Makna Imbuhan Ke- dan Contoh Kalimat Imbuhan Ke-

Makna Imbuhan Ke- dan Contoh Kalimat Imbuhan Ke-
Makna Imbuhan Ke- dan Contoh Kalimat Imbuhan Ke-
Makna Imbuhan Ke- dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia – Imbuhan merupakan suatu bubuhan yang dibubuhkan pada kata dasar, sehingga kata dasar tersebut membentuk kata dan makna yang baru. Macam-macam imbuhan terdiri atas awalan (macam-macam imbuhan prefiks), akhiran (macam-macam imbuhan sufiks), awalan-akihran (macam-macam imbuhan konfiks), dan sisipan. Artikel kali ini akan membahas salah satu imbuhan awalan, yakni imbuhan ke-.

Seperti imbuhan awalan lainnya, imbuhan ke- tentu saja diletakkan di awal sebuah kata dasar. Tidak seperti imbuhan awalan yang lainnya, imbuhan ke- relatif jarang digunakan dan hanya sedikit kata saja yang bisa dibentuk oleh imbuhan ini.

Imbuhan ke- hanya memiliki dua makna saja, yaitu:

1. Menerangkan Status, Kemauan, dan Tanda Tujuan seseorang

Makna ini akan terbentuk jika afinitas untuk bertemu dengan kata lama, cinta, pada, di luar, dan inginkan. Signifikansi status seseorang terdiri dari kata lama atau cinta yang ditempelkan. Sementara itu, makna kehendak seseorang atau bahkan Tuhan terbentuk dari kata yang akan ditambahkan. Arti tanda tujuan seseorang akan terbentuk ketika afiks dimasukkan ke kata di atau di luar. Begitu terbentuk, lima kata itu juga bisa ditambahkan dengan imbuhan di-i, kecuali untuk kata kekasih, keluar dan ke.

Contoh:





  • Paket parcel tersebut ditujukan kepada Bapak Ahmad.
  • Pertengkaran orangtuanya yang tak kunjung usai membuatnya memutuskan untuk keluar rumah.
  • Acara orientasi mahasiswa tahun ini akan diketuai oleh Gunawan.
  • Anak itu masih dianggap sebagai anak yang tidak dikehendaki oleh orangtuanya.
  • Tahun ini, Amar resmi diangkat menjadi ketua Karang Taruna RT 05 Karang Anyar.
  • Farhan dan Anjani resmi menjadi sepasang kekasih.
  • Semua peristiwa yang terjadi terkadang berada di luar kehendak manusia.

2. Tingkat atau Kumpulan

Makna ini akan terjalin jika imbuhan ke- bertemu dengan jenis-jenis kata bilangan, baik itu jenis  kata bilangan tentu (takrif) maupun jenis  kata bilangan tak tentu.

Contoh:

  • Kesembilan belas peserta akan dibekali berbagai macam ilmu jurnalistik, baik itu penulisan berita, wawancara, hingga cara melakukan peliputan investigasi.
  • Saat hendak membeli tiket, aku diberi nomor antrean keseratus.
  • Kesepuluh ribu penonton konser merasa puas setelah menyaksikan konser tersebut.
  • Musim lalu, Real Madrid berhasil gelar Liga Champions untuk kedua belas kalinya.
  • Keseribu demonstran telah berkumpul di depan istana negara.
  • Dia adalah siswa ketujuh yang dikeluarkan sekolah karena masalah kenakalan remaja.
  • Ana adalah anak kedua dari empat bersaudara.
  • Ini adalah kali ketiga Danu juara tenis berturut-turut.
  • A Moon Shaped Pool merupakan album kesembilan Radiohead yang telah dirilis pada tahun 2016 lalu.
  • Untuk kesekian kalinya, dia ditangkap oleh polisi karena kasus penipuan.
  • Kedua puluh empat pemain sudah hadir memenuhi panggilan untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia.

Selain makna, imbuhan ke- juga mempunyai sejumlah fungsi, yaitu:

  • Mengubah kata sifat menjadi kata benda. Contoh: kata tua yang diubah menjadi kata ketua.
  • Mengubah kata benda menjadi kata kerja. Fungsi ini khusus untuk kata benda luar berubah menjadi kata kerja keluar.
  • Mengubah kata bilangan tentu dan tidak tentu menjadi kata bilangan bertingkat. Contoh: kata dua yang berubah menjadi kata kedua atau kata sekian menjadi kesekian.


Demikian pembahasan mengenai makna imbuhan ke- serta contohnya dalam kalimat bahasa Indonesia. Semoga memberi manfaat dan menambah wawasan pembaca sekalian di bidang bahasa Indonesia. Terima kasih.