Pengertian Dan 7 Contoh Puisi Oktaf atau Stanza dalam Bahasa Indonesia

Pengertian Dan 7 Contoh Puisi Oktaf atau Stanza dalam Bahasa Indonesia
Pengertian Dan 7 Contoh Puisi Oktaf atau Stanza dalam Bahasa Indonesia
7 Contoh Puisi Oktaf atau Stanza dalam Bahasa Indonesia. Beberapa contoh jenis puisi baru berdasarkan bentuknya telah ditunjukkan dalam artikel sebelumnya. Artikel-artikel itu mencakup contoh-contoh  contoh puisi distikon, contoh puisi terzina, contoh puisi quatrain, contoh puisi quint, dan contoh puisi sektet.Artikel ini juga akan menunjukkan contoh jenis puisi baru berdasarkan bentuknya, di mana puisi baru adalah puisi oktaf atau bait. 

Oktaf atau bait itu sendiri adalah sebuah puisi yang satu bait terdiri dari 8 baris. Agar pembaca lebih memahami, berikut beberapa contoh puisi oktaf atau bait yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

Pengertian Dan 7 Contoh Puisi Oktaf atau Stanza dalam Bahasa Indonesia

Contoh 1:

Lagu Angin*
Karya: WS Rendra
Jika aku pergi ke timur
arahku jauh, ya, ke timur.
Jika aku masuk ke hutan
aku disayang, ya, di hutan.
Aku pergi dan kakiku adalah hatiku.
Sekali pergi menolak rindu.
Ada duka, pedih dan airmata biru
tapi aku menolak rindu.
*Sumber: Ibid, hlm 59.

Contoh 2:

Stanza*
Karya: WS Rendra
Ada burung dua, jantan dan betina
hinggap di dahan.
Ada daun dua, tidak jantan dan tidak betina
gugur di dahan.
Ada angin dan kapuk gugur, dua-dua sudah tua
pergi ke selatan.
Ada burung, daun, kapuk, angin, dan mungkin juga debu
mengendap dalam nyanyiku.
*Sumber: Ibid, hlm 64.

Contoh 3:

Ia Telah Pergi*
Karya: WS Rendra
Ia telah pergi
lewat jalannya kali.
Ia telah pergi
searah dengan mentari.
Semua lelaki ninggalkan ibu
dan ia masuk serdadu.
Kemudian ia kembang di perang;
dan tertelentang. Bagi lain orang.

*Sumber: Ibid, hlm 68.

Contoh 4:

Dalam Diriku*
Karya: Sapardi Djoko Damono
Because the sky is blue
It makes me cry
(The Beatles)
 
dalam diriku mengalir sungai panjang,
darah namanya;
dalam diriku menggenang telaga darah,
sukma namanya;
dalam diriku meriak gelombang sukma,
hidup namanya!
dan karena hidup itu indah
aku menangis sepuas-puasnya
(1980)

*Sumber: Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni, hlm 90.

Contoh 5:

Mata Hitam*
Karya: WS Rendra
Dua mata hitam adalah matahari yang biru
dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu.
Rindu bukanlah milik perempuan melulu
dan keduanya sama tahu, dan keduanya tanpa malu.
Dua mata hitam terbenam di daging yang wangi
kecantikan tanpa sutra, tanpa pelangi.
Dua mata hitam adalah rumah yang temaram
secangkir kopi seore hari dan kenangan yang terpendam

*Sumber: WS Rendra, Empat Kumpulan Sajak, hlm 55.

Contoh 6:

Burung Hitam*
Karya: WS Rendra
Burung hitam manis dari hatiku
betapa cekatan dan rindu sepi syahdu.
Burung hitam adalah buah pohonan.
Burung hitam di dada adalah bebungaan.
Ia minum pada kali yang disayang
ia tidur di daunan bergoyang.
Ia bukanlah dari duka meski ia burung hitam.
Burung hitam adalah cintaku padamu yang terpendam.

*Sumber: Ibid, hlm 56.

Contoh 7:

Lagu Duka*
Karya: WS Rendra
Ia datang tanpa mengetuk lalu merangkulku
adapun ia yang licik bernama duka.
Ia bulan jingga neraka langit dadaku
adapun ia yang laknat bernama duka.
Ia keranda cendana dan bunga-bunga sutra ungu
adapun ia yang manis bernama duka.
Ia tinggal lelucon setelah ciuman panjang
adapun ia uang malang bernama duka.

*Sumber: Ibid, hlm 57.

Demikianlah beberapa contoh puisi oktaf atau stanza dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan bagi para pembaca sekalian. Sekian dan juga terima kasih.