kapan kami ingatkan, tuan pejabat?
Ingatlah pada janji dan sumpahmu, dan laksanakan tugas yang engkau ampu,
Atau kami akan menghampirimu, memintamu lengser dari kursimu.

2. Contoh Majas Epifora dalam Kalimat

  • Ibu sedang membereskan rumah saat Ayah sedang di kantor, aku sedang kuliah saat Ayah sedang di kantor, sementara adikku sedang belajar di sekolah saat Ayah sedang di kantor.
  • Di pagi hari Ayah meminum kopi, di malam hari Ayah juga minum kopi, bahkan saat hujan pun Ayah pasti meminum kopi.
  • Kata pujangga, hidup akan hambar tanpa cinta, hidup akan berwarna oleh cinta, dan kita pun hidup karena cinta.
  • Izinkanlah aku bertamasya, jangan halangiku bertamasya, karena aku ingin sekali bertamasya.
  • Tunggulah aku sebab aku akan datang, nantikan aku karena aku akan datang, jangan pergi dulu karena aku akan datang.
  • Janganlah khawatir karena dia pasti akan kembali, janganlah resah sebab dia pasti akan kembali, dan janganlah takut karena dia pasti akan kembali.
  • Sungguh aku menyayangimu, tidak akan berhenti menyayangimu, dan akan terus menyayangimu.

Demikianlah beberapa contoh majas epifora dalam bahasa Indonesia. Dengan ditampilkannya contoh-contoh di atas, maka pembahasan pada artikel kali ini dicukupkan saja sampai di sini. Adapun jika pembaca ingin mengetahui beberapa contoh dari beberapa diantara macam-macam majas lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh majas disfemisme, contoh majas parabel, contoh majas eponim, contoh majas alusio, contoh majas perifrasa, dan contoh majas aptronim. 

Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai majas pada khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar