--> Skip to main content

Pengertian Ilmu Sosiologi Menurut Para Ahli beserta contohnya

Artikel kali ini akan membahas materi seputar pengertian sosiologi, sosiologi menurut para ahli, selo soemardjan, sosiologi auguste comte, sosiologi menurut karl marx, sosiologi menurut emile durkheim, sosiologi menurut max weber, apa itu sosiologi, foto tokoh sosiologi, pengertian ilmu sosiologi, hubungan sosiologi dengan interaksi sosial. Sosiologi mempelajari hubungan timbal balik antara individu dengan individu, idividu dengan kelompok dan kelompok dengan masyarakat. Yap, objek kajian sosiologi adalah masyarakat. Kita dalam mempertahankan dan memenuhi kebutuhan hidupnya perlu melakukan interaksi dengan yang lain. Nah sosilogi mempelajari hal tersebut dengan memberikan gambaran realitias sosial secara ilmiah dengan maksud untuk membantu untuk meyelesaikan masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kamu telah mempraktikkan ilmu Sosiologi. Ketika kamu tersenyum kepada orang lain, lalu berkomunikasi baik yang dapat berdampak positif (kerja sama) atau berdampak negatif, misalnya bertengkar.

Dengan mempelajari sosiologi, kamu diharapkan dapat berinteraksi dengan baik dengan lingkungan sekitarmu.

Ilmu Sosiologi mempelajari tingkah laku manusia sebagai anggota masyarakat, bukan sebagai individu yang terlepas dari kehidupan masyarakat. Inti bahasan Sosiologi adalah interaksi manusia, yaitu pengaruh timbal balik di antara dua orang atau lebih dalam perasaan, sikap, dan tindakan.

Sosiologi Menurut Para Ahli

Menurut Selo Soemardjan

Selo Soemardjan dan Soemardi mendefinisikan bahwa Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial. 
Selo Soemardjan

Kaitan Sosiologi dengan interaksi sosial terdapat dalam prosesproses sosial yang merupakan fokus ilmu tersebut. Selo Soemardjan dikenal sebagai Bapak Sosiologi Indonesia.

Awal perkembangan lingkup sosiologi terjadi saat Revolusi Prancis dan Industri pada abad ke–19. Auguste Comte (1798–1853) merupakan orang pertama yang mencetuskan nama Sosiologi (Sociology).

Istilah sosiologi sendiri berasal dari kata socius yang berarti "kawan" dan kata logos berarti "kata" atau "berbicara". Jadi, Sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat. Dengan kata lain, sosiologi berarti membahas tentang interaksi di dalam masyarakat.

Menurut Karl Marx

Karl Marx (1818–1883) lahir di Trier, Jerman.
Karl Marx

Marx berpandangan bahwa sejarah masyarakat manusia merupakan sejarah perjuangan kelas. Menurut Marx perkembangan pembagian kerja dalam kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda. 

Kelas pertama, yaitu orang yang menguasai alat-alat produksi dan kelas kedua, yaitu kelas pekerja. Kedua kelas tersebut selalu mengadakan interaksi sosial, tetapi pihak yang diuntungkan ialah orang orang yang menguasai alat produksi (kaum Bourgeoise).

Menurut Emile Durkheim

Emile Durkheim

Emile Durkheim (1858–1917) memandang bahwa masyarakat dan manusia memerlukan solidaritas. Ia membedakan dua tipe utama solidaritas, yaitu solidaritas mekanik dan solidaritas organik.

Solidaritas mekanik merupakan tipe solidaritas yang didasarkan atas persamaan, tetapi lambat laun solidaritas mekanik berubah menjadi solidaritas organik.


Solidaritas organik merupakan sistem terpadu yang terdiri atas bagian yang saling bergantung. Solidaritas mekanik identik dengan masyarakat tradisional, sedangkan solidaritas organik identik dengan masyarakat modern. Interaksi dan proses sosial yang terjadi dalam solidaritas mekanik pada suatu saat akan membawa masyarakat ke arah solidaritas organik.


Menurut Emile Durkheim, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan mampu melakukan pemaksaan dari luar terhadap individu. (www.kompasiana.com)

Menurut Max Weber

Max Weber (1864–1920) menyebutkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan sosial. Tindakan sosial ini erat kaitannya dengan interaksi sosial. Weber mengemukakan sosiologi sebagai studi tentang tindakan sosial antara hubungan sosial, "tindakan yang penuh arti". 
Max Weber

Tindakan sosial adalah tindakan individu sepanjang tindakannya itu memiliki makna atau arti subjektif bagi dirinya dan diarahkan kepada orang lain yang terdapat di masyarakat.
Mungkin Anda Suka
Buka Komentar
Tutup Komentar