Skip to main content

Pengertian dan Contoh Puisi Fisikal, Platonik, dan Metafisik

Pengertian dan Contoh Puisi Fisikal, Platonik, dan Metafisik.Sementara itu, puisi platonis adalah puisi yang bersifat spiritual atau biasanya mengandung ungkapan cinta kepada Tuhan, teman, keluarga, dan juga kekasih. Kita dapat menemukan jenis puisi ini dalam contoh-contoh lirik puisi atau contoh-contoh romansa puisi. Puisi metafisik adalah puisi kontemplatif atau puisi yang mengajak pembaca untuk merenungkan diri, kehidupan, dan kemuliaan Pencipta.

Menurut David Daiches yang dikutip dari laman anneahira.com, jenis-jenis puisi terbagi atas puisi fisikal, platonik, dan metafisik. Puisi fisikal adalah puisi yang berisi penggambaran sebuah objek yang dapat dilihat, didengar, maupun dirasakan. Puisi jenis ini bisa ditemukan pada beberapa contoh puisi deskriptif pendek, contoh puisi balada, dan contoh puisi naratif.




Agar pembaca lebih memahami ketiga jenis puisi versi David Daiches tersebut, berikut ditampilkan beberapa contoh dari puisi fisikal, platonik, dan metafisik.

3. Contoh Puisi Metafisik

Asal Muasal Pelukan*
Karya: Candra Malik

Tuhan menciptakan manusia
dari tempat persembunyian-Nya
di mana tidak ada siapa pun
melihat-Nya meramu lamun.

Dari segenggam sunyi,
dijadikan-Nya segumpal hati.
Dari ramai cuma sekepal,
dicipta-Nya sebongkah akal.

tetapi Tuhan seperti sengaja
membuat hati tidak sempurna.
Dari dada yang menyimpan kalbu.
direnggut-Nya tulang rusuk satu.

Tuhan menyebut manusia
yang terluka itu sebagai laki-laki.
Lalu dari luka itulah wanita
dicipta bagai permata sanubari.

Digegar oleh detak jantung
laki-laki tak kuat menanggun.
Dari sinilah awal mula doa:
“Tuhan, kami ingin bahagia.”
………………………………………

*Sumber: Candra Malik, Asal Muasal Pelukan, (Yogyakarta, Bentang:2016), hlm 8.


2. Contoh Puisi Platonik

Aku Ingin*
Karya: Sapardi Djoko Damono

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

1989

*Sumber: Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni, Jakarta, Gramedia:2015), hlm 105.

Sajak-Sajak Kecil tentang Cinta*
Karya: Sapardi Djoko Damono

/1/
mencintai angin
harus menjadi siut
mencontai air
harus menjadi ricik
mencintai gunung
harus menjadi terjal
mencintai api
harus menjadi jilat

/2/
mencintai cakrawala
harus menebas jarak

/3/
mencintai-Mu
harus menjelma aku

*Sumber: Sapardi Djoko Damono, Melipat Jarak, (Jakarta, Gramedia:2015), hlm 32.

1. Contoh Puisi Fisikal

Ibu di Atas Debu*
Karya: WS Rendra

Perempuan tua yang termangu
teronggok di tanah berdebu.
Wajahnya bagai sepadu serdadu.
Ibu! Ibu!
Kenapa kamu duduk di sini?
Kenapa kamu termangu?
Apakah yang kamu tunggu?

Jakartab menjadi lautan api.
Mayat menjadi arang.
Mayat hanyut di kali.
Apakah kamu tak tahu
di mana kini putramu?

Perempuan tua yang termangu
sendiri sepi mengarungi waktu
kenapa kamu duduk di situ?
Ibu! Ibu!
Di mana rumahmu?
Di mana rumahmu?
…………………………………………..

5 Juni 1998
Pesawat Mandala
Jakarta-Ujung Pandang



*Sumber: WS Rendra, Doa Untuk Anak Cucu, (Yogyakarta, Bentang:2016), hlm 22.

Demikianlah beberapa contoh puisi fisik, platonis, dan metafisik dalam bahasa Indonesia yang diambil dari berbagai sumber. Jika pembaca ingin melihat beberapa contoh puisi lain, pembaca dapat melihat artikel tentang contoh puisi pendek, contoh puisi 3-ayat tentang Ibu, contoh puisi 3-ayat tentang teman, contoh puisi 3-ayat tentang alam, puisi dramatis contoh, dan contoh puisi epik. Diskusi kali ini cukup sampai di sini. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan pembaca, baik dalam bidang puisi khususnya, maupun dalam bahasa Indonesia pada umumnya. Itu saja dan terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar